close

[:papayafil:]​ Merilis Single “Rasa Djakarta”

14080086_1787868144829226_5447088326264289521_n

[:papayafil:]
[:papayafil:]
Unit folk asal Jakarta, [:papayafil:]​, baru saja merilis single bertajuk “Rasa Djakarta.” Lagu ini dapat diunduh secara bebas melalui akun SoundCloud resmi mereka. [:papayafil:] juga telah merilis video musik untuk “Rasa Djakarta” yang disutradarai oleh Eric Seven.

Rasa empati, simpati, dan tenggang rasa menjadi tema utama dalam lagu “Rasa Djakarta.” Ia berkisah tentang keseharian yang sering kali ditemui di hiruk-pikuk jalanan Jakarta. “Ini lebih ke pernyataan kami karena kami tumbuh dan besar di Jakarta. Bagaimana kehidupan yang sebenarnya di sini, terlepas dari pandangan orang tentang Jakarta yang merupakan kota besar metropolitan yang mewah dan gemerlap. Intinya, balik bercermin ke diri sendiri,” ucap Mike, sang vokalis.

Melalui “Rasa Djakarta,” [:papayafil:]​ mencoba memperkenalkan karya orisinal mereka. “Biar menghibur hati. Karena lebih enak berkesenian, daripada yang enggak-enggak kayak berpolitik atau jadi koruptor,” tukas Unang, sang penggebuk perkusi. ​ Lirik [:papayafil:]​ yang lugas, sedikit puitis, realistis, serta apa adanya juga menjadi tujuan grup ini dalam bermusik. [:papayafil:]​ ingin menyampaikan pesan, menginspirasi pendengar tanpa menghakimi dan beropini belaka tanpa tindakan.

[:papayafil:]​ terbentuk pada 2009 dan digawangi oleh Michael “Mike” Felisianus (gitar, slide, dan vokal), Ricky Rahmadi Basoeki (double bass & electric bass), Johan “Johnny” Tambunan (piano, organ, harmonika, dan keyboard), serta Kaunang “Unang” Supratman (drumcussion). Mereka berkisah seputar kehidupan masyarakat sekitar, teman, keluarga, harapan, mimpi, dan inspirasi dengan estetika berbahasa dalam keanekaragaman budaya di Indonesia. “Itulah sebabnya kami menamakan band ini [:papayafil:]​, karena kami mengibaratkan musik kami seperti ‘rujak’ atas dasar keanekaragaman budaya, tetapi bersatu dalam satu kesatuan yang indah dan rasa yang beragam. Buah pepaya itu konon membuat lancar pencernaan, sebagaimana kami berharap musik kami mudah dicerna dan diterima. Atau sebagai simbol tropikal; yang mana dengan mudah kita temui di Indonesia,” tutup Mike. [WARN!NG / Oktaria Asmarani]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.