close

Night for Female Vox

Empat Lima 2
© Warningmagz
© Warningmagz

Pepatah “don’t judge by its cover” memang benar. Dibalut penampilan yang ‘keibuan’, siapa sangka penampilan trio Empat Lima semalam mampu membuat penonton merasa lebih tua dari biasanya.  

Adalah Steph Brett (gitar dan vokal), Sooji Kim (bass dan vokal), serta Carla Ori (drum dan vokal) yang semalam (14/6) mampu mendefinisikan konsep pepatah lama di atas. Datang dari negeri seberang- tidak lancar pula berbahasa Indonesia, penampilan Empat Lima yang  terlihat ‘ibu-ibu’ ternyata mampu mengeksplorasi alat musik mereka dengan fasih.

Oxen Free menjadi tuan rumah acara yang diinisiasi oleh Yes No Club ini dengan Talking Coasty sebagai pembuka. Band indie rock Suddenly Sunday tampil pula pada urutan kedua membawakan nomor macam “Club Addicted”, dan “Music Box and Glowing Tree”.

Pada kesempatan inilah Jogja mendapatkan jatah dari rangkaian tur Empat Lima di Indonesia. Mereka mulai mengokupasi panggung dengan “Theme Song”, sebuah ‘lagu kebangsaan’. Alunan nada garage rock dan psikedelia dari musik Empat Lima seolah membawa penonton pada era musik tahun 60-70an. Sayang sekali, walaupun venue sudah diakrabi dengan alkohol, rokok dan musik semacam itu, penonton tak beranjak dari kursi masing-masing untuk berdansa. Nomor “Nightrider” langsung menyusul pada lagu kedua, nada tinggi Steph dengan lirik bahasa Jepang membuat suasana psikedelik semakin terasa.

Kehadiran band rock wanita Indonesia medio 60-an, Dara Puspita, bisa dirasakan ketika Empat Lima membawakan lagu “A go go”. Band Indonesia lawas itu memang diakui Empat Lima sebagai salah satu influence terbesarnya.  “She has a nice sounds, such a good harmony, really good energy,” ujar Steph ketika ditanya mengenai Dara Puspita.

Pada nomor berikutnya, “Epic Mountain Song” dengan musik khas film pengelana menambah keinginan kita untuk menjadi lebih ‘tinggi’. Improvisasi ritme yang tidak beraturan dari alat musik menutup jam session pada lagu tersebut disusul tepuk tangan penonton. Sebelum merampungkan song list yang mereka siapkan, nomor “Theme Song” mereka lantunkan lagi sembari mengucapkan salam perpisahan.

Beberapa nomor yang ditampilkan sampai ujung pertunjukan rupanya tak membuat penonton beranjak.  Sama seperti biasanya, penonton Jogja tetap meminta headliner untuk memberikan encore setelah pertunjukkan. Memanfaatkan momen ini Empat Lima kembali memainkan lagu kepunyaan Dara Puspita, “Surabaya”. Pengucapan yang khas orang bule disambut pula sing along oleh penonton, “Surabaya oooo Surabaya oooo Surabaya.”

Ketika penonton mengira pertunjukkan telah usai, Luise Najib muncul di panggung. Tampil solo dengan vokal prima, serta permainan looping dan beatbox, Luise menutup acara dengan manis. Deretan songlist yang dia bawakan ditutup di nomor “Happy” milik Pharell William. Yang istimewa dari pertunjukkan malam itu adalah, dominasi vokal perempuan yang mengisi telinga penonton dari awal hingga akhir pertunjukkan.

Ditemui di akhir acara, Empat Lima mengaku puas dengan keseluruhan tur mereka di Indonesia. “It’s been amazing, we were surprised that people already knew our band and they know our songs, and there’s sing along, such a good experience”. Selain Jogja, dalam rangkaian tur ini Empat Lima akan menyambangi 5 kota lain. “Jogja must be one of best city in the world, it got such a great culture and interesting things happening, and everythings is free, it’s amazing!” komentar Empat Lima tentang Jogja.

 [WARN!NG/Yesa Utomo-Titah Asmaning]

Event By: Yes No Club

Date: 15 Juni 2014

Venue: Oxen Free

Man of The Match: eskplorasi alat musik oleh Empat Lima

Warning Level: ***

 

 

 

 

Tags : empat lima
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.