close

Merayakan Rockabilly, Menghidupkan Elvis Presley

IMG_4141
Elvis Presley 80th Birthday Bash
Elvis Presley 80th Birthday Bash

Ada yang tak habis dari sosok legendaris seorang Elvis, dikenal sebagai maha bintang ‘Rock N Roll’ sepanjang masa. Apapun yang melekat pada Elvis; gaya, sifat, cara berpakaian, dan berbuah simbol-simbol panutan generasi. Setiap tahunnya, ada dua perayaan khusus, yaitu memperingati hari kelahiran–sekaligus kematiannya.

Jumat Malam (23/01), bertempat di Oxen Free Café, Malioboro, Jogja, sebuah acara digelar oleh Rock’in Spades Rockabilly Club YK, bertajuk “Elvis Presley 80th Birthday Bash”, angka yang tiap tahun bertambah dan patut untuk dirayakan. Bagi penggemar Elvis, mereka selalu meyakini bahwa sosok Elvis akan terus hidup. Elvis memang sosok besar. Perbincangan di wilayah skena rockabilly tak pernah lepas dari sosok Elvis. Ia dilahirkan untuk merevolusi musik dan membawa kejayaan rockabilly sampai level tertinggi.

Terkisahlah rockabilly, yang kita kenal dengan genre musik paduan country, rhythm, dan blues, terlahir di awal hingga pertengahan tahun 1950-an di Amerika. Gaya ini sangat popular di dekade 50-an. Lalu tersebutlah Elvis Presley sebagai bintang besar nan terkenal. Namun, sepeninggal Elvis geliat musik rockabilly seolah meredup, meski kita juga mengenal banyak tokoh lain seperti Jerry Lee Lewis, Roy Orbinson, Johnny Cash, dll. Pada akhir tahun 70-an dan awal 80-an, geliat Rockabilly kembali bangkit, dan sampai kini bertahan sebagai sub-budaya. Ada yang selalu menarik dengan musik rockabilly, yaitu nuansa originalitas yang selalu bertahan dari awal kelahiran sampai kini. Jika kita mau membandingkan, misal kita dapat dengan mudah membedakan rock klasik dan rock modern, mengenal sub-genrenya dengan pembeda yang jelas. rockabilly seolah mempunyai ruh yang tak tergantikan, sebagai contoh ia dengan instrumen yang sama, tampilan kostum, dan irama-iraya yang khas, rockabilly tetaplah rockabilly. Mendengarkan rockabilly dulu, kini, dan barangkali esok tetaplah satu nuansa, meski rockabilly sendiri juga mengenal varian, seperti psychobilly, gothabilly, deathcountry, dan lain-lain.

Pengunjung berdatangan, kebanyakan telah terbekali lewat kostum, untuk cowok, rambut klimis sarat necis sepatu jenis wingtip, bagi cewek mengenakan setelan dress yang kini banyak dikenal gaya pin-up, lipstick tebal, ada juga model rambut turut menjambul, sebagian ini dikenal dengan gaya rockabella. Ada yang tampil biasa, tanpa persiapan kostum khusus, utamanya menikmati sajian musik yang siap didendang malam itu. Dari yang sekadar duduk mendengarkan, mengangguk-angguk, bernyanyi bersama, sampai turut bergoyang di kerumunan. Beberapa daftar musisi turut unjuk suara tak asing di wilayah skena rockabilly, seperti Ancaman Kota, Milky Racers, Coctail Blues & Hanche Presley, dan Kiki & The Klan.

Ada yang spesial dari deretan tersebut. Di kesempatan ini hadir ikon spesial yang di kenal dengan Elvis Tribute Artist. Adalah Hanche Presley, pria asal Bandung, sapaan Elvis Indonesia melekat padanya. Publik telah membaptisnya dengan nama Hanche Presley. Menurut Hanche, gambaran Elvis Tribute Artist yaitu mengabadikan momen Elvis, saluran bernostalgia, dan untuk menghadirkan Elvis di mana pun panggung merindukan. Ia mengaku sudah tergila kepada Elvis semenjak di bangku SD. Sejak kecil ia sudah berani tampil beda dengan gaya rambut dan memodifikasi celana. Di mata Hanche, Elvis adalah sosok besar, ini terbukti setelah dia meninggal, penggemarnya tidak berkurang, tapi justru bertambah. Sosok Elvis sangat mempengaruhi karier Hanche, melalui Elvis ia menemukan berbagai pencapaiannya. Pernah hadir di gelaran bergengsi Elvis, di Singapore 2004, dan di Jepang 2008. Kini, ia satu-satunya Elvis Tribute Artist di Indonesia yang memiliki lisensi dari manajemen Elvis langsung.

Perayaan gemilang usia Elvis tak lantas hanya mendendangkan lagu-lagu Elvis. Di panggung, Kiki and The Klan menyanyikan lagu yang sama legendarisnya, lagu itu karya musisi Indonesia yang cukup populer dijamannya, seperti “Gereja Tua” milik The Mercys, atau “Serdadu” kepunyaan Iwan Fals, penonton pun lebih leluasa untuk menyanyi bersama, menjadi meriah karena kebanyakan hafal di luar kepala, seketika lantai dansa dikerubut tuntas. Syahdu dan merdu ketika Hanche unjuk tampil dengan melantunkan sepuluh nomor Elvis lewat iringan Coctail Blues, diantaranya “Don’t Be Cruel”, “I Beg Of You”, “Burning Love”, dan “Always On My Mind”. Cocktail Blues tak lupa memainkan nomor kepunyaannya sendiri, “Let’s Go” dan “Beautiful Summer”, ada juga vesi cover dari Stray Cats, seperti “Rock This Town”. Sementara Milky Racer mengandalkan “Black Slack”, lagi tak kalah seru aksi Ancaman Kota membawakan soundtrack Sponge Bob Squarepant.

Athonk Sapto, selaku penggagas acara, dikenal sebagai penggiat skena rockabilly semenjak tahun 2000-an mengungkapkan, “merupakan sebuah kehormatan dapat mengudang Hanche dalam pergelaran Elvis Birthday Bash. Selain itu panggung merupakan bentuk apresiasi terhadap para musisi rockabilly.” Athonk menambahkan, “Elvis adalah superstar di dunia showbiz. Dia tidak hanya bermusik, dikenal juga sebagai aktor, punya pengaruh luar biasa di dinamika musik kancah dunia. Tokoh legendaris itu pantas untuk dirayakan”. Malam larut, pesta telah dilantunkan. Panjang umur Elvis, Umur panjang Rockabilly. [WARN!NG/ Huhum Hambily]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response