close

Pesta Avant Garde Jogjakarta

IMG_1101

Jogjakarta kembali mendapat invasi dari jepang. Setelah sebelumnya Mitsume, kali ini giliran Ruins Alone yang coba menghajar telinga dengan aksi solonya. Hasilnya pun mudah ditebak, tak ada satu penonton pun yang kecewa

Ruins Alone © Warningmagz
Ruins Alone © Warningmagz

Tidak harus menunggu akhir pekan untuk mendapati konser di Jogjakarta. Terbukti di sebuah malam jumat (3/10) terdapat 3 konser yang digelar bersamaan. Adapun Yesno Klub, salah satu oknum yang bertanggung jawab mentransformasi malam jumat menjadi semarak. Bertempat di Kedai Kebun forum sebuah pesta avant garde digelar

Yoshida Tatsuya sepertinya sudah sangat nyaman tampil sendirian, band ini bernama Ruins, hingga pada tahun 2004 ia ditinggal bassistnya dan berganti nama menjadi Ruins Alone. Sebelum mengokupasi panggung, ia meminta drum dipindah kedepan. Berdosa telah memakan waktu cukup lama,Yoshida menebusnya dengan aksi energik yang langsung direspon dengan applause meriah.

Sebuah Eksperimental rock tak kenal usia coba ia sajikan. Dengan membawakan semua lagu dalam bahasa jepang, nyaris tak ada sing along dari audience. Namun siapa yang peduli dengan keterbatasan bahasa, beberapa nomor-nomor andalan seperti “Glaschenk”, “Laipthcig” tetap sukses membuat penonton takjub. Malam itu benar-benar milik Ruins Alone, udara panas, alat sederhana tak menjadi hambatan untuk tampil maksimal. Dalam salah satu nomornya juga terasa aroma d-beat, sekilas terbayang jika ada Kawakami ikut hadir disana.

Sebelumnya, acara dibuka oleh seniman-seniman avant garde Jogjakarta, dimulai dari Seek Six Sick dengan noise rocknya, kemudian ada I Know You Well Miss Clara dengan 4 lagu instrumental Jazz Rock, lalu ada Wukir, yang terkenal dengan alat musik buatannya sendiri, lewat perpaduan bambu tradisonal dan synthesizer modern. Sayang Wukir tak memaksimalkan waktu yang ada, karena ada sedikit trouble. Namun lagi-lagi siapa yang peduli, penonton tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap aksinya.

Kemudian ada Zoo, dibuka lewat nomor “Kedo-Kedo”, tak kuasa ditahan penonton hanya dengan berduduk-duduk ria. Semakin panas ketika “Pesta Memohon Hujan”, “Pada Gunung” dikumandangkan. Seperti biasa Rully, sang vokalis tampil energik tanpa mengenakan kaos. Dan “Hymne Peradapan” sukses menjadi klimaks penampilan mereka.

Terbukti, walau bintang tamu saat itu adalah Ruins Alone, namun keseluruhan line up memberikan kontribusi yang tak kalah besar. Tak seperti sebuah konser kebanyakan, dimana band pembuka kurang mendapat perhatian, dalam gigs ini, semua penampil sukses membuat penonton untuk tetap focus pada stage. Hal ini, tak lepas dari pemilihan line up yang sempurna untuk sebuah gigs avant garde. Dan tentunya, acara yang berjalan tepat waktu adalah nilai plus tersendiri.

Memang, jika dilihat dari kuantitas penonton, gigs ini bisa dikatakan tidak ramai. Namun lagi-lagi, kuantitas tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas. Penonton yang hadir tetap menunjukan antusiasnya, terlihat yang hadir tidak hanya berasal dari Jogja, beberapa turis juga terlihat menikmati gigs ini dengan sebotol bir ditangan. Beberapa musisi dari jogja juga turut berpartisipasi sebagai penonton dalam gigs yang penuh eksperimantal ini. “Ruins Alone are fukking rule” tutup Farisi, salah seorang penonton yang takjub dengan aksi Yoshida Tatsuya. [Warni!ng/Tomi Wibisono]

;

 Zoo © Warningmagz
Zoo © Warningmagz

Gigs Documentation here ! – Ruins Alone live in Jogja

Venue : Kedai Kebun Forum

Date: 3 oktober 2013

Event by :Yesno klub

Man of the match : Yesno Klub dengan pemilihan Line Up yang akurat

Warn!ng level : •••1/2

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.