close

OUT NOW! WARN!NG MAGZ #6 (April 2015)

out now

preview konten di WARN!NG MAGZ #6, April 2015:

RELIGION AGAINST MUSIC?

out now

++FREE WARN!NGMAGZ #6 COMPILATION INSIDE!!

FRONTLINE

Dengan Nama Tuhan, Musik Kami Tinggalkan

“…Siapa sangka, band industri berwajah glamor seperti Noah yang lima tahun silam—tatkala masih bernama Peterpan—menjadi buah bibir moralitas dengan kasus video seks Ariel, pada akhir tahun lalu mengejutkan publik dengan keputusan hengkangnya sang drummer, Ilsyah Ryan Reza demi konsentrasi pada aktivitas ibadahnya. Sempat belum ada respon publik yang berarti sebelum lantas selisih kurang dari dua bulan, dua anggota Pure Saturday, yakni gitaris Adhitya “Adhi” Ardinugraha dan drummer Yudhistira “Udhi” Ardinugraha menyusul mundur dari aktivitas bermusik dengan alasan yang kurang lebih sama. Seolah tersedak, sebagian khalayak dipaksa melayangkan ingatan pada beberapa musisi yang pernah melakukan aksi serupa, seperti Harry Moekti, Irfan Sembiring (Rotor), almarhum Gito Rollies, atau Sakti (Sheila On 7)…”

Pilihan Jalan Sunyi Eks-Musisi

“…Secara umum, para musisi yang hijrah dari dunia musik ini bisa dibagi menjadi dua golongan. Yang pertama adalah mereka yang berhenti total bermain musik dan kemudian mengharamkan musik. Serta yang kedua adalah mereka yang setelah mempelajariagama tetap bermain musik, tapi mengubah misi dan gaya bermusiknya. Dalam Islam sendiri, hukum penggunaan musik untuk dakwah masih menjadi kontroversi walaupun sudah banyak dilakukan…”

Damai Tanpa Dawai

Alfi Chaniago
Alfi Chaniago

“Ya ada Islam yang main Qasidah, ada juga Islam yang nggak main Qasidah. Tapi setelah gue pelajarin, menurut keyakinan hati gue yang bener itu ya kalau ingin berdakwah yang berhasil itu ya seperti cara nabi gitu lho.” – Alfi Chaniago

Antitesis Kadar Keharaman Nada

Candra Malik
Candra Malik

“Musik memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyentuh hati manusia. Dalam kegiatan dakwah dengan strategi apa pun, mohon maaf, rasanya majelis- majelis tersebut perlu kerja lebih ekstra keras lagi untuk menyentuh limit prestasi konser musik dalam hal mengumpulkan orang. Sebanyak-banyak jumlah manusia yang bisa dikumpulkan oleh sebuah majelis dakwah, sebuah konser musik ternyata bisa mengumpulkan lebih banyak lagi dan lebih heterogen. Bayangkan betapa efektifnya pesan-pesan moral jika disampaikan oleh seorang penyanyi yang juga pendakwah.” – Candra Malik

FEEDBACK

Sheila On 7

Duta
Duta

“Jelas Sony harus merasa gitu sih. Harus merasa dekat dengan Sheila On 7. Aku nggak tahu datanya dengan akurat, tapi Sheila On 7 adalah salah satu band yang bikin Sony kaya. Yang benar-benar mengangkat nama Sony waktu itu.”

“Bayangin lho, Sheila On 7, band sejuta kopi, bajunya dikasih karyawan. Sampai kita dikatain katro, kampungan.”

Antiphaty

Catur
Catur

“lagu ‘Anti Punk Fuck Off’ dibuatagar kita itu tetep bangga menjadi punk. Dari dulu kan punk dianggap negatif sama orang awam. Nah, kita mau kasih statement, “I don’t care, this is my way.“”

Mocca

Mocca
Mocca

“Ya bagus sih, cukup berwarna. Hanya jika concern saja di Bandung regenerasinya kurang, bandnya banyak, sarananya sangat sedikit, dan juga dibatasi ruang sempit “jam malam”. Jadi kalau katanya support musik Indonesia, harus jadi bagian dari prosesnya juga. Jangan hanya lisan, tapi waktu proses pertumbuhan tunas malah dipersulit.”

Matajiwa

Matajiwa
Matajiwa

Experience, salah satu E dari 3E adalahsebuah pengalaman yang kita coba suguhkan berbeda terhadap audiens maupun untuk Matajiwa-nya sendiri. Karena bagi kami kalau mau sama terus kan mending beli CD-nya saja.”

RIOT

Linimasa Pembangunan Tak Bersahabat di Yogyakarta

Jika tidak salah ingat, pada medio 2012 sebuah baliho dengan tawaran yang tidak umum muncul di dekat Jembatan Janti. Yang diiklankan: penawaran untuk membeli unit apartemen bernama Student Park yang akan dibangun di Seturan, lebih kurang satu kilometer dari tempat baliho itu berdiri. Dari namanya jelas, apartemen ini menyasar pasar mahasiswa. Saat itu, apartemen masihlah asing bagi warga Yogyakarta. Rumah susun memang ada di beberapa tempat, itu pun yang membangun pemerintah daerah. Memang ada satu apartemen tak jauh dari Universitas Sanata Dharma, Mrican, yang biasa orang sebut Apartemen Merah. Tapi tinggal di apartemen masihlah jauh dari pikiran banyak orang, apalagi mahasiswa.”

