close

[Movie Review] Bucket List

ahora_o_nunca_2007_3

What : Bucket List

Director : Rob Reiner

Genre : Drama, Comedy

Rilis : 2007

 The Bucket List

                                       Menemukan Kebahagiaan Lewat Kematian

Suatu ketika saat seseorang mati, malaikat datang menghampiri dan bertanya. Ada dua pertanyaan yang ia ajukan pada orang tersebut. Pertanyaan pertama apakah orang itu sudah menemukan kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Sedangkan pertanyaan kedua sudahkah kehidupan orang tersebut membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Pertanyaan tersebut dilontarkan seseorang pada sahabatnya di puncak Pyramid. Orang itu mendesak sahabatnya untuk menjawab kedua pertanyaan dari malaikat tadi. Pada mulanya, ia menyetujui untuk menjawab pertanyaan kawannya. Namun, ia baru merasa kedua pertanyaan tersebut lebih sukar dijawab daripada yang dibayangkannya.

Kedua pertanyaan itu membuat Jack Nicholson mulai menceritakan soal hubungannya dengan anak perempuannya. Selepas bercerai dengan istrinya, hubungan Jack Nicholson tidak begitu baik dengan istri maupun anak perempuannya. Bahkan, saat ia didiagnosis mempunyai penyakit yang mematikan, kedua orang terdekatnya tidak berada di sampingnya. Cerita ini membuat Jack Nicholson merasa kehidupannya belum membawa kebahagiaan bagi orang lain. Oleh sebab itu, ketika Morgan Freeman menanyakan kedua pertanyaan dari sang malaikat, dirinya tidak langsung dapat menjawab.

Cerita Jack Nicholson tersebut merupakan satu di antara banyak cerita di film Bucket List (2007) yang mengisahkan usaha dua sahabat menemukan kebahagiaan. Setelah keduanya divonis hanya memiliki waktu sebentar untuk hidup, mereka memutuskan untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah mereka lakukan. Meski pada mulanya hal-hal tersebut terasa menyenangkan, selebihnya mereka justru dihadapkan pada masalah lama yang tidak kunjung selesai. Persoalan hubungan dengan keluarga menjadi permasalahan yang pada akhirnya berusaha mereka hadapi sebelum kematian menjemput.

Film ini besutan Rob Reiner ini, dengan apik dapat memotret cara orang untuk mendapatkan kebahagiaan meski di saat-saat terakhir. Sejak awal hingga akhir cerita, adegan perbincangan di puncak Pyramid tentang kebahagiaan menjadi inti dari keseluruhan kisah. Meski tidak dilakukan secara sadar, kedua sahabat dalam film ini pelan tapi pasti berusaha untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut. Pertanyaan pertama telah berhasil dijawab oleh Jack Nicholson dan Morgan Freeman lewat aksi gila mereka terjun paying dan lain sebagainya. Pertanyaan kedua pun berupaya dipecahkan oleh Jack Nicholson ketika ia mencoba memperbaiki hubungannya dekat istri dan anaknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Morgan Freeman.

Film ini turut dapat memberikan nilai soal kebahagiaan yang sederhana. Secara tersirat, kebahagiaan bersama sahabat adalah kebahagiaan sederhana yang bisa dirasakan oleh siapa pun. Gelak tawa Morgan Freeman dan Jack Nicholson saat melakukan daftar hal-hal yang belum pernah dilakukan adalah bukti visual akan adanya nilai tersebut. Di samping itu, adegan dimana Jack Nicholson mencium cucunya membikin ia mencoret daftar “mencium gadis paling cantik di dunia”. Mulanya, ia mengusulkan untuk mencari perempuan tercantik untuk dicium. Namun, ketika hubungannya dengan sang anak membaik, keinginannya tercapai saat dia mencium gadis paling cantik, yakni cucunya sendiri.

Dilihat dari acting pemain, kolaborasi antara Morgan Freeman dan Jack Nicholson mampu memunculkan hubungan antarsahabat yang mengharukan. Adanya perbedaan karakter dan status sosial sanggup membuat relasi di antaranya menjadi dinamis. Kesamaan nasib yang menimpa keduanya menjadikan pandangan mereka terhadap kehidupan lambat laun menyatu. Layaknya sahabat, antara satu orang dengan lainnya saling memberikan nasihat. Nasihat tersebut tidak selalu diterima dengan baik oleh yang lain. Meski demikian, niat baik dari seorang sahabat akan terlihat pada akhirnya. Atmosfer ini terasa pada saat adegan Morgan Freeman dan Jack Nicholson pergi ke luar kota guna melaksanakan hal-hal dalam daftar mereka. Konflik antara keduanya menyangkut keluarga atau pemikiran menjadi bumbu manis dalam film ini. [Warning/Nindias Khalika]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response