close

Menghidupi Ingatan tentang Erwin Zubiyan

IMG_0493

Sebuah gitar Les Paul berwarna kuning diletakkan di pojok kanan panggung, disinari lampu, statis. Tapi di benak setiap orang yang hadir malam itu, muncul ingatan tentang Erwin Zubiyan yang sedang beraksi, dan RSTH yang tak akan pernah sama lagi.

Gitar Erwin Zubiyan
Gitar Erwin Zubiyan

Ketika kabar meninggalnya Erwin Zubiyan tersebar awal November lalu, tidak hanya Risky Summerbee & The Honeythief yang kehilangan gitarisnya, publik juga kehilangan salah satu gitaris terbaik di panggung musik Jogjakarta. Demi merayakan kiprah gitaris asal Pekalongan tersebut, RSTH menginisiasi “Seluruh Lampu Sudah Dinyalakan”, sebuah konser tribute untuk Erwin Zubiyan yang diselenggarakan Kamis (17/12) lalu di IFI-LIP Sagan, Jogja.

Answer Sheet
Answer Sheet
Answer Sheet
Answer Sheet

Selama 2,5 jam, RSTH mengajak beberapa musisi Jogja yang pernah bersingungan karya dengan Erwin Zubiyan untuk tampil. Sekitar 150 orang hadir duduk memadati venue. Konser dimulai tepat waktu ketika Answer Sheet membuka setlist. Penampilan yang cukup singkat karena mereka hanya membawakan tiga nomor, yaitu “Stay Leave”, “Hills on Rabbit Face” dan “Sadranan Beach”. Venue gelap sekejap ketika personil RSTH memasuki panggung. Walaupun di lagu pertama ada kendala teknis yang cukup mengganggu, mereka kemudian melanjutkan nomor “Pillow Talk” dengan mulus. Malam itu, posisi gitaris di RSTH yang kosong diisi dengan apik oleh Gigih Prayogo.

Sarita Fraya
Sarita Fraya
Jay Afrisando
Jay Afrisando

Sarita Fraya kemudian diundang ke panggung untuk berduet menyanyikan “In The City”. Ia juga kemudian tampil solo menyanyikan lagu barunya, “White Ocean”. Tampil juga Jay Afrisando yang memberikan warna lain di “Dim Light Ray” dan “She Flies Tomorrow” dengan tiupan saxophone olehnya. Salah satu kolaborasi paling emosional malam itu adalah ketika Luise Najib tampil. Pasangan duet Erwin Zubiyan Wangi Hujan ini tampil anggun menyanyikan “Fireflies” secara akustik diiringi oleh Risky Summerbee. Tanpa dikomando, sing along lirih menyuara saat reff dilantunkan. Wangi Hujan sendiri adalah proyek musik lain Erwin Zubiyan, duo pop-folk yang juga mulai terdengar namanya di Jogja. “Ini pertama dan terakhir kalinya aku main di Wangi Hujan tanpa Mas Erwin,” ujar Luise sebelum tampil tanpa RSTH menyanyikan “River” dan “Rindu” yang merupakan salah dua nomor andalan Wangi Hujan.

Louise Nadjib
Luise Nadjib
Frau
Frau

Setelah Luise, RSTH mengundang Frau untuk bergabung dengan Oscar –nama keyboard Frau. “Day Ellapsed” menyuara, disambung dengan “On a Bus” yang lebih bertenaga. RSTH kemudian mendapat suntikan bebunyian garage ketika Roby Setiawan memainkan gitarnya di nomor “Flight to Amsterdam”. Tidak bisa dipungkiri bahwa “Flight to Amsterdam” malam itu seperti dipinjam sepenuhnya oleh Roby dan jadi sangat FSTVLST-esque. Tensi pertunjukan semakin naik saat Farid Stevy kemudian mengokupasi mic dan membacakan larik-larik syair di “Hal-Hal Ini Terjadi” dengan gaya teatrikal apik.

Robi FSTVLST
Roby Setiawan
Gunawan Maryanto
Gunawan Maryanto

Lepas itu, sastrawan Gunawan Maryanto yang pernah berkolaborasi dengan Erwin dalam beberapa pentas di Teater Garasi maju membacakan puisi tulisannya. Larik demi larik dibacakan dalam sunyi sampai ketika baris terakhir selesai dan belasan bola lampu yang menggantung di atas panggung menyala bersamaan. “Seluruh lampu sudah dinyalakan, Win,” tutup Gunawan Maryanto diikuti lagunya yang menyuara ke seluruh ruangan. Tatapan saya, dan mungkin sebagian besar penonton lain lalu secara otomatis terpaku pada gitar kuning Erwin di pojok kanan panggung. Sebuah artefak yang mewakili kehadiran almarhum di sana malam itu.

RSTH
RSTH
RSTH
RSTH
Gitar Erwin Zubiyan
Gitar Erwin Zubiyan

RSTH kemudian menutup konser panjang tersebut dengan “The Place I Wanna Go” dan “Picture of Yesterday” dengan sangat prima. Sebuah konser tribute kolaboratif yang digarap dengan sangat apik. Adalah baik juga ketika panitia tidak kemudian menambahi gimmick berlebihan untuk misalnya memancing emosi untuk mengenang almarhum. Sedikit guyonan, penampilan RSTH yang tetap prima dan antusiasme penonton yang tetap baik justru membuktikan bahwa kita semua sudah cukup dewasa dalam menyikapi sebuah kehilangan. Selamat jalan Erwin Zubiyan. [WARN!NG/Titah Asmaning]

lihat galeri event di sini

Event by: Risky Summerbee & The Honeythief

Date: 17 Desember 2015

Venue: Auditorium IFI-LIP Sagan, Jogja

Man of The Match: Penampilan akustik “Fireflies” bersama Luise Najib dan dua lagu penutup konser.

[yasr_overall_rating size=”small”]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response