close

OUT NOW! WARN!NG MAGZ #3 (June 2014)

20140530-142410.jpg
outnow #32

 

 

 Berikut preview konten di WARN!NG Magz Edisi #3 (Juni 2014)

FRONTLINE 

Hammersonic 2014  

King Parrot  © Warningmagz

Bagi Anda, para metalhead di tanah air – yang semoga tak hanya kenal Metallica – nampaknya mulai kudu melekatkan marka pada tiap penghujung bulan April, karena alasan tanggal tua tak cukup termaafkan lagi untuk melewatkan parade salam tiga jari dari perhelatan yang mencanangkan diri sebagai festival musik metal terbesar di Asia Tenggara, Hammersonic Festival.  Tunjukkan lagi kaos metal kebanggaan Anda, siapa yang belum datang? Karena mereka masih terus berangsur-angsur menjawab tantangan Anda di kali ketiganya, dimana pada Minggu (27/4) lalu, Hammersonic Festival kembali membawa segudang band lokal dan sederet band internasional papan atas untuk menutup bulan April dengan nikmatnya kebisingan.

Silakan perdebatkan mana yang terbaik, namun akui saja bahwa lineup Hammersonic Festival tahun ini adalah yang paling komplit, dimana menjangkau dan menggenapi hasrat penjuru teritori aliran metalhead yang lebih luas……….

 

FEEDBACK

di rubrik feedback kami menyuguhkan wawancara bersama:

Float

Float
Float

 

…..”Hubungannya dekat sekali! Acara musik di alam bahkan sudah ada sejak jaman pra-sejarah, di mana masyarakat menggunakan musik dalam ritual-ritualkepercayaan, perayaan, peperangan, bahkan kematian. Musik selalu dekat dengan kerohanian, hati, emosi,segala sesuatu yang alamiah. Alam semesta bahkan tercipta bersama musik. Ingat big bang theory kan. hehehe” …..

“…untuk itulah orang bermusik. Berkomunikasi, menyampaikan sesuatu, entah musik berlirik, instrumental, musik dengan struktur lagu yang populer, maupun musik eksperimental. Entah menyampaikan ide atau merayakan sesuatu, sama aja.”

ANTI-FLAG

Anti Flag
Anti Flag

” Itu adalah langkah untuk memperkenalkan Anti-Flag ke tempat-tempat atau orang-orang yang jarang kami temui secara normal. Kami dikontrak untuk dua album  rekaman dan kami bisa memenuhi kontrak itu. Sekarang ini, kami kembali merilis album rekaman dengan teman-teman kami. Eksperimen RCA ini adalah sebuah kesuksesan, tapi kami bangga bahwa hal itu sudah berada di belakang.”

 

“…adalah ketika kami membuat sumur di Afrika bersama African Well Fund. Kami bisa melakukan hal itu dari pendapatan kami dari tur dan juga mendonasikannya kepada mereka. Saya rasa, kami telah melakukan yang terbaik terkait aksi itu.”

 

 

 Begundal Lowokwaru

Begundal Lowokwaru
Begundal Lowokwaru

“Pengerjaan album sangat singkat. Ketika tanggal launching udah aku keluarkan, kami belum memulai recording. Semua pada shock dengan keputusan ini, tapi mau nggak mau, siap nggak siap harus jalan. Pengerjaan recording cuma seminggu, mixing dan mastering seminggu, penggarapan artwork empat hari. Proses penggandaan dan cetak cover seminggu.”

“Apapun bentuk rilisannya,itu sangat penting untuk masa depan kami yang mungkin bisa diceritakan ke anak cucu kami, dan itu pun harus ada bukti fisiknya lho, bukan bukti di link internet. Discography perjalanan karya adalah nilai utama bagi band itu sendiri. Sebagai bukti eksistensi, konsistensi & dedikasi.”

