close

Pentas Kampus Sarat Pesan

20130517-221257.jpg

 

 

Simponi © Warning
Simponi © Warning

Coba bayangkan didepan kalian ada koruptor, teriakin aja jaaaancoook, anjing,asu, bebaslah apa aja” ungkap Iksan Skuter saat membawakan lagu Partai Anjing.

Kampus Sanata Dharma menjadi saksi sebuah pagelaran musik sarat pesan. Diawali dengan diskusi, sebuah konser yang menjadi penutup rangkaian acara You And Me Lawan Korupsi digelar dengan khidmat. Sebuah pohon beringin besar dipadukan dengan tulisan “Berani”,”jujur” dan “Hebat” menjadikan panggung kecil terlihat megah. Kemegahan semakin tercitra, melihat line-up pengisi acara yang terdiri dari Morfem, FSTVLST, Sindikat Musik Penghuni Bumi (Simponi), Iksan Skuter, Risky Summerbee and The Honeythief (RSTH) serta Aurette And The Polska Seeking Carnival (AATPSC)

“Saat ini kekerasan terhadap perempuan berada dalam posisi yang sangat memperihatinkan” Ungkap Simponi sebelum membawakan nomor “Sister In Danger”. Mereka juga menyebutkan daftar kekerasan yang menimpa perempuan-perempuan Indonesia belakangan ini. Emosi yang sudah keluar dilagu tadi, dilanjutkan lewat nomor “Vonis”. Mereka menutup perform lewat gubahan lagu Swami, “Bongkar”. Simponi berpesan untuk para laki-laki agar bisa menghormati perempuan, serta sebuah peringatan kepada perempuan untuk berhati-hati termasuk terhadap orang-orang terdekat seperti teman, guru maupun dosen.

Sebelum Simponi, acara dibuka oleh AATPSC. Tanpa korupsi waktu, mereka mulai aksi sesuai dengan waktu yang tertera di poster. Unik folk-pop ini mengeluarkan sound orkestra eropa yang sangat kental terdengar. Terlebih ketika nomor “I Love You More Than Pizza” didendangkan dengan bahasa Perancis. “Wonderland” dipilih menjadi encore setelah sebelumnya membawakan “Lies In A Cup Of Cappuccino” dan “Someday Sometime”.

Bak satria bergitar, Iksan Skuter mengambil alih panggung seorang diri. “Aneh gak aneh tuh kodrat miskin maksa kaya” penggalan lirik tadi berhasil menciptkan momen singalong pertama untuk konser ini. Hal ini menandakan tak perlu mondar-mandir televisi dulu, untuk membuat penononton bernyanyi bersama. Dalam tiap lagu, Iksan selalu memberikan celetukan berupa sindirian terhadap banyak hal, terutama tentang tindak korupsi. Dilagu kedua, ia membawakan “Cari Pemimpin”, sebuah sindirian terhadap kampanye para calon pemimpin yang menurutnya sangat meresahkan. “Kalian bakal melihat banyak poster dengan desain yang jelek, jangankan memilih, ngeliatnya aja udah malas” sindir Iksan. Kritikan semakin pedas terdengar saat lagu terakhir “Partai Anjing” berkumandang, dimana kata ‘Anjing’ menjadi kata favorit bagi penonton untuk diteriakan.

Kini Panggung diberikan kepada band yang sedang padat jadwal panggung, FSTVLST. Dipanggung kecil ini, mereka membawakan lagu-lagu yang belum pernah direkam secara profesional seperti “Tanah Indah Untuk Para Terabaikan, Rusak & Ditinggalkan”, “Bulan, Setan dan Malaikat” serta “Menentang Rasi Bintang”. Yang membedakan dari kebiasaan perform FSTVLST adalah minimnya penonton yang berada di barisan depan. Banyak yang memilih menikmati aksi FSTVLST dengan duduk santai. Tidak mendapat energi dari penonon, membuat aksi mereka tampak kurang energik, ditambah bermasalahnya sound gitar yang mati diawal perform. Disini mereka juga membawakan dua lagu baru “Ayun Buai Zaman” dan “Orang-Orang Di Kerumunan”.

