close

Merayakan Spark Plug di Pesta Manis Sugar Bitter

Moiss 1

Langit selatan kota Semarang pada Minggu (24/4) sore lalu tampak lebih gelap dibanding sisi lainnya. Mendung sudah menggantung, menutupi Gunung Ungaran yang cukup gagah. Kekhawatiran mulai muncul karena cuaca memang kadang tidak ingin bersahabat, menjadi pembeda antara Semarang bagian atas dan bawah. Padahal, hari itu Sugar Bitter akan terlahir mejadi sebuah grup yang utuh dengan merilis album mini perdana yang mereka beri tajuk Spark Plug, dalam pentas temu dengar bernama Spark Show. Selain Sugar Bitter sebagai bintang utama dalam Spark Show, pesta peluncuran album mini Spark Plug yang diadakan di Clapper Movie Café, Banyumanik, Semarang tersebut juga turut menampilkan Soundgrass, Gold Thief, Moiss, dan Kavvah (Yogyakarta).

Selepas pukul 19.00 WIB, Soundgrass mulai tampil sebagai band pembuka. Kuartet grunge tersebut menginvasi ruangan kafe yang memang dialihfungsikan menjadi panggung. Spark Show sendiri merupakan gig pertama yang dicicipi oleh Soundgrass, begitu menurut keterangan sang vokalis sebelum menghentak dengan membawakan dua buah lagu milik Nirvana. Tingkah vokalis Soundgrass yang tengil dan komentar-komentarnya terhadap siapapun yang ada di sekitar panggung cukup menghadirkan tawa dalam acara tersebut. “Selamat kepada Sugar Bitter atas perilisan album mininya.Beli rilisannya dan beri tepuk tangan untuk mereka. Oh ya, siapa bilang kalau kami tidak punya lagu sendiri? Lagu terakhir dari kami, “Blame”!” cetus vokalis Soundgrass. “Blame” merupakan single Soundgrass yang memiliki karakter a la musik-musik seattle sound dan cukup akrab di telinga.

Setelah Soundgrass, Gold Thief mendapat giliran untuk mengisi rangkaian acara Spark Show. Kehadiran Gold Thief memang patut ditunggu setelah grup pop folk tersebut memilih untuk hiatus pasca rilis album mini To Get The Answer pada 2013 lalu. Meskipun hanya menyisakan satu anggota asli, Gold Thief yang ‘baru’ kali ini tetap berada di jalur yang mereka imani. Pada penampilannya tersebut, Gold Thief menyajikan musik dengan irama landai dan melodi-melodi ringan yang terdapat dalam album mini mereka. Secara berurutan, Gold Thief membawakan empat lagu yaitu “Make a Change”, “Farewell”, “To Get The Answer”, dan lagu terakhir bertajuk “I See The Rain” yang juga ikut dinyanyikan oleh pengunjung Spark Show.

kavvah
kavvah
moiss
moiss

Clapper Movie Café mulai tampak padat setelah Moiss naik ke panggung. Meskipun terlihat malu-malu, pengunjung Spark Show secara bertahap mendekati area panggung. Venue yang sempit tidak menyurutkan antusisme mereka terhadap acara ini. Moiss membuka penampilannya dengan “Sink” yang disambut gerakan-gerakan kecil para pengunjung di lantai dansa. Kemudian, “Blue” mengajak penonton untuk menunduk ke sepatu secara khidmat. Keheningan yang disuguhkan Moiss tersebut tak berlangsung lama ketika “This is Real” mulai menghentak, beberapa penonton yang berada tepat di depan panggung tampak kegirangan dan mengangguk-angguk kecil. Sebelum “Golden/Grey” menjadi penutup penampilan Moiss.

Kavvah, satu-satunya band dari luar kota yang turut tampil dalam Spark Show mendapat giliran setelah Moiss turun dari panggung. “Halo, Semarang! Perkenalkan, kami Kavvah dari Yogyakarta.Ini adalah pertama kalinya kami tampil di Semarang berkat teman-teman Sugar Bitter.Semoga kalian senang”, Amanda memperkenalkan grupnya tersebut dengan wajah yang riang. Pengunjung yang memang masih asing terhadap Kavvah perlahan-lahan mulai menjauhi area panggung meskipun tidak semuanya begitu. Beberapa yang masih tersisa di lantai dansa tampak antusias mencermati Kavvah yang waktu itu membawakan “Caramelized”, “It’s You”, “Crash”, dan “Senandung Lembayung”. Karakter suara mezzosopran milik Amanda terdengar cukup anggun ketika diiringi bunyi-bunyian a la surf rock. Tak malu-malu, Amanda juga mengajak beberapa penonton di depannya untuk bertepuk tangan mengikuti irama lagu.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya mendapat giliran.Sugar Bitter mengambil alih panggung diiringi tepuk tangan dari pengunjung Spark Show. Lantai dansa mulai tampak ramai seperti sebelumnya. Beberapa penonton perempuan meneriakkan nama vokalis dan gitaris Sugar Bitter yang memang memiliki wajah rupawan. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada teman-teman semua dan juga band-band yang ikut mengisi acara perilisan album mini kami. Rasanya sangat senang telah mendapat dukungan seperti ini,” buka Lazuardi Rifki, vokalis Sugar Bitter. Pada pesta perilisan album mininya tersebut, Sugar Bitter membawakan total enam buah lagu yang terdapat dalam Spark Plug. Secara berurutan, Sugar Bitter membawakan “Casket of Cosiness”, “Melancholic Triumph”, “You Only Die Once”, “Story Teller”, “Heart Failure”, dan ujung tombak yang dinantikan penonton sebagai penutup yang berjudul “Caffeinated Man”. Pada lagu terakhir tersebut, penonton tampak antusias karena “Caffeinated Man” sudah terlebih dulu diperkenalkan sebagai single. Dalam kesempatan tersebut, Sugar Bitter juga meresmikan Dimas Sadewa sebagai bassist baru mereka.

Afri, salah satu pengunjung menuturkan bahwa Spark Show tak ubahnya gig yang konvensional. “Dari segi konten, Spark Show terkesan biasa meskipun ada sesuatu yang dirilis oleh Sugar Bitter. Menurut saya, seharusnya ada sesuatu yang berbau ceremonial mengenai perilisan album mini tersebut,” ujar Afri. Namun, Spark Show sendiri memiliki kesan tersendiri yang dapat menjadi pelecut bagi band lain di Semarang untuk mengadakan acara serupa perihal sebuah perilisan album. “Saya berharap, band-band lain di semarang memiliki rasa iri terhadap Sugar Bitter dan mengekspresikannya ke bentuk yang positif,” Afri menambahkan.

Terlepas dari pendapat Afri, apa yang dilakukan oleh Sugar Bitter melalui Spark show memang layak mendapat apresiasi. Sebuah pesta perilisan album tidaklah harus dilaksanakan dalam skala yang besar ketika ada kawan-kawan dekat, media, dan band-band lain yang mau mendukung dan ambil bagian. [contributor/Galang Aji Putro]

Event by         : Sugar Bitter

Date                : 24 April 2016

Venue             : Clapper Movie Café, Jalan Jati Raya no 51, Banyumanik, Semarang

Watchful Shot: Moiss melalui “This is Real” dan tentu saja Sugar Bitter ketika menutup acara dengan “Caffeinated Man”

[yasr_overall_rating size=”small”]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response