close

Perayaan Rumah Baru Starlit Carousel

15
Frau © Warningmagz
Frau © Warningmagz

Lima tahun tinggal dalam rumah berbentuk data digital dan kepingan CD, Starlit Carousel akhirnya mendapat rumah baru berupa piringan hitam. Adalah Nirmana Records, label rekaman baru asal Jogja yang menjadi bidan atas dirilis ulangnya album pertama Frau ini. Bertempat di MES56, konser rilis Starlit Carousel versi piringan hitam ini berlangsung intim dan meriah. Sabtu kemarin (14/02) seperti biasanya, Frau tampil mempesona dalam kesederhanaan dan lagu-lagunya.

Starlit Carousel menjadi rilisan pertama dari Nirmana Records. Label rekaman baru yang digagas oleh Uji Hahan ini berfokus untuk mendokumentasikan karya musik musisi Jogja dalam bentuk piringan hitam dengan tambahan nilai visual yang artistik. “Alasan memilih Frau karena dia sangat memperhatikan bagaimana musiknya didistribusikan, juga karena karya-karya Frau selalu punya ruang yang luas untuk direspon oleh seniman lain,” ujar Uji Hahan dalam konferensi pers yang diadakan sehari sebelum konser.

Malam itu MES56 berbenah cukup manis. Lampu kerlap-kerlip dipasang menggantung di atas area duduk penonton. Kursi-kursi penonton ditata setengah melingkar menghadap pintu depan MES56 tempat Leilani dan Oskar –nama piano digital Frau— akan melakukan aksi hipnotis musikalnya. Sebelum pertunjukan, acara terlebih dahulu dibuka dengan doa bersama dan potong tumpeng bersama tim Nirmana Records.

Malam itu orang lain boleh merayakan hari kasih sayang dengan coklat, bunga, ungkapan cinta, atau lainnya. Tapi Frau melamar semua penontonnya dengan lagu pertama, “Marry Me”. Sebuah pinangan yang sepertinya tidak mungkin mendapat jawaban tidak. “Mesin Penenun Hujan” lalu dimainkan disambung dengan “Rat and Cat”. Untuk nomor ke-3 ini, Wok The Rock ikut urun suara. Denting piano dan vokal Frau menyuara lincah seperti kucing, mengejar suara cicit-desis Wok The Rock yang berperan jadi tikus. Penampilan yang cukup langka untuk dilewatkan.

Nomor yang dimainkan selanjutnya adalah “Glow” yang dimedley dengan “I’m a Sir”. Di “Salahku, Sahabatku” Lani berbagi piano dengan pasangan duetnya di album, Nadya Hatta. Lani kemudian memainkan “Oskar”, sebuah lagu tentang piano yang kerap ia kenalkan sebagai personil ke-2 di Frau. “Marry Me” dan “Oskar” sendiri adalah dua lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis di album Frau manapun. Setlist malam itu ditutup dengan “Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa”. Lani sempat menawarkan kepada penonton untuk mengisi bagian yang seharusnya disuarakan oleh Ugoran Prasad, namun entah karena malu atau apa tawaran Lani tidak mendapat sambutan.

Frau & Nadya Hatta © Warningmagz
Frau & Nadya Hatta © Warningmagz

Malam itu Frau rencananya hanya akan membawakan delapan lagu yang ada di Starlit Carousel. Tapi seperti biasa, kerumunan yang belum mau beranjak kemudian meminta Frau menambah penampilannya. “Dibaleni meneh!” (“Diulangi lagi! “–red) teriak salah satu penonton. Salah satu nomor andalan di Happy Coda, “Tarian Sari” kemudian dimainkan sebagai penutup konser.

“Sore deg-degan karena dari masih hujan, tapi untungnya udah reda. Puas sih sama pentasnya. Selama ini kan Frau pentas di ruang kecil, penonton nggak terlalu banyak, jadi ideal lah,” ujar Frau ketika ditemui WARN!NG setelah konser. Kerumunan malam itu memang tidak terlalu masif. Hanya sekitar 130-an orang, tiketnya pun sudah sold out dua hari sebelum hari H.

Starlit Carousel versi piringan hitam yang dilengkapi dengan buku partitur ini hanya diproduksi sebanyak 200 buah. Agar lebih artistik, sampul album ini juga diganti dengan lukisan. Melihat sambutan meriah di rilisan pertamanya, Nirmana Records patut mempertimbangkan untuk segera memilih karya siapa lagi yang akan mereka rumahkan di piringan hitam. [WARN!NG/Titah Asmaning]

Galeri foto untuk konser ini bisa dilihat disini

Event by : Nirmana Records
Venue : MES56, Mangkuyudan Jogjakarta
Date : 14 Februari 2015
Man Of The Match : “Mesin Penenun Hujan” dan duet Frau dengan Wok The Rock di “Rat and Cat”
WARN!NG level: !!!1/2

Tags : FrauNirmana RecordsStarlit Carousel
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.