close

Mengalami Risky Summerbee & The Honeythief yang Apa Adanya

SONY DSC

Merangkum enam lagu dari tiga albumnya, RSTH mencoba mewujudkan relasi yang seimbang antara mereka dan penontonnya. Menjadi RSTH yang sebenar-benarnya.

risky summerbee & the honeythief © Warningmagz
risky summerbee & the honeythief © Warningmagz

Dalam istilah yang lebih generik, Paeans for Onlookers berarti sebuah persembahan untuk penonton. Kaset berisi enam lagu live record ini dirilis oleh RSTH Minggu (17/5) lalu, dalam sebuah pertunjukan sederhana di Kedai Kebun Forum (KKF). Pertunjukan dimana RSTH menjadi sebenar-benarnya RSTH seperti yang selama ini kita kenal. Saya selalu mengumpamakan RSTH seperti individu yang sudah mencapai tahap dewasa. Band yang dalam menerjemahkan realita dengan musiknya tidak lagi begitu menggebu-gebu, tapi tetap jeli dan kaya dengan elemen bunyi berenergi.

Paeans for Onlookers memang tidak berisi karya baru, enam lagu di kaset ini diambil dari album The Place I Wanna Go (2009), Preamble (2011), Pillow Talk (2014). Lagu-lagu yang dinilai bisa menggambarkan hubungan yang seimbang antara mereka dan penonton. Model live recording juga dipilih karena lebih bisa menggambarkan signature-act mereka di panggung, di mana relasi antara mereka dan penonton menghasilkan interaksi timbal balik yang hidup. Kaset ini dirilis oleh Tapestry Records dengan jumlah terbatas 100 buah.

Tidak seperti kebanyakan gig di Jogja, konser rilis malam itu dimulai pukul 8 malam tepat saat Summer in Vienna memainkan “Lemonade & Orange Juice”. Hal yang patut diapresiasi walaupun harus dibayar dengan jumlah penonton yang masih sepi di venue. Band pop asal Jogja ini memainkan delapan lagu, diantaranya “Squirrels”, “Have a Nice Day”, dan “Marshmallow Cheeks”. Penampilan yang terbilang terlalu ‘anteng’ dibanding panggung-panggung Summer in Vienna yang lain. “Falling Leaves” dimainkan sebagai penutup setlist mereka.

risky summerbee & the honeythief © Warningmagz
risky summerbee & the honeythief © Warningmagz

Tidak menunggu lama, giliran RSTH mengokupasi panggung. Dibuka dengan “With You”, nomor-nomor yang lebih bertenaga ditaruh didepan. Penampilan RSTH malam itu juga dilengkapi oleh animasi visual ciamik dari seniman Popok Tri Wahyudi. Setlist kemudian menyambung ke tembang “Revolution” dan “I Walk a Country Mile”. Sepanjang pertunjukan Risky Sasono dan Erwin Zubiyan sempat berganti-ganti instrumen.

Kecuali di “Pasar-Pasar Digelar”, tidak banyak narasi yang diceritakan Risky sebelum memulai lagu. “Pasar-Pasar Digelar” sebelumnya adalah lagu tak-berjudul yang diciptakan RSTH dalam rangka proyek seni mereka bersama teater garasi dari tahun 2007-2010. Repertoar instrumental pendek yang menayang. “Make a Print of Me” kemudian dimainkan dengan apik.

“Fireflies” lalu jadi lagu terakhir dari setlist di Paeans for Onlookers yang disuguhkan malam itu. Tanpa gebukan drum, lagu ini menjadi yang paling syahdu malam itu. Beberapa penonton yang duduk menyebar di lantai dua Kedai Kebun Forum ikut sing along lirih. “Setlist enam lagu di kaset berakhir di ”Fireflies” tadi ya…” ujar Risky sebelum mengangkat gitarnya lagi dan kembali memanaskan venue dengan “Slap & Kiss”.

Seperti setlist RSTH biasanya, “The Place I Wanna Go” lalu didapuk menjadi pamungkas. Masing-masing personil bermain maksimal, menjalin suara masing-masing instrumen dalam salah satu lagu andalan RSTH. Ketika Risky pamit di ujung lagu, penonton yang masih belum mau beranjak menagih encore yang kemudian dikabulkan. “Flight To Amsterdam” lalu menyuara sebelum akhirnya konser rilis itu benar-benar selesai.

Sebuah konser rilis yang manis meski tidak terlalu meriah. Tapi tentu saja, bahwa live-act RSTH tetap maksimal tidak perlu diragukan. Pertunjukan live yang memang selalu lebih ‘jadi’ daripada rekaman album, karena ia tidak hanya didengarkan. tapi juga ‘dialami’. [WARN!NG/Titah Asmaning]

Event by: Risky Summerbee & The Honeythief
Date: 17 Mei 2015
Venue: Kedai Kebun Forum, Tirtodipuran, Yogyakarta
Man of The Match: Saat nomor “The Place I Wanna Go” dimainkan dengan megah.
Rating: ***

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response