close

Penyerangan Pussy Riot oleh Milisi Cossacks

pussy

pussy

Personel Pussy Riot  diserang dengan menggunakan cambuk oleh milisi Cossacks di Sochi pada 19 Februari kemarin, sebagaimana dilansir oleh The Guardian.

The Guardian mengatakan bahwa beberapa anggota dari kelompok protestan punk tersebut, termasuk Maria Alyokhina dan Nadezha Tolokonnikova, dianiaya oleh aparat militer Cossacks yang tak berseragam dan petugas keamanan setempat ketika mereka mencoba untuk perform di kotaRussia, dimana Olimpiade Musim Dingin sedang diselenggarakan.

Beberapa laporan mengungkapkan bahwa saat itu Pussy Riot dihardik oleh kira-kira selusin aparat Cossacks  yang melepas topeng dan membanting gitar milik mereka. Beberapa saksi juga menyebutkan bahwa salah seorang aparat Cossacks menggunakan spray merica. Insiden tersebut berlangsung selama beberapa menit dan menyebabkan salah satu anggota Pussy Riot bersimbah darah, namun polisi sama sekali tidak melakukan penangkapan ketika mereka datang.

Pada hari sebelumnya, 18 Februari, Tolokonnikova mengungkapkan bahwa dirinya dan Alyokhina telah ditangkap di Sochi dan ditawan di pusat kota. ”Kami hanya sedang berjalan-jalan di Sochi ketika mereka menangkap kami. Mereka mencurigai kami sebagai pelaku pencurian, yang tentunya tidak pernah kami lakukan,” ujar Tolokonnikova.

Semyon Simonv, seorang aktivis HAM lokal yang ditangkap bersama Pussy Riot menceritakan bahwa dirinya, Alyokhina, Tolokonnikova, dan tujuh orang lainnya ditangkap di jalan oleh polisi setelah seorang karyawan di sebuah hotel yang mereka tempati memberikan sejumlah informasi.

Alyokhina dan Tolokonnikova dibebaskan dari penjara pada Desember 2013 lalu setelah dijatuhi hukuman dua tahun penjara atas aksi protes di sebuah gereja di Moskow. [Damar Wijaya]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.