close

Panggung Rakyat Kecam Badut Parlementer

Sisir Tanah
Sabina Thipani (Ilalang Zaman)
Sabina Thipani (Ilalang Zaman)

Kawasan 0 km Jogja Kamis (09/10) malam tadi, jadi sasaran aksi protes yang bertajuk “Panggung Rakyat Badut-Badut Parlementer”. Aksi ini sebagai wujud protes sekaligus kecaman terhadap ulah Wakil Rakyat yang tak ubahnya dianggap sebagai badut parlementer.

Tercatat beberapa musisi turut meneriakan suara mereka dalam aksi ini, di antaranya ada Merah Bercerita, Ilalang Zaman, Sebutir, Sisir Tanah, Dendang Kampungan, Tony The Weeds, dan Terumbu Karang. Lirik bernada protes nan provokatif tak canggung dilantunkan hingga menyedot banyak atensi pengunjung kawasan jantung Jogja ini.

Panggung ini dimulai sekitar pukul tujuh malam, dibuka dengan aksi Merah Bercerita. Dengan lirik tajam bernuansa protes terhadap ketidakadilan, band asal Solo ini sukses menarik massa dengan membawakan empat lagu.

Estafet aksi kemudian diberikan kepada band asal Jogja yang juga aktif dalam gerakan sosial, Ilalang Zaman. “Persetan Media”, “Apa yang Kita Rayakan?”,” Budi”, “Merajut badai”, dan “Kalimantan(Takkan Tunduk, Akan Lawan” jadi setlist mereka malam tadi. Lirik kritis serta vokal Sabina Thipani yang khas rupanya jadi paduan pas untuk menyedot lebih banyak pengunjung. Bahkan, di lagu terakhir band yang digawangi tiga orang ini berhasil mengajak pengunjung untuk bersama meneriakan lirik kritis yang mereka ciptakan.

Selain protes lewat musik, aksi ini juga diisi dengan orasi dan pembacaan puisi yang mengkritisi persoalan bangsa Indonesia. Mulai dari masalah HAM, Politik, hingga Lingkungan Hidup.

Salah seorang koordinator acara- sekaligus gitaris Kepal SPI, yang akrab disapa Mas Tole menuturkan jika aksi kolektif ini bukan suatu hal yang baru. “Aksi ini sebenarnya sudah sering diadakan dua tahun lalu, namun sempat mati dua tahun. Baru sekarang ini dihudupkan lagi.” Ia juga menerangkan jika aksi ini bertujuan untuk mengajak lebih banyak lagi massa untuk peduli terhadap berbagai isu yang menyangkut kepentingan publik. “Ya ini kan kita merespons suatu isu, biar lebih banyak orang paham dan lebih peduli. Rencanya aksi seperti ini akan rutin digelar setiap Kamis, dengan lebih banyak mengangkat isu-isu lokal,” sambung pria berambut gondrong ini. (WARN!NG/Umaru Wicaksono)

IMG_1200

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sisir Tanah
Sisir Tanah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerumunan Massa
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response