close

Menggugat Denny Jabingan

207016
Aksi "Denny JA Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra”
Aksi “Denny JA Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra”

Deretan umpatan “Bajingan!” lantang diteriakkan mengekori nama Denny JA yang malam itu (26/10) menjadi sasaran perlawanan para sastrawan. Bunderan UGM menjadi panggung parade seni dan sastra bertajuk “Denny JA Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra” yang diadakan oleh Aliansi Anti Penipuan Sastra. Gerakan ini adalah rangkaian perlawanan para pegiat sastra Indonesia atas usaha penipuan sejarah sastra melalui terbitnya buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” oleh tim8.

Denny JA dan tim8 dianggap telah melakukan penipuan publik melalui buku tersebut dalam 3 bentuk: (1) membuat klaim-klaim asersif yang tidak mampu dibuktikan secara kritik sastra atas kehadiran buku, (2) memaksakan definisi dan kriteria yang tidak definitif dengan memobilisasi para insan sastra melalui kucuran dana, dan (3) beresiko memunculkan konflik kepentingan yang membawa pada potensi kecurangan. Sebelumnya gerakan ini, pada 7 Januari 2014 lalu petisi yang mendesak Kemendikbud agar segara mengambil langkah tegas pada buku ini sudah diunggah ke situs change.org. Tantangan debat publik dan pengkajian ulang buku tersebut juga sudah dikeluarkan, namun tidak mendapat respon dari Denny JA. Beberapa kasus hukum yang dinilai kurang tepat juga muncul dan melibatkan beberapa nama penggerak perlawanan sastra ini.

Acara ini dibuka dengan pembacaan kronologi kasus oleh Irwan Bajang dari Indie Book Corner yang dilanjutkan dengan orasi oleh Iwan Pangka. Yel-yel “Denny JA!” yang disambut dengan makian “Bajingan!” terdengar berulang-ulang. Lebih dari 20 komunitas sastra juga turut menyatakan dukungan lewat penampilan mereka. Komunitas Ngopi Nyastro, Lesbumi Cabang Jogja, Teater 42, Raykat Puisi, Mediasastra.com, Bengkel Sastra dan beberapa komunitas lain misalnya, menampilkan pembacaan puisi ataupun musikalisasi puisi. Hadir juga salah satu inisiator petisi dan acara ini, Saut Situmorang ke atas panggung untuk berorasi.

“Rencananya setelah malam ini kami akan menghubungi Bapak Faruq H.K., terus nanti akan memakai salah satu tempat di universitas, entah nanti bentuknya seminar atau apa tapi itu sebagai follow up dari gerakan ini,” ujar Padmo Adi dari komunitas Ngopi Nyastro. Menurut Padmo Adi,  pelaksaan parade seni di Bunderan UGM ini juga merupakan simbol atas ironi bahwa ada beberapa pihak dari instasi pendidikan yang bahkan mengidolakan Denny JA. Selain gerakan turun ke jalan ini, perlawanan juga terus dilakukan di media sosial dan ranah hukum. [WARN!NG/ Titah Asmaning]

Petisi bisa dilihat disini -> http://www.change.org/p/ayo-tanda-tangani-petisi-terhadap-buku-33-tokoh-sastra-indonesia-paling-berpengaruh?share_id=FuIrlOubta&utm_campaign=autopublish&utm_medium=facebook&utm_source=share_petition

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response