 

 

Lala Karmela 

LALA
LALA

 

“Hahahaha, terbesar belum. Tapi yang sejauh ini aku paling banggakan mungkin yah hehe,” sahutnya tatkala ditanya mengenai apakah album ketiganya, Between Us, telah ia sepakati sebagai album terbesar di karirnya. Dirilis pertengahan tahun lalu, album itu lahir dari bagaimana label Sinjitos Records membuka katup ruang independensi  yang tertutup bagi Lala di label sebelumnya. Tak menyia-nyiakan kepercayaan yang ia dapat, Between Us muncul sebagai karya yang terdengar jauh lebih independen dan eksploratif, tanpa kehilangan unsur legit di telinga. Beragam media dan penikmat musik – yang kali ini mayoritas lahir dari ranah non-arusutama  – enteng saja meresponnya secara positif.

Siksa Kubur 

SiksaKubur
SiksaKubur

“..untuk album 7 ini gue pingin balik lagi ke jaman dulu, tanpa ada Intro atau isian keyboard. Gue pingin album ini organik, cuma dengan instrumen yang kita mainkan. Setiap lagu di album ini pun punya cerita sendiri seperti era album Eye Cry dan Podium dengan tema keadaan sosial kita sehari-hari. Di album ini pun gue juga menulis lagu yang didedikasikan untuk Siksakubur sendiri, yaitu lagu Tahan Banting.”

“…Tapi kita sendiri tidak mau memposisikan diri sebagai band politis. Gue lebih demen nulis hal tentang ganja dan lonte hahaha. Menurut gue spontanitas tidak bisa dihilangkan saat berkarya. Sebagai contoh, lagu Sonata Insomnia yang berdasarkan kehidupan temen gue yang unik. Dia diperbolehkan selingkuh sama istrinya, dia mendapatkan ijin dari orangtuanya untuk menonton film porno bersama keluarga di ruang tengahnya. Menurut gue itu unik banget. Jadi gue tulis lagu tentang dia di saat gue insomnia…”

 King Parrot

King Parrot
King Parrot

“Terkesima dengan aksi panggung King Parrot yang sungguh liar, WARN!NG tertarik untuk mengajak mereka berbincang-bincang mengenai kegilaan yang mereka ciptakan. Mereka mampu membuat moshpit yang cenderung sepi, menjadi berapi. Menembus barikade, mengobrak-ngabrik barisan penonton dan tak lupa menunjukan pantatnya diatas panggung!.

Hey, kalian benar-benar gila, kalian satu-satunya band yang menunjukan pantat diatas panggung dalam sebuah festival sebesar ini.

Well, saya harap mereka tak melupakannya. Ini tradisi Australia, saya harap masyarakat Indonesia senang untuk menikmati sebagian tradisi kami.” 

 

RIOT

Dinda, Rose Park, dan Ibu Hamil

“….. Memberi tempat duduk bagi ibu hamil yang sedang berangkat kerja adalah satu jasmani yang harus mengalah pada dua jasmani, segelintir yang mengalah pada banyak. Dan kita harus siap melakukan lebih dari sekedar memberi tempat duduk atau berkoar-koar di dunia maya, karena keadilan itu nyata dan kita membutuhkannya di dunia….”

SIDELINE

Police On My Back

“…..John Lennon dan Yoko Ono digrebek oleh Polisi anti narkoba dari Kerajaan Inggris. Dua anjing pelacak berhasil menemukan ganja dan hasish di berbagai tempat. Lennon dan Ono kemudian berbaris melalui kerumunan fotografer diluar, dan dibawa dengan mobil polisi. Pasangan ini didakwa dan diperintahkan untuk muncul di pengadilan hari berikutnya. Di era selanjutnya, John Lennon bukan hanya berurusan dengan polisi narkoba, namun dengan negara adidaya Amerika Serikat. Setelah bermukim di Amerika Serikat, banyak catatan FBI tentang pelantun “Imagine” ini akan keterlibatannya dengan organisasi politik. Maklum, sepak terjang biduan yang melantunkan semangat anarkisme: “Imagine There’s No Country” ini memang ditakuti oleh…..”