Kini Giliran Risky Summerbee & The Honeythief mengokupasi panggung. Diawali dengan lagu “Slept and Kiss away”, RSTH langsung menunjukan skill-skill luar biasa pada setiap alat musik yang dipegang. “Itu baru skill, gila, beyond banget, gak kekejar” Puji Jimi Multhazam, vokalis Morfem. “Menolak Lupa” ungkap Risky sebelum membawakan lagu Flight To Amsterdam, sebuah lagu yang bercerita tentang aktivis HAM, Munir. Kemudian lagu “Subterfuge” dan “The Place I Wanna Go” juga dibawakan dengan penuh skill. Aksi Mereka disambut dengan applause meriah dari penonton.

Morfem © Warning
Morfem © Warning

Cukup terlambat, namun penonton akhirnya merapat kedepan seiring dengan diambilalihnya panggung oleh Morfem. Dengan intro yang cukup panjang, morfem lansung menghentak lewat rentetan lagu “Pilih Sidang Atau Berdamai”, “Hey Tuan Botimen” dan “Senjakala Cerita”. Tanpa malu-malu penonton langsung merespon dengan ber-singalong sejak lagu pertama didendangkan. “enak kali ya bawain lagu blur” yang diikuti sebuah ‘tipuan’ dengan membawakan penggalan lagu Blur sebelum melesatkan “Seka Ingusmu!”. Nuansa punk rock begitu terasa di lagu tadi, yang mengakibatkan panggung menjadi panas. Semakin panas ketika, vokalis FSTVLST melakukan stage diving. Tempo sedikit diturunkan dengan membawa sebuah lagu dari dedengkot indie pop, Rumah Sakit. Morfem kembali membuat penonton berjingkrak dengan merangkum beberapa lagu dari Ramones seperti “Blitzkrieg Bop”, “KKK Took My Baby Away” dll.Nomor “Bosan Menjadi Negara Dunia Ketiga” didaulat menjadi encore debut panggung mereka di Jogjakarta ini.

Memang benar, acara digelar malam hari, namun suasana di venue jauh dari kata dingin. Kualitas penampil menjadi faktor utama, selain malam itu memang panas dalam arti sebenarnya. Faktor lain yang turut berkontribusi memanaskan suasana adalah, adanya stand merchendise dari band yang tampil serta stand minuman anggur rumahan.

Jika melihat trendnya belakangan ini, kebanyakan konser yang digelar mahasiswa, adalah sebuah konser yang bertempat di gedung besar dan mewah. Namun You And Me Lawan Korupsi, mampu memberikan kerinduan suasana musik kampus yang benar-benar kampus. Menampilkan band-band berkualitas dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Walaupun tidak ramai, namun penonton yang ada terlihat mengerti betul apa yang mereka tonton.”Kami suka panggung ini, yang datang kesini bukan karena temannya ikutan nonton” ungkap Farid, vokalis Festivalist. Hal senada juga tersurat dari bassis Morfem “puas banget, senang aja venue di alam luar kaya gini kan jarang ya, menurut gua, eh menurut saya acara dikampus emang bagusnya kaya gini, manfaatin space yang ada” tutup Yanu. [Warning/Tommy]

Event By: Indonesian Corruption Watch dll.
Venue : Kampus Realino, Universitas Sanata Dharma
Date : 16, May 2013
Man Of The Match : Jika Penonton ramai, maka kata sempurna tidaklah berlebihan untuk menggambarkan konser ini.
Rating : ●●●●

Iksan Skuter © Warning
Iksan Skuter © Warning

Foto-Foto Konser ini bisa dilihat di -> [Gallery] You And Me Lawan Korupsi 

Tags : fstvlstmorfem
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response