close

Muktamar Akbar Macanista Sambut Moviemetalithicum

sangkakala(1)

Bulan Desember agaknya menjadi bulan yang bersejarah bagi barisan Macanista sejagad raya. Desember tahun lalu, sebuah pesta liar yang menggetarkan amphiteathre TBY dilangsungkan dalam rangka rilis album pertama Sangkakala, Heavymetalithcum. Desember tahun ini, keriaan tersebut dirangkum dalam sebuah film dokumenter berjudul Moviemetalithicum dan dirilis secara khidmat dalam sebuah muktamar akbar –begitu Baron menyebutnya— Macanista di IFI-LIP Sagan. Desember tahun depan apa lagi?

Sangkakala  © Warningmagz
Sangkakala © Warningmagz

Selasa (23/12) lalu menjadi malam yang bersejarah, tidak hanya karena Moviemetalithicum dirilis, tapi juga karena untuk pertama kali Sangkakala tampil formal dalam format akustik. Doggy House Records, yang kali ini mewadahi proyek Sangkakala sudah menggembar-gemborkan acara ini sejak lama. Ikbal Lubis bahkan juga membuat instrumen khusus untuk senjatanya malam itu. “Acara ini adalah uji nyali untuk 3 kelompok massa: Sangkakala gimana biar bisa main akustik, Macanista gimana menahan diri nonton Sangkakala anteng, dan Doggy House gimana membuat acara ini sukses,” ujar Baron di tengah acara. Singkatnya, rombongan pesta heavy metal ini sedang berusaha mendewasakan diri.

Muktamar akbar tersebut dimulai dengan pemutaran Moviemetalithicum yang berdurasi sekitar 36 menit. Film yang disutradarai Wowok Erwe ini merangkum persiapan-persiapan album sampai footage konser rilis Heavymetalithicum. Sebuah film yang menurut saya cukup penting dibuat karena mendokumentasikan proses kreatif salah satu band paling gila di Jogja. Moviemetalithicum sendiri diproduksi dalam 100 buah boxset spesial dan 400 keping DVD biasa. Buruan sedap untuk para kolektor macan yang lebih suka berpesta daripada menenteng senapan ke hutan.

“In To The Row” mengawali setlist akustik mereka. Sempat ada sedikit gangguan pada sound dan lighting sampai nomor kedua “Hotel Berhala” dimainkan. Baru di lagu ke-3, Sangkakala seperti mendapat feel akustik mereka. Choir kompak personil Sangkakala menjadi kejutan yang menyenangkan di awal nomor “Sangkakala”. Di mimbarnya, Baron berhasil memimpin permainan lagu nasional koloni macanista ini bak upacara kenegaraan yang khidmat.

Lupakan riff-riff gitar penuh distorsi gahar, karena Ikbal dengan senjata “Gitar Pencabut Uban Syetan” malam itu menggantinya dengan permainan gitar klasik dan gesekan biola yang sedap. Rudy Atjeh, Tatsoy dan Baron juga terlihat anteng di kursi mereka masing-masing. Departemen gitar akustik malam itu dipegang oleh Andre (additional guitar), yang juga memainkan piano di nomor ”Heavymetalithicum”. Dan menyesalah kalian macanista yang tidak menyaksikan aksi duet Baron—Rudy Atjeh menyanyikan “Heaymetalithicum” dengan iringan piano dan biola.

Salah satu aransemen yang paling berhasil dibawakan adalah “Kawan x Lawan”. Permainan akustik santai yang dibumbui choir personil di beberapa bagian bahkan membuat saya berpendapat versi akustik “Kawan Lawan” ini lebih sedap daripada versi aslinya. Setelah itu, “Kansas” dimainkan. Tatsoy juga memberikan penampilan istimewa dengan permainan perkusif dengan kendang di intro lagu pamungkas, “Tong Setan”.

Di konser ini, juga sempat ditayangkan teaser singkat tentang proyek Sangkakala untuk perayaan satu dekade umur mereka tahun depan. Panji-panji bergambar macan malam itu mungkin tidak berkibar-kibar, tapi kuartet macan glamrock ini berhasil menunjukkan taringnya yang lain. Di akhir acara, rasanya tidak hanya saya yang setuju bahwa ketiga kelompok massa yang tadi disebutkan Baron berhasil melalui uji nyali dengan sukses. Sang macan sudah lebih dewasa sekarang. [Warn!ng/Titah Asmaning]

Sangkakala  © Warningmagz
Sangkakala © Warningmagz

Event by: Doggy House Records

Venue: Auditorium IFI-LIP Sagan

Date: 23 Desember 2014

Man of the match: “Heavymetalithicum” dan “Kawan x Lawan”

Warn!ng Level: !!!!

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.