STRAIGHT

Record Store Day Nusantara [reportase record store day chapter: Solo, Semarang, Pontianak, Jakarta, Malang, Bandung, Surabaya dan Jogja]  

GIGS REPORT

Soundwave Fest 2014 [Perth Australia, line up: Greenday, Mastodon, Alkaline Trio, Thrash Talk dll..]

MOVIE REVIEW

The Raid 2: Berandal (Gareth Evans), Jalanan (Daniel Ziv)

ALBUM REVIEW

V.A – Memobilisasi Kemuakan, Navicula [Love Bomb], C.U.T.S [Rrradarrr], Dajjal [Human Dark Side], Semak Belukar [Semak Belukar], Tulus [Gajah], Wolfmother [New Crown], Beck [Morning Phase], Young De Brock [Siap Melayang], Begundal Lowokwaru [Nada Sumbang Pinggiran], Doug Paisley [Strong Feeling], Behemoth [The Satanist]

SETLIST

Arian 13 (vokalis Seringai), Jimi Multhazam (vokalis Morfem)

COMMUNITY

Taring Padi

“Poster-poster berbau kritik politik berukuran cukup besar terpampang di berbagai tembok di titik-titik strategis kota Jogja. Tepat sehari sebelum pemilu legislatif dilaksanakan 9 April lalu, poster cetakan dari media cukil kayu ini cukup mengusik. Taring Padi, sang empunya poster mengajak kita untuk berfikir kritis di tengah kebisingan politik.”

DUEL

Alien: Baron Sangkakala vs Zeke Khaseli

“Terlepas dari pro dan kontra tentang keberadaannya, fenomena alien telah memberi banyak imaji bagi manusia. Kini dua musisi yang selalu atraktif dan humoris di atas panggung memiliki kesempatan untuk bertutur kata bersama WARN!NG soal eksistensi alien. Meski sedikit bertolak belakang, Zeke Khaseli—vokalis Zeke and The Popo serta Baron Capulet Aruna—frontman yang tenar dengan Sangkakala, tidak menolak anggapan bahwa alien masih bisa ditemukan di alam semesta. Kesan sci-fi yang melekat pada diri Zeke menambah absurditas anggapan tentang alien. Sedangkan Baron menambah daya imaji kita bahwa alien adalah sosok yang tidak terlalu humanis….” 

UPCOMING

menampilkan profil band Rabu dan The Working Class Symphoni

ARTWORK

Anti Tank & Nobodycorps

WARNING LADY

Misty Asmaradahani

Misty
Misty Asmaradahani

Gadis ini bernama Misty Asmaradahani—seorang mahasiswi arsitektur Atma Jaya dan vokalis band Waza. Dengan santai ia melepas helm merahnya dan melempar senyum kepada kami yang takjub melihat sosoknya. Bagaimana tidak? Perempuan dan vespa adalah kombinasi yang jarang terjadi. Fakta bahwa mengendarai vespa tak semudah kendaraan roda dua lainnya, praktis menambah nilai plus dari seorang Misty, ditambah parasnya yang sedap dipandang, maka tak berlebihan jika kami takjub melihatnya

 

RHYME

Pink Floyd – Another Brick On The Wall part 2

 “…..’Another Brick in The Wall, Pt 2′  merupakan single tersukses sekaligus propaganda terlantang dalam The Wall, sebuah album dengan konsep rock opera yang mengangkat kisah  pengasingan dan keterbelakangan.  Sang karakter utama, Pink, dikisahkan telah ditinggal ayahnya tewas dalam perang dunia, lalu tumbuh dewasa bersama penindasan dari guru sekolahnya, ibu yang protektif, narkotika, perceraian, dan histeria bintang….” 

 

Selengkapnya bisa di Baca di Majalah WARN!NG edisi Juni 2014

 

untuk order majalah ini bisa menghubungi 085643585771 atau kunjungi warningmagz.com/dropspot untuk melihat titik distribusi di kota kalian.

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.