close

Mocca Lepas Single Terbaru di Perayaan 17 Tahun Berkarya

Mocca
Mocca

 

Merawat keberlangsungan sebuah band bukan perkara yang mudah. Perlu upaya ekstra di tengah gelombang cobaan yang datang silih berganti; entah masalah kebosanan ataupun konflik internal yang hadir bak bom waktu. Namun jika melihat apa yang sudah dicapai Mocca hingga saat ini, rasanya asumsi di atas hanya ketakutan sementara. Mocca berhasil membuktikan setidaknya, bahwa mempertahankan band hingga usia belasan tahun bukan angan belaka.

Di tahun 2016, kelompok musik asal Bandung tersebut merayakan hari jadinya yang ke-17. Empat orang personilnya masih sama, dari awal pembentukan sampai detik sekarang: Arina Ephipania, Riko Prayitno, Toma Pratama dan Indra Massad. Mereka berempat tumbuh bersama, menghadapi masa yang tidak sebentar atas nama kecintaan terhadap musik.

Tak ingin kehilangan momentum perayaan, Mocca merilis sebuah single berjudul “When We Were Young” dalam format flexi disc. Lagu ini ditulis oleh Riko Priyatno dan untuk liriknya sendiri dibuat Arina Ephipania. Sebenarnya “When We Were Young” bukan materi baru. Adalah Java Jazz Festival yang menjadi medan pertunjukan lagu tersebut sekaligus menandakan kembalinya Mocca.

“Ceritanya sebenarnya terinspirasi dari film Up. Saya membayangkan bagaimana rasanya mengenang masa lalu ketika kita sudah berjalan jauh meninggalkan momen itu. Dalam kisah Mocca, ya kami sekarang sudah tidak muda lagi dan ada banyak kisah yang pernah mampir dalam tujuh belas tahun terakhir ini. Lagunya jadi relevan. Karena kalau ngomong gini, jadinya kami juga suka melihat ke belakang, apa saja yang telah kami lakukan bersama-sama. Termasuk melewati masa-masa susah dan bahagia bersama,” papar Arina Ephipania.

Perjalanan Mocca selama 17 tahun berkarya meninggalkan jejak cerita yang terdiri dari petualangan, perjuangan, dan tentunya komitmen sepenuh hati. Tidak bisa dipungkiri nama besar Mocca diraih lewat sekelumit proses panjang serta berbagai macam fase mengecewakan. Pastinya hanya bisa dilalui dengan kebesaran sikap.

“Kalau diingat, momen paling berat beberapa tahun ke belakang ini, ya tentu saja absennya Arina dari kehidupan kita semua di Indonesia. Pada saat itu, ya kami tidak aktif di panggung. Lumayan membuat kerinduan yang akut, baik untuk kami maupun para pendengar yang selalu bertanya kapan kami main,” ingat Riko seperti pada rilis pers yang diterima WARN!NG.

Di lagu “When We Were Young”, Mocca berkolaborasi bersama Vicky Mono, vokalis band metal Burgerkill. Seperti diakui Toma, kehadiran Vicky memberikan model pendekatan baru dalam mencampurkan musik asli Mocca dengan karakter dari lintas genre meski pada akhirnya perpaduan itu dapat dilewati dengan lancar.

“Tujuh belas tahun jelas tidak sebentar. Tapi kami berharap bahwa ini adalah sebuah milestone penting untuk Mocca. Dari sini, kami bisa melaju mengejar banyak hal yang mungkin saja muncul di masa yang akan datang. Yang paling penting, kami ingin terus berkarya,” tutup Indra Massad. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response