close

[Album Review] MXPX – Plans Within Plans

index
689222006108-1024x1024

What : Plans Within Plans

Label : Rock City Recording Company

Genre : Punk Rock

Rilis : 2012

[yasr_overall_rating size=”small”]

Menyimak kado dirgahayu ke 20 dari trio pop punk asal Bremengton, kembali mengingatkan pada Dickies, Sweatband, atau papan skate  yang mungkin telah lusuh terkapar di sudut ruang kamarmu. MXPX adalah serpihan bagaimana musik punk rock mulai berjingkrak-jingkrak di altar mainstream sebelum makin dipertegas oleh “All The Small Thing” dan “Rock Show”, (entah bagaimana juga bisa ada Rocket Rockers dalam film dokumenter “Punk Not Dead”). Berbeda dari reuni pelantun dua tembang tersebut, trio yang ini masih ingat caranya bersenang-senang. MXPX termasuk band yang disiplin dalam merilis album-albumnya, rutin dalam maksimal jeda 3 tahun, maka “Plans Within Plans” adalah sebuah pelanggaran dengan selang 5 tahun. Lalu apakah selisih dua tahun menghasilkan output yang sensasional? tidak juga, masih tetap hanya ada Mike, Tom, Yuri dan pop punk, serta kembali dengan label pribadi mereka, Rock City Recording Company.

Tak ada surprise, revolusi, atau sesuatu yang akan mengernyitkan dahimu pada 13 track ini. Bahkan bisa jadi susah untuk mengidentifikasi lagu album ini dari paling tidak 2-3 album terakhir, terutama sound yang identik dengan “Panic”. So, are the trio end? Tidak juga, apabila mereka memang begitu ingin berpesta, they’ve made it. MXPX semakin jauh meninggalkan area hardcore punk yang sempat samar terdengar di 3 album awal. Lebih banyak hook-hook manis di album ini. Putar “Aces Up”, “Nothing Left”, atau “Cast Away My Heart” misalnya, tak butuh lebih dari tiga putaran untuk mampu bersing-a-long lewat harmonisasi vokal di reff-reff yang ada. Permainan Tom juga sedikit lebih kompleks seperti riff crunchy pada “In The Past”. Segi lirik pun lebih mencerminkan panjang umurnya mereka, it’s around the life, like two “Times” in there,  “The Times’ dan “Best Of Times”, begitu mudah tertebak, all about memories.

Seperti pada judul track penutup, “Nothing’s Gonna Change”. Tanpa highlight khusus maka seperti biasa, cover yang klasik, familiar sound, maturity writing, musikalitas yang berkembang, dibarengi dengan spirit dan hentakan yang tampak tergerus usia, namun sekali lagi mereka masih senang-senang disini. Such a nice fun times soundtrack of past pop punk generation. Oke, secara sederhana album ini lebih ngepop, nikmati saja. [Warning/Soni Triantoro)

Tags : MXPX. Punk
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response