close

[Movie Review] The Conjuring 2

The Conjuring 2

The Conjuring 2

Director: James Wan

Cast: Patrick Wilson, Vera Farmiga, Madison Wolfe, Franka Potente, Bonnie Aarons

Durasi: 134 Menit

Studio: Warner Bros. Pictures (2016)

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Di awal tahun 2000-an, tidak banyak studio yang berani mengambil resiko untuk menggarap naskah horor orisinal. Mereka lebih memilih bermain aman, mendaur ulang materi lawas yang sudah terlebih dahulu tenar dan menarget para penggemar fanatik untuk mengembalikan modal produksi. Langkah seperti ini yang hingga sekarang masih sedikit meninggalkan citra buruk kepada genre horor dan semua turunannya.

Sampai di tahun 2003, sebuah rumah produksi kecil mengucurkan dana seadanya pada seorang sutradara kemarin sore untuk mengembangkan naskah yang ia tulis bersama temannya. Naskah itu akhirnya diberi judul Saw dan diputar perdana pada perhelatan Sundance Film Festival 2004. Saw tak disangka memberikan kontribusi besar pada genre film yang mulai usang, termakan trik yang begitu-begitu saja. Film tersebut terhitung sukses, baik dari segi finansial maupun kritik. Kini, sutradara kemarin sore itu sudah tidak hijau lagi, James Wan telah berhasil mengukuhkan reputasinya.

Selang satu dekade, tidak salah untuk menilai Insidious atau The Conjuring sebagai template film horor masa kini. Jelas, tidak ada maksud untuk melabeli James Wan sebagai sutradara horor terbaik, bahkan jika dibandingkan dengan generasinya sendiri. Kita masih punya nama-nama seperti Scott Derrickson, duet Alexandre Bustillo dan Julien Maury, hingga Rob Zombie yang harus dipertimbangkan untuk titel tersebut. Tapi yang jelas, karya-karya James Wan cukup efektif sebagai candu bagi para penggemar horor modern.

Setelah banting setir ke ranah film aksi dengan Furious 7 tahun lalu, James Wan kembali melanjutkan petualangan Ed dan Lorraine Warren dalam The Conjuring 2. Kali ini, adaptasi kasus paranormal The Enfield Poltergeist dijadikan tulang punggung narasi. Kasus tersohor lainnya yang pernah ditangani Ed dan Lorraine, The Amityville Horror—semacam Watergate dalam dunia investigasi paranormal—disajikan sebagai prolog dalam The Conjuring 2.

Lorraine Warren melakukan perjalanan astral untuk mengikuti rekam jejak Ronald DeFeo, Jr. ketika membantai keenam korbannya di rumah tersebut. Rupanya, Lorraine menemukan sesuatu yang lebih durjana, sesosok biarawati keji, lengkap dengan wajah serba putih pucat, menarik kesamaan dengan Marylin Manson. Usut punya usut, entitas tersebut tak lain adalah presiden neraka, menurut ilmu demonologi. Ya, neraka punya presiden, coba biasakan diri dengan fakta itu.

Lalu kita dipertemukan dengan keluarga Hodgson yang terdiri dari Peggy, seorang ibu yang harus membesarkan keempat anaknya dalam keadaan ekonomi serba sulit. Drama tidak berjalan lama karena Janet, salah satu anaknya mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Dari melindur dan becengkrama sendiri saat tidur hingga melakukan aksi telekinesis meledak-ledak ala Jean Grey.

Lewat pengenalan keluarga Hodgson, James Wan menyelipkan latar belakang emosional untuk menjembatani simpati penonton kepada setiap karakternya. Tidak sepenuhnya berhasil, tapi sulit juga untuk tidak terayu “Can’t Sop Falling in Love” yang dinyanyikan Ed Warren pada keluarga Hodgson di tengah film. Lagipula, bukan drama keluarga pelan dan mendalam yang diharapkan dari The Conjuring 2, ada Hirokazu Koreeda untuk hal itu.

Orang ingin menonton The Conjuring 2 agar mereka gelisah di malam hari, dan berpikir dua kali untuk meninggalkan kamar. Atas pencapaian tersebut, kredit lebih harus diberikan kepada sinematografi garapan Don Burgess. Walaupun tetap mengandalkan banyak jump scares dan cutting serba cepat, Don Burgess tidak ragu untuk menyusuri sudut-sudut gelap setiap ruangan, mencari cara baru untuk menghentikan jantung sesaat.

Beruntung biarawati Marylin Manson tidak dieksploitasi sebagai satu-satunya sumber kengerian. Karena sejujurnya, dengan banyaknya elemen horror lain di The Conjuring 2, sosok tersebut terlihat konyol. Salah satu trik terbaik bisa dilihat di sebuah scene dimana Ed Warren berupaya untuk berkomunikasi dengan arwah jahat yang merasuki Janet.

Interaksi antara Patrick Wilson dan Vera Farmiga sekali lagi membuat penonton tidak bosan untuk menjalin rasa kepada kedua tokoh utamanya. Begitu pula dengan Madison Wolfe yang bisa menyalurkan ketakutan seorang anak yang tidak tahu banyak mengenai kengerian yang menimpanya.

The Conjuring 2 mungkin tidak memiliki premis semantap pendahulunya, begitu pula dengan caranya merampungkan plot. James Wan memang tidak banyak bereksperimentasi di film ini sehingga jangan banyak mengharapkan kebaruan. Ada yang bilang kalau hal paling menakutkan adalah sesuatu yang tidak kita ketahui, The Conjuring 2 bukanlah salah satunya. Berbeda dengan pendahulunya, The Conjuring 2 tidak akan menjalar dalam pikiran dan meninggalkan terror berkepanjangan. Tapi tetap, sesekali anda akan menyesal karena terlambat menutup mata dan hanya bisa menahan urgensi untuk mengumpat kesal.

Membuat sequel bukanlah pekerjaan mudah, terutama film horror. Ekspektasi penonton akan semakin tinggi, sementara seorang sineas tidak bisa dengan gampang mengulang trik yang digunakan di film pertamanya. Beruntung The Conjuring 2 masih diselamatkan oleh keterampilan teknisnya sehingga tidak terasa begitu mengecewakan. Semoga saja James Wan membuang jauh-jauh ide untuk membuat spin-off tentang Biarawati Marylin Manson. Tolong, ambil pelajaran dari Annabelle! [WARN!NG/ Kevin M.]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response