close

[Album Review] Mooikite – Strange Invitation

Strange-Invitation-cover-web-600×400

Mooikite – Strange Invitation

Takanmati Records

Watchful Shot : Eyering – In Nebula – Chaotic on The Spaceship

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Strange-Invitation-cover-web-600x400

Band yang sudah berlalu lalang di Surabaya sejak tahun 2007 ini sudah tidak asing bagi kita. Sejak kemunculannya sebagai New Comer ICEMA 2012, Mooikite yang sempat bergonta-ganti personil kini mantap dengan formasi barunya yaitu Ryanka (vokal), Yudis Cupu (bas), Anggra (gitar), dan Gilang Tilot (drum). Anggra yang dahulunya merupakan salah satu personil dari band Deskripsi Sebuah Mahasiswa merupakan pengisi formasi baru Mooikite yang sebelumnya diisi oleh Talka Putra.
Pada album baru Mooikite yang bertajuk Stranger Invitation ini kita dibawa kembali ke masa beribu-ribu tahun yang lalu, dimana saat itu kehidupan bumi belum terhantam oleh sebuah meteor dan membentuk sebuah paradoks tentang life-cycle on earth. Tema yang unik untuk sebuah album musik yang notabene ber-genre grunge. Album yang sempat tertunda ini akhirnya muncul dalam bentuk cassette dengan enam lagu di dalamnya. Walaupun dirilis dalam bentuk cassette, tak membuat performa Mooikite menurun, audio yang dihasilkan pun cukup sama seperti perform mereka saat live. Selain itu, dalam kemasan cassette tersebut di dalamnya sudah terdapat ‘unique code’ untuk mereka para penggila unduhan digital.

 

Pada nomor pertama, dibuka dengan “24 Old” yang mewakili unsur ‘humanity’. Beberapa lirik yang memberontak, noise memang ciri khas dari garapan Mooikite. Dilanjut dengan “Chaotic on the Spaceship” dan “Embrassing Sunset” yang liriknya berkesinambungan satu sama lain dari track pertama. “In Nebula” menjadi nomor andalan, delay dan looping yang kala itu masih dihasilkan oleh Talka Putra terdengar menggaung. Sekedar info, pada album ini, penggarapan materi gitar masih diisi oleh Talka Putra yang pada akhirnya resmi mengundurkan diri pada tahun 2014.

 

“Eyering” yang menjadi single pada album ini tentunya menjadi babak penentu dari isi album ini. Tak banyak looping dan delay seperti lagu sebelumnya, hanya saja Ryanka sang vokalis lebih banyak mengeluarkan pekikannya seraya berseru mengenai lirik lagu yang menurut anda sendiri mungkin sedikit membingungkan.
Ditutup dengan “Train”, lagi-lagi Mooikite berhasil membuat kita harus menikmati dengan peka bahwa lirik dan kualitas musik mereka patut untuk diperdengarkan. Dengan tempo yang sedikit lamban, “Train” setidaknya menjadi penutup yang unggul untuk album ini. “Faster faster faster faster in the black hole of the mother Earth, Move Faster!” merupakan sepenggal lirik yang terdapat di dalam lagu tersebut, dan sekali lagi Mooikite bukanlah Alice in Chains, maupun Pearl Jam. Namun mereka berdiri sebagaimana adanya band grunge progressive yang cukup menggemaskan di Surabaya. (Debby Utomo)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response