close

Merzbook – The Pleasuredome Of Noise

merzbook
merzbook

What : Merzbook – The Pleasuredome Of Noise

Penulis : Brett Woodward

Penerbit :  Extreme

 

Kali ini saya akan mereview buku yang berkenaan dengan salah satu figure yang saya kagumi, dialah Masami Akita, otak jenius di balik band pelopor Japanoise, Merzbow. Sebenarnya buku ini dirilis oleh sebuah publisher yang sekaligus juga records label dari Australia yang sering merilis album Merzbow yaitu Extreme. Menurut kabar yang saya dapat, sebenarnya buku ini tidak boleh beredar di pasaran karena masalah copyright serta masalah teknis lainnya yang otomatis buku ini sangatlah susah untuk di dapatkan bahkan di negaranya sendiri.

Sebagai info, buku yang dirilis dengan bonus dvd ini sebenarnya di rilis tahun 2000 sehingga banyak materi materi yg belum di update terutama di bagian diskografi, yang memuat daftar rilisan Merzbow yang juga disebut sebagai Merzography. Kita bakal menemukan banyak plesetan Merzbow yang di gunakan sebagai nama chapter atau bonus lain di buku ini, contoh lainnya Merzdiscs untuk dvd nya, Merzstickers untuk sticker bonus dll.

Untuk isinya sendiri, buku ini banyak memuat tentang sejarah awal terbentuknya Merzbow bahkan ketika era awal 70an Masami Akita bermain di band progressive rock yang merupakan precursor dari Merzbow. Saat itu masih mengeksplor musik dari King Crimson sampai ke Miles Davis. Kemudian formasi band tersebut hanya tinggal dia dan temennya Kiyoshi. Di tahun 1979 mereka merekam lagu dan di rilis pertama kali dengan memakai nama Merzbow di tahun 1980 di bawah label Masami, Lowest Music & Arts.

Kepergiannya ke Italia di akhir 70an membuahkan hasil dengan perkenalan yang lebih dalam dengan konsep Surrealisme yang mana kemudian sangat mempengaruhi Merzbow di kemudian hari. buku ini juga banyak membahas keterkaitan Merzbow dengan bondage, mail art serta collage. Di salah satu bagian, Masami menjelaskan bahwa bondage image yang dia gunakan bukan semata sebagai shock value tapi keunikan dari gambar tersebut yang mana dia lebih tertarik dengan bondage yang mengedepankan sesuatu yang elegant, yang bisa mengubah sebuah konteks yang sangat jelek serta menjijikan untuk kemudian di ubah menjadi bentuk seni yang indah.

Buku ini juga memberikan penjelasan tentang spesifikasi alat yang di gunakan untuk setiap album, sayangnya gak ada keterangan yang lebih detail mengenai alat yg dia pakai semisal gambar atau spesifikasi detail alat nya, pasti akan lebih menarik lagi. di sini juga bisa kita lihat perubahan pola pikir Masami dalam penggunaan alat musik dimana pada masa awal dia lebih banyak menggunakan alat alat manual semisal theremin, pedal effects, oscilator, scrap metal, tape loop dll sementara sekarang ini dia lebih banyak menggunakan laptop untuk performance nya.

Hampir semua yang ingin kita ketahui tentang Merzbow ada di buku ini. Tentang kejeniusan serta kegilaan idenya (yang pernah merilis boxset cd berisi 50 cd) sampai tentang pemikiran nya mengenai seni yang banyak mempengaruhi pribadi Masami Akita ketika menjalankan Merzbow sampai saat ini. Keinginannya untuk menyaingi album Sun Ra dengan merilis 1000 album. Jadi cocoklah apabila Masami berbicara mengenai karier Merzbow: “noise goes on”

Review  dikirim oleh Indra Menus

Tags : book
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response