close

Murphy Radio: Metamorfosis Menuju Mathrock

Murphy Radio

Perjalanan dari Murphy Radio saya ibaratkan seperti metamorfosis ulat yang menjadi kupu-kupu. Mereka mengalami sempat mengalami fase bongkar personil dan perubahan gaya musik. Kini, mereka sudah mencapai fase terakhir dari metamorfosis. Lahirnya “Gales the Stargazer” menjadi sebuah tanda bahwa Murphy Radio telah mencapai fase terakhir metamorfosis, yakni kupu-kupu. Sebuah permainan music instrumental yang rapih dengan komposisi yang ciamik. Murphy Radio dengan “Gales the Stargazer” sudah terlihat matang dan impresif.

Murphy Radio sendiri berasal dari Samarinda. Band yang beranggotakan Wendra (Gitar), Akbartus Ponganan (Drum), Aldi Yamin (Bass) sudah terbentuk sejak tahun 2012 silam. Dari mereka bertiga Akbar dan Wendra merupakan personil tetap band ini. Nama Murphy Radio mereka ambil dari sebuah dialog dari film India yang berjudul “Barfi”. “Karena menurut kita cocok pada saat itu. Sampai akhirnya sekarang udah ganti aliran musiknya”. Dalam perjalanannya Murphy Radio  sempat berubah-ubah aliran musik. Murphy Radio sempat memainkan hiprock, hardrock, alternative, hingga pada akhirnya mereka memutuskan mathrock.

Acara kuliner Festival Sparkling yang berlangsung pada Januari 2016 menjadi ajang pertama untuk Murphy Radio mengenalkan dendang mathrock-nya. Saat itu Murphy Radio masih dipunggawai oleh duet Wendra dan Akbar. Bermain sebagai duo hanya bertahan sampai dua panggung berikutnya, yaitu Record Store Day Samarinda dan sebuah acara di Sangatta, Kutai. Setelah dua gelaran tersebut, mereka merasa harus melengkapi kekosongan di bagian bass. Akhirnya, mereka menemukan Aldi untuk menempati bagian pemetik bass di Murphy Radio. Pertemuan Murphy Radio dengan Aldi ternyata sudah berawal saat band ini masih memainkan music alternative . Saat itu Murphy Radio sedang bermain di sebuah acara di Samarinda. Durasi lama yang diberikan panitia membuat mereka terpaksa memainkan lagu-lagu instrumennya. Permainan musik instrumental Murphy Radio kala itu ternyata membuat Aldi terkesan. Singkat cerita, beberapa bulan setelah acara tersebut, bassist mereka keluar. Murphy Radio pun mengontak Aldi guna mengisi kekosongan personil serta persiapan tur pulau Jawa. Karena kedua pihak merasa cocok, Aldi pun bergabung dengan Murphy Radio“. Setelah ada Aldi permainan kita menjadi lebih harmonis karena ada unsur jazz yang biasanya dia terapkan di beberapa lagu Murphy,” ujar Wendra.

Agustus, 2016, Murphy Radio telah melakukan tur kedelapan kota di pulau Jawa. Ketertarikan mereka melakukan tur berawal dari postingan Indra Menus yang membagikan video live dari aksi Murphy Radio. Dari postingan tersebut, Akbar melihat respon yang bagus. Ia kemudian mengajak Aldi dan Wendra untuk tur di pulau Jawa. “Turnya sebenarnya tidak dalam rangka apa-apa, Cuma ada niatan memperkenalkan musik dari Murphy Radio. Juga supaya temen-temen disini (Samarinda) menjadi makin kreatif , lebih baik dan tidak ragu-ragu bikin musik yang baik dan beda,” jelas Wendra.

Dalam rangka tur tersebut, mereka mempersiapkan bekal berupa EP. Album ini berisi tiga buah lagu, salah satunya “Gales the Stargazer” yang berhasil masuk ke album kompilasi WARN!NG Vol. 1 – 2017.“Gales the Stargazer” merepresentasikan rasa penasaran seorang Galileo Galilei yang menemukan sesuatu melalui teleskopnya. Galileo terus mencari hingga ia menemukannya lalu menyimpannya untuk dirinya sendiri. “Gales the Stargazer” berikut dua lagu lain yang dimuat di EP sudah bias dinikmati di akun Bandcamp resmi Murphy Radio. [WARN!NG/Rifki Afwakhoir]

Download Murphy Radio – “Gales The Stargazer” di album kompilasi WARN!NG Compilation Vol. 1 – 2017 DI SINI!

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response