close

[Movie Review] Carol

carol-image-rooney-mara-cate-blanchett

Director: Todd Haynes

Cast: Cate Blanchett, Rooney Mara

Durasi: 1hr 58mnt

Studio: The Weinstein Company (2015)

carol
carol

Natal sejatinya menjadi momen membahagiakan buat semua orang. Toko-toko menjual aneka macam pernik dengan maksud mengundang pembeli datang. Sebaliknya, orang asyik keluar-masuk toko mencari kado Natal yang pas buat keluarga atau kerabat. Carol Aird, seperti kebanyakan orang, juga ingin membelikan kado Natal buat anaknya. Ia sedang melihat-lihat mainan di Frankenberg ketika matanya menangkap sosok Therese Belivet. Obrolan antara penjual dan pembeli pun terjadi. Carol akhirnya membeli satu set mainan kereta setelah mendapat masukan dari Therese untuk menjadikannya kado Natal.

Interaksi itu berlangsung biasa apabila kontak mata antara Carol dan Therese, jari Carol yang menggaruk bagian belakang leher, dan kepala Carol yang memalingkan muka ke arah Therese tidak terjadi. Obrolan singkat di toko mainan itu kemudian berlanjut ke pertemuan dan percakapan di kesempatan lain. Therese yang bosan dan bingung akan pekerjaan serta pasangannya merasa nyaman berhubungan dengan Carol. Hal serupa juga dialami Carol yang cemas menghadapi perceraian serta hak asuh anak semata wayangnya. Lebih daripada itu, mereka berdua saling jatuh cinta dan efek dari perasaan tersebut menjadi cerita dalam film “Carol” besutan sutradara Todd Haynes ini.

Konteks waktu yang mencolok dalam film ini bisa menjadi acuan untuk membaca kejadian-kejadian yang terjadi. Tahun 1950-an adalah periode di mana hubungan sesama jenis enggan dibicarakan dan sukar diungkapkan. Situasi tersebut lalu berusaha dihadirkan ke penonton lewat visual dengan warna gelap dari awal hingga akhir. Alunan audio berupa instrumen musik yang bernuansa sedih melengkapi atmosfer muram dalam film ini. Bahkan aura tersebut masih terasa ketika adegan yang menampilkan emosi gembira seperti saat Carol bertemu dengan anaknya atau saat ia berduaan dengan Therese berlangsung.

Atmosfer di atas selanjutnya lebih diperkuat dengan karakter kedua tokoh utama, Carol dan Therese. Rooney Mara yang memerankan Therese sukses memainkan tokoh gadis berumur 20-an yang pendiam dan gelisah. Tatapan mata yang kosong juga jauh, wajah yang mendung, serta sunggingan senyuman yang jarang nampak menghiasi wajah Rooney Mara di sebagian besar adegan film ini. Selain itu, Rooney Mara mengerti betul psikologi gadis umur 20-an yang kurang pengalaman. Adegan pertemuan pertama kali Therese dan Carol di sebuah restoran memperlihatkan rasa gugup Therese yang kentara. Ia juga tidak mengutarakan pendapat apapun ketika Carol menawarinya bepergian. Therese justru bersikap spontan dengan mengiyakan ajakan Carol dan meninggalkan kekasihnya.

Dalam hal ini, Cate Blanchett yang berperan sebagai Carol juga tak kalah menawan. Sosok Carol yang dewasa, berani, berpengalaman, tegar, dan banyak menanggung beban hidup lewat acting aktris asal Australia ini. Cate Blanchett berhasil membuat penonton memperhatikan seluruh dirinya ketika ia berinteksi dengan Rooney Mara. Sosoknya yang berpengalaman serta berani membuat kisah mereka berdua berkembang. Tapi, kedewasaan juga ketegaran Carol membuat dirinya harus mengambil keputusan terhadap hubungan yang terjalin. Semua karakter tersebut ditampilkan apik oleh Cate Blanchett di banyak adegan. Film ini pun sukses menyuguhkan karakter yang kuat sehingga unsur tersebut bisa membuatnya unggul meski dengan alur cerita yang mudah ditebak.

Kompleksitas cerita dan karakter yang kuat menjadi ciri film buatan Todd Haynes. Paling tidak hal tersebut muncul di dua filmnya, “Carol” dan “Far From Heaven”. “Far From Heaven” yang dibintangi oleh Julianne Moore, Dennis Quaid, dan Dennis Haysbert menampilkan hubungan percintaan antara wanita kulit putih yang ditinggal oleh suaminya yang gay dengan laki-laki negro di tahun 1950-an. Lewat filmnya, Todd Haynes meninggalkan jejak kecerdikan yang membuat penonton betah menikmati karyanya dari awal hingga akhir.

 

Dikirim oleh kontributor: Nindias Nur Kalika

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response