close

Menyampaikan Pesan Toleransi ala The Tetz

_DSC0070
Dok. The Tetz

 

“Tolong tunggu sebentar//Tunggu saja sebentar//Setengah jam sebentar//Jumatan…di depan…slamanya…” Kira-kira seperti itu potongan lirik dari The Tetz yang berjudul “Sebentar, Mau Jumatan”. The Tetz sendiri ialah sebuah alterego dari seorang Akbar Tetuko Bagaskoro yang akrab dipanggil Tet.

Diprakarsai lewat kesederhanaan konten musik serta chords-nya, lagu tersebut tercipta dengan sekejap saat terik Jum’at membabat jendela kamar. Dengan ingatan seadanya, terbesut waktu itu bersama dengan joystick dan PES 2016 yang mana bertanding dengan Nareswara, salah seorang teman Tet yang biasa dipanggil Bobi. Adzan berkumandang. Padahal masih menit ke-63.

Lebih jauh dari itu, lagu ini tersebut tak hanya tentang sholat, ibadah, atau satu pihak agama. Namun, juga tentang jiwa kebebasan hubungan tiap manusia dan semesta (hablumminannas). Hal sesimpel pertandingan PES itulah yang membuat Tetuko tersadar, bahwa manusia adalah seperti apa manusia di sekitarnya.

“Entah masyarakat nantinya menangkap “inti” dari lagu ini seperti apa, itu hak masing-masing. Asalkan tetap dalam lingkup tak menyakiti siapapun, tak apa. Urusanmu dengan Tuhanmu, urusanmu. Urusanku dengan Tuhanku, urusanku. Tapi, aku, kamu, dan segala makhluk-Nya tetap berurusan dengan senyuman,” ungkap The Tetz dalam rilis pers yang diterima WARN!NG.

The Tetz, lewat lagu ini, memperkenalkan diri pada semesta. Dengan kesimpulan sifat yang dimiliki The Tetz tersendiri dari semesta atau pendengar di manapun berada. Berbeda pasti. Toleransi. Pulang. Kebebasan. Hablumminannas. Horisontal. PES. Rokok. Manusia. Selalu manusia. Selaku manusia. Selamanya manusia.

Lagu “Sebentar, Mau Jumatan” dapat didengarkan lewat Soundcloud. [WARN!NG/Unies Ananda Raja]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response