close

OUT NOW WARN!NG MAGZ #2

20140218-152436.jpg

Telah Terbit WARN!NG MAGZ edisi kedua: R**K THE VOTE

 

20140218-152436.jpg

Berikut beberapa rubrik di edisi kedua

 

FRONTLINE

Hingar Bingar Musik Di Panggung Politik

Momen pemilu adalah hari-hari di mana kesadaran dan gairah politik masyarakat mencapai titik orgasmenya. Tiba-tiba beragam pandangan dan opini tentang ‘penguasa’ mereka bermunculan dari kalangan tanpa batas. Musisi pun termasuk kalangan yang memiliki sejuta pandangan dan sejuta cara untuk menunjukan sikap dan posisi mereka terhadap sistem pemerintahan. Ada acuh, kritis, marah, sekedar menggunakannya sebagai metafora makna yang lain, hingga menjualnya sebagai ‘inventaris’ kampanye. Bahkan politik kini tak jarang menjadi komposisi jual para musisi dalam karya-karya mereka. Berikut adalah lagu-lagu yang turut menyumbangkan suara pada momen pemilu, beserta cerita menarik di belakangnya…………………

 

FEEDBACK

Wawancara bersama:

  • Soko
  • The Mahones
  • Sangkakala
  • FSTVLST
  • Tigapagi

 

ALBUM REVIEW

Dancing In The Colours [Ansaphone],Sunyaruri [Sarasvati], Transgender Dysphoria Blues [Against Me], High Hopes[Bruce Springsteen], Heavy Metalithicum[Sangkakala], Visualis [The Changcuters], Profanatik [Dead Squad], Jalan Pulang [Jalan Pulang], Lentera Jiwa [Fadhalius], Renjana [Rabu], Ghost [Caliban], Jurassic Punx [Anniverscary], Cupid Deluxe [Blood Orange]

 

ROLL

Wawancara bersama Joshua Oppenheimer [Sutradara The Act Of Killing]

 

MOVIEW REVIEW

Dallas Buyers Club, The Wolf of Wallstreet

 

GIGS REPORT

#gugurgunung for #sinabung, 20th Teater Garasi

 

BUZZ

Satu Dekade Album 2004

Kenapa mesti satu dekade? Atau tepatnya kenapa harus tahun 2004? Apa yang bisa diharapkan ketika Beatles telah bubar, Cobain terburu mati, dan album-album Radiohead mulai autis. Jika era 60-an punya tahun 1967, 70-an ada 1975, 80-an ada 1986-1987, dan Nevermind (bersama Ten) rilis tahun 1991, maka bagaimana dengan dekade 2000? Memilih 2004 berarti melewatkan “Seven Nation Army” dan Whatever People Say I Am That’s What Im Not. Namun memang tahun 2004 adalah yang generasi kami miliki. Hari-hari dimana kami menulis lirik “Pieces” di buku binder , belajar menghafalkan kord “Boulevard of Broken Dream” di jam istirahat sekolah, atau menggunjing teman cowok yang tiba-tiba mengenakan eyeliner seminggu setelah menonton video klip “Helena”. Masa di mana kami mulai sok tahu mendefinisikan dan melabeli seenaknya tentang ‘musik ini keren dan yang itu tidak’. Kami sekedar mencoba mengingat itu kembali……

 

RIOT

Jadilah Pemilih Cerdas 2014

Hingar bingar 2014 kian terasa. Jalanan semakin riuh dengan muka-muka yang asing. Muka-muka yang begitu percaya diri untuk mencalonkan diri untuk menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat. Entah lupa atau karena apa, mereka lupa untuk menanyakan, maukah rakyat untuk diwakili. Entah yang karena memang percaya diri atau tidak tahu malu, tidak ada yang tahu. Bedanya terlalu tipis. Ada yang tersenyum. Ada yang bersanggul. Ada juga yang mengepalkan tangan pun latah berbaju kotak-kotak……

 

COMMUNITY

Animal Friends YK

…..mengingat Indonesia merupakan negara terakhir di dunia yang masih membiarkan sirkus lumba-lumba keliling beroperasi. Untuk menghentikan eksploitasi terhadap satwa liar dilindungi ini, AFJ memulai kampanyenya sejak 2011. Mereka pun merespon secara langsung dengan terjun ke lapangan, memberontak, menolak, dengan berbagai demo dan silent campaign…..

 

SIDELINE

Tidak Lagi Melulu Kotak Karton Persegi

Kalau dulu di tahun 90-an rak album musik kita dipenuhi oleh kotak-kotak karton persegi bergambar foto narsis musisinya, dan tahun-tahun kemarin kita kehilangan sensasi mengoleksi album fisik karena gempuran tautan download musik digital di internet, sekarang ini rilisan fisik menemukan napasnya kembali. Bentuk, bahan, dan konsepnya pun semakin unik dan beragam……….

 

RHYME

Heroin – Valvet Undeground

….Tak seperti maestro junkies lain seperti Jim Morrison dan Jimi Hendrix yang melagukan drugs dengan implisit lewat metafora cinta, mimpi surreal, dan sebagainya, Lou Reed menulis “Heroin, it’s my wife and it’s my life”, seolah tak ada yang salah. Dan memang tak ada yang salah, dan….

 

BLITZ

This Machine Kill Fascists

 

SETLIST

Wendi Putranto [Editor RollingStone Indonesia]

 

WARN!NG LADY

Ifada Fauzia [Marvelindoinc]

 

OST

Public Enemy – “Fight the Power” – Do The Right Thing

….Spike Lee yang juga menjadi pemeran utama Do The Right Thing, memang gemar mengumbar isu rasial, politik, dan warna di komunitas kulit hitam dan tak sedikit yang menjadi kontroversi. Adalah jodoh jika kemudian Public Enemy ialah grup American hip-hop yang juga dikenal atas lirik politis, kritis terhadap media Amerika, dan gemar menyoroti penyakit sosial di kalangan rasisme seperti yang dilakukan oleh Marvin Gaye dan Curtis Mayfield…..

etc….

 

klik -> Distro untuk melihat dropspot di kota kalian.

atau kontak 082138234069 / warningmagz@gmail.com

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response