Merebut Kembali Makna Jihad

“Seorang buruh yang bekerja hingga larut malam demi menebus obat untuk anaknya adalah jihadist. Nelayan di tengah laut yang menanggung kerinduan pada keluarganya adalah jihadist. Seorang guru yang sungguh-sungguh mencurahkan ilmu dan tenaga buat murid-muridnya adalah jihadist, begitu juga para murid yang menimba ilmu dengan ikhlas..”

GIG REPORT

St. Jerome’s Laneway 2015

Eagulls at Laneway 2015
Eagulls at Laneway 2015

“Soal 13 ribu tiket yang sold-out, saya pikir bukanlah masalah, ketika sebuah festival bagus memang layak untuk didatangi banyak orang. Persetan dengan terminologi festival hipster, atau apapun itu yang menginginkan eksklusifitas, kalaupun ada yang datang untuk ke festival bukan untuk musik, saya tidak melihat itu sebagai sebuah gangguan, selain arogansi para penonton yang menginginkan festival ini tidak penuh penonton.”

Hammersonic 2015

Lamb of God at Hammersonic 2015
Lamb of God at Hammersonic 2015

“Tak lama setelah Mayhem menghaturkan lagu terakhir, Randy Blythe dan kolega yang telah ditunggu sekitar 15.000 manusia di depannya datang dan mengokupasi panggung yang dominan dengan sorotan warna biru. Tiket yang dibandrol hingga 400 ribu rupiah tak menciutkan gairah untuk datang ke Hammersonic Festival. Ditambah pula dengan ‘penumpang gelap’ yang berhasil merangsek tanpa tiket, semakin membuat dini hari di Senayan semakin panas.”

ALBUM REVIEW

Noah – Second Chance, Sheila on 7 – Musim Yang Baik, Morgue Vanguard x Still – Fateh, Soko – My Dream Dictate My Reality, Europe – War og Kings, AC/DC – Rock or Bust, Smashing Pumpkins – Monument to an Elegy, Soloensis – Self Titled, Mocca – Home, YK\\DK – We’re All Pretentious Asshole, Bjork – Vulnicura, Scorpions – Return to Forever, Koala – Di Antara, Exhumation – Opus Death, Dhira Bongs – My Precious, Fall Out Boy – American Beauty/American Psycho, Father John Misty – I Love You, Honeybear, Belle and Sebastian – Girls in Peace Time Wants to Dance

MOVIE REVIEW

Fifty Shades of Grey (Sam-Taylor Johnson)

Tanah Mama (Asrida Elisabeth)

ROLL

Nia Dinata: Bergerak Maju Melawan Arus Konservatisme

Nia Dinata
Nia Dinata

“Saya paling benci ditanya pesan moral karena ngapain aku harus menggurui pesan moral, apapun yang kalian rasakan setelah menonton film saya hormati, kita semua datang dari latar belakang yang berbeda jadi kenapa saya masukkan pesan moral saya?”

SETLIST

Che (Cupumanik/Konspirasi)

COMMUNITY

Penahitam

“Bermula dari fanzine yang didirikan di sebuah warung kopi kecil di kota Malang, Penahitam kemudian berkembang menjadi komunitas drawing besar yang memiliki sel-sel yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.”

DUEL

Setelah Mati? Roi Agus (Death Vomit) vs Beery Manoch (Saint Loco)

“Ajal siap menjemput seseorang yang siap atau tidak siap. Ketakutan saya hanya karena saya belum bisa menjadi orang yang lebih baik selama hidup dan memberikan kesedihan bagi yang ditinggalkan.” – Roy Agus

UPCOMING

Tik! Tok!

Warmouth

Silampukau

Theory of Discoustic

WARN!NG LADY

Elda dan Pelesir yang Lain

Elda Suryani
Elda Suryani

“Suara itu terdengar tidak asing. Alunan khas yang seperti pernah menghampiri telinga, tapi kali ini muncul kesan yang berbeda. Rasa-rasanya sebagian diri seperti kembali ke waktu yang tidak terlalu lampau. Dan saat kami sadari, suara tersebut memang datang dari sosok yang tidak begitu asing.”

RHYME

NEIL YOUNG – When Gode Made Me

“Apa yang sebetulnya Tuhan inginkan ketika Ia mencipta manusia? Jangan-jangan Tuhan memang tak merencanakan apapun, alias Ia memang acak dalam mencipta. Buktinya, ada banyak konflik rasial, perang juga tak terhindarkan, pula ada begitu banyak cara untuk menyembah-Nya—jika memang Ia ingin disembah. Ada begitu banyak pertanyaan yang tak pelak menghasilkan kegelisahan bagi ciptaan yang diberi akal ini. Kegelisahan seperti ini yang nampaknya menjadi bahan Young untuk menulis satu lagu penutup di album Prairie Wind berjudul “When God Made Me” pada tahun 2005 silam…”

Cek di sini untuk mendapatkan WARN!NG Magz #6

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.