close

[Movie Review] The Nice Guys

The_Nice_Guys

The_Nice_Guys

Director: Shane Black

Cast: Russell Crowe, Ryan Gosling, Angourie Rice, Margaret Qualley, Kim Basinger

Durasi: 116 menit

Studio: Warner Bros. Pictures (2016)

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Sebelum Quentin Tarantino disetarakan dengan tuhan, Shane Black telah terlebih dulu mengangkat kekerasan berlebih dan ocehan kasar tanpa konteks menjadi bentuk seni literatur.  Namun, dimulai sejak perilisan Iron Man 3, setiap tahun saya mengirimkan dua surat ancaman, satu untuk Shane Black dan satu lagi ditujukan kepada Ben Kingsley.

Menurut kepercayaan yang saya anut, ada tempat khusus di neraka bagi orang yang mereduksi Mandarin menjadi seorang idiot bernama Trevor Slattery. Niatnya, saya juga ingin mengirimkan surat kepada seluruh petinggi Marvel Studios, tapi segera saya urungkan atas nama kepraktisan.

Tak disangka, tugas mulia yang saya emban ini akan menjadi semakin praktis. Mulai tahun depan, saya hanya perlu mengirim surat ancaman kepada Ben Kingsley. Shane Black telah menebus lunas dosanya melalui komedi brilian berjudul The Nice Guys.

Ryan Gosling memerankan Holland March, seorang detektif swasta medioker tanpa indera penciuman atau kepekaan dalam bentuk apapun. Kompetensinya dalam menjalankan pekerjaan banyak bergantung pada seberapa beruntung dia pada saat itu. Satu malam pembuluh nadinya tanpa sengaja tersayat karena memecahkan kaca. Di malam lain, Holland menemukan petunjuk penting setelah jatuh terguling-guling dari atas bukit.

Setelah ditinggal mati istrinya, Holland March menjadi orang tua tunggal bagi Holly, yang menganggap ayahnya sebagai detektif terburuk di dunia. Bagaimana Holland merespon klaim ini? Ia dengan santai menunjukkan pamflet iklan “keren” yang ia buat, terpampang penuh bangga di pintu kulkasnya. Selain kumis tebal dan referensi kulturalnya yang terbatas, kepribadian Holland bisa dipahami dari respon yang tak berujung pangkal dan setengah pintar seperti ini.

March disewa untuk mencari Misty Mountains, bintang porno yang diyakini telah tewas sejak awal film. Pencarian Misty Mountains mengarahkan March pada Amelia, kolega Misty Mountains yang pernah bermain bersama untuk sebuah film. Merasa terganggu dan ketakutan, Amelia mencari perlindungan dengan menyewa jasa tukang pukul bernama Jackson Healy. Dari sini jalan takdir Healy dan March mulai bersinggungan. Mereka memutuskan untuk bekerja sama menyelidiki kejanggalan di balik kematian Misty Mountains dan dan beberapa nama lain dalam lingkaran profesionalnya.

Misteri ini menjadi penggerak plot utama The Nice Guys, membawa Healy dan March menyusuri seluk-beluk konspirasi yang melibatkan industri mobil Detroit dan jajaran tinggi pemerintahan. Jika saja The Nice Guys digagas dalam corak yang lebih serius, basis naratif solid seperti ini berpotensi besar menjadi neo-noir yang layak disetarakan dengan Chinatown. Namun perlu diingat, Shane Black berada di balik layar.

Ia adalah penulis cerdas yang memberi tolak ukur baru terhadap genre buddy cop action saat baru berumur 22 tahun. Plot yang dibangun sebegitu rapih dan menarik hanya menjadi bonus tambahan. Daya tarik utama The Nice Guys tetap terletak pada interaksi karakter Healy dan March.

Untuk mengimbangi kekonyolan Ryan Gosling sebagai March, Russell Crowe menghidupkan Healy sebagai karakter yang tidak banyak berbasa-basi, selalu berorientasi pada pekerjaan, dan senantiasa menguasai diri. Walaupun ia pribadi memandang profesinya lebih rendah ketimbang March, Healy jelas lebih amanah dalam menjalankan pekerjaan dengan segala kecakapannya.

Mengesampingkan intensitas dan keseriusan karakternya, Healy sesekali masih bisa mengundang tawa lewat selera komedinya tersendiri. Jika March menjagokan Hitler sebagai punchline, Healy punya komentar sinis terhadap monogami. Secara beriringan, mereka adalah duet komedi ganjil yang sejalan dengan segala kaidah dan konvensi genre yang dirancang oleh Shane Black sendiri.

Tidak ada kebaruan dalam The Nice Guys karena memang tidak perlu ada pembaruan. Percikan antusiasme dan kebahagiaan selalu muncul setiap kali Healy dan March berada dalam satu bingkai, bahkan tanpa perlu bertukar dialog. Reaksi antara kedua karakter ini menjamin setiap kelakar tersampaikan dengan penuh presisi.

Kendati keduanya saling melengkapi, satu karakter lagi dibutuhkan sebagai penggadang yang mempermulus residu dan memberi sentuhan akhir. Untuk mengisi celah ini, hadirlah Holly sebagai satu-satunya sumber akal sehat. Secara singkat, karakter Holly bisa dianggap sebagai versi Batgirl yang lebih berguna. Umur belia tidak menghalangi Angourie Rice untuk menegaskan pengaruh yang sama besar dengan akting Russell Crowe dan Ryang Gosling. Holly adalah seorang sidekick yang tak bisa begitu saja dilupakan.

Latar cerita banyak menyimpan satir dan sisi kelam di balik atmosfirnya yang funky. Los Angeles di tahun 1977 digambarkan sebagai pelimbahan segala bentuk dekadensi. Seks, narkoba, dan korupsi gencar dilakukan, mungkin sebagai bentuk balas dendam atas dekade horror yang baru saja usai. Dari dua adegan pesta dalam film ini, industri otomotif dan pornografi ditempatkan sejajar, sebagai penyumbang besar dalam kemunduran peradaban. Tapi sudah, The Nice Guys tidak dimaksudkan sebagai gambaran realistis sebuah era. Kalau mau dibandingkan, Inherent Vice bisa jadi lebih mendekati realitas, walaupun dengan cara yang lebih personal. Begitu pula dengan Boogie Nights, film Paul Thomas Anderson lain yang lebih waras.

Terlepas dari daur ulang formula Lethal Weapon, The Nice Guys lebih banyak menarik kesamaan dengan, Kiss Kiss Bang Bang, directorial debut Shane Black yang sering dilupakan. Bedanya, saat Kiss Kiss Bang Bang banyak mengangguk pada penonton dengan komentar postmodernis, The Nice Guys cukup sadar diri dan tidak berusaha menjadi barang lain. The Nice Guys adalah sejujur-jujurnya sekumpulan klise film, muncul sebagai alternatif segar di tengah pasar yang semakin jenuh dengan film franchise. The Nice Guys adalah sumber mata air yang belakangan menjadi langka dilanda kemarau summer blockbuster. [WARN!NG/Kevin M.]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response