close

Merindu Mocca di Panggung Surga

1431594067461_resized
mocca © Warningmagz
mocca © Warningmagz

Taman Balekambang Solo yang akhir-akhir ini menghembus nafas wingit disulap menjadi surga. Adalah UNIPRO Event Organizer yang menggagas berdirinya rumah bahagia bertajuk Heaven On Stage. Konser malam itu menyuguhkan Mocca sebagai penghuni mulia. Band yang baru saja ‘pulang ke rumah’ itu memang sudah lama ditunggu sejak album barunya, “Home” diluncurkan.

Pintu surga gelaran Heaven on Stage yang mulai terbuka belum memperlihatkan keindahannya. Konser ini dibuka dengan gema dari Sisa Sore. Membawakan lagu legendaris “Love”, mereka mulai melenggang. Sekali lagi mereka berdendang sarat kenangan, kali ini “Route 66”. Sisa Sore memang terlihat skillfull dari dua materi di atas. Band yang baru terbentuk dan memproklamirkan lahir dengan balutan pop jazz ini lanjut dengan lagu mereka sendiri, “Semesta Rindu”. Sayangnya, untuk tagline pop jazz tidak terasa di nomor ini. Mereka masih berseragam pop kebanyakan, mungkin masih menyimpan kejutan untuk kemudian.

Issue, band yang baru hitungan bulan ini lalu mencoba bersuara. Antusias penonton yang kurang komunikatif membuat geleng kepala. Usaha yang baik sudah ditampilkan. Komposisi apik pun mereka pamerkan. Tapi sayang, Issue sedang tidak bersabahat dengan pengeras suara. Teknis audio yang berupa megah ini malah mengganggu potongan balada mereka.

Panggung yang diibaratkan sebagai surga malam itu kemudian jadi saksi bagaimana Pathetic Waltz mengajak berjingkrak. Sentilan pembawa acara kepada penonton untuk berdiri sangat membantu. Pada upacara inilah Pathetic Waltz memimpin serdadu lewat lagu-lagunya, seperti “Malam” dan lainnya. Stage act yang cukup apik dibanding dua band sebelumnya menyimpul bahagia. Tapi maaf, sekali lagi banyak yang disayangkan dari segi sound system. Sayang sekali, mungkin semua perlu sadar bahwa pertunjukan adalah sebuah kemasan yang kompleks akan menu perhitungan.

Masih dengan band pembuka, sekarang giliran Meltic. Menduduki second line, band idola remaja di Solo ini terlihat beda. Mulai dari persiapan di stage, hingga jumlah lagu yang dibawakan. Bukan persoalan kasta, tapi semua dinilai dari proses dan buah karya. Penampilan duo yang malam itu dibantu oleh musisi-musisi Solo lainnya, cukup menarik antusias. Karya-karya di album 17 mereka bawakan, sontak beberapa kali terjadi koor masal oleh sebagian penonton. Lagu demi lagu berhasil disajikan, masalah teknis pun sebagian besar berhasil ditepis. Saatnya mereka memberikan singgasana oleh sang mulia, Mocca.

Riuh panggilan untuk idola. Satu per satu personil Mocca melangkah ke singgasana panggung surga. Lambaian tangan sang biduan, Arina, yang seperti biasa selalu ramah terlihat istimewa. Mocca siap mengokupasi panggung.

Penasaran dengan penampilan langsung materi dalam album Home, “Imaginary Girlfriend” langsung membuka. Satu lagu selesai, dan lanjutan sapa masih ditebarkan. Selanjutnya, “Stars In Your Eyesberbinar di hadapan ratusan pasang mata.

mocca © Warningmagz
mocca © Warningmagz

“On The Night Like This” dan “Secret Admirer” mewakili dari album Friends dan My Diary. Lagu yang paling ditunggu akhirnya dilantunkan syahdu. “Hanya Satu”, bisa diprediksi lagu ini menjadi satu-satunya yang mengudara paling keras. Hampir seluruh penonton menyanyikan. Lagu berdurasi pendek dan gubahan sederhana ini mampu mengatur dinamika pertunjukan.

Seakan ingin pemujanya menuju puncak eargasm, Mocca lanjut dengan “I Remember”. Sekali lagi sing along dirayakan. Sempat tercipta jeda saat kejutan berupa kue ulang tahun dibwakan oleh Swinging Friends solo. Tidak lain tidak bukan kue itu untuk Arina yang baru saja berulang tahun.

Solo menjadi kota spesial karena dibawakannya “Changing Fate” untuk kali pertama. Single ini masuk dalam jajaran track dalam album terbaru mereka. Selain itu, konsep komunikatif yang biasa dilakukan oleh Mocca terjadi di lagu “Do What You Wanna Do”. Lagu yang selalu menghadirkan nuansa dikte oleh Arina kepada penonton ini berwarna meriah. Dari awal hingga akhir lagu kedua pemuja rindu ini tampak kompak.

Salah satulagu milik Bjork,Hyper Ballad” hadir di sela setlist Mocca. Dengan niat tidak menjadi Bjork, Mocca berhasil. Di beberapa kali kesempatan, mereka memang menggarap lagu perempuan Islandia ini. Tapi malam itu, lagu rupawan tersebut seakan sambi lalu. Garapan yang apik kurang disambut penonton. Malah terasa kalah jauh dengan tracklist mereka sendiri. Momen ini memang sambutan untuk kembalinya Mocca. “The Best Thing”, “Bundle Of Joy”, “Me and My Boyfriend”, dan terakhir “Swing It Bob” menjadi deretan menuju penutup konser surga ini.

Sederet masalah teknis di panggung memang mengurangi kepuasan. Tapi, datang dengan tujuan menyambut sang idola pulang ke dunianya sudah luar biasa berkesan. Selamat datang! [WARN!NG/Sandy Nugraha]

Event by              : UNIPRO Event Organizer

Date                      : 10 Mei 2015

Venue                  : Taman Balekambang Solo

Man of The Match: Koor masal di lagu “Hanya Satu”

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.