close

Pesta Awal Tahun The Parade 5

captain jack (2)

 

Mural Jogja ora didol  © Warningmagz
Jogja Ora Didol

Dalam tiap pagelarannya, Kick The Parade selalu mengusung sebuah pesan sebagai tema acara. Pun begitu dengan The Parade edisi ke 5 ini.  Kembali digelar pada 3-5 Januari kemarin, kali ini mengusung tema Deep Root En Route yang diangkat sebagai simbolisasi dari semangat masyarakat muda para pelaku industry kreatif untuk terus maju dan berkembang dengan tetap mengakar pada nilai-nilai dan jati diri.

Sama seperti, tahun-tahun sebelumnya, konsep acara masih berkutat pada clotching expo, aksi beberapa komunitas dan tentunya aksi panggung dari band-band undangan. Yang menarik, di tengah carut marut kota jogja, Parade 5 mencoba merespon dengan seruan di dunia maya lewat #satuJogja dan sebuah live mural tentang isu Jogja Ora Didol saat acara berlangsung.

 

captain jack © Warningmagz
captain jack © Warningmagz

 

Day 1

Hari pertama, antusiasme penonton bisa dikatakan minim. Attack The Headline, Devoured, Rajasinga dan Something Wrong mengokupasi panggung ketika matahari masih bersinar. Tenggelamnya matahari diiringi penonton yang mulai ramai berdatangan. Sangkakala, yang baru saja merilis album baru, langsung menggeber lewat “Into The Row”  “Gang Bang” dan “Hotel Berhala”. Kembang api dan aksi liar para macan ini tak luput disuguhkan. Dan seperti biasa, “Tong Setan” dikutuk menjadi lagu terakhir, setelah sebelumnya membawakan anthem “Kansas”

Masih dengan suasana heavy metal, Komunal melanjutkan hawa panas yang sudah dibuat Sangkakala. Kuartet ini, terkahir kali menduduki panggung jogja 5 tahun yang lalu di era kejayaan album Hitam Semesta. Sayang saat nomor-nomor awal seperti “Bakar Kibar”, “Pemuda Belati”  dan “Rock Petir”  dimainkan, penonton belum terlihat antusias. Cukup terlambat, sing along baru terdengar ketika “Manusia Baja” didendangkan. Dan “Gemuruh Musik Pertiwi” sukses menjadi klimaks penampilan Komunal, penonton terdengar dengan lantang ikut meneriakan reff “Disini uang dan politik tak ada artinya”

Hari pertama acara ini ditutup oleh Captain Jack. Harus diakui fanatisme Monster Jackers sungguh luar biasa. Sing along, kepalan tangan di udara terlihat begitu harmonis ditambah aksi panggung atraktif. Mereka membawakan sekitar 7 lagu lengkap dengan hits “Kupu Kupu Baja” ,”Sadar Lebih Baik”, “Tak Ada Yang Datang”, “Berbeda Adalah Pilihan”

 

Sore © Warningmagz
Sore © Warningmagz

 

Day 2

Lagi, band yang sedang padat jadwal panggung, FSTVLST tak luput meramaikan The Parade 5. Band yang berencana merilis album baru di tahun ini, tidak perform sendirian, kali ini mereka membawa sahabat mereka, vespa sebagai hiasan panggung. “Setan Bulan dan Malaikat” menjadi lagu pembuka, diikuti “Tanah Indah Untuk Para Terabaikan, Rusak dan Ditinggalkan”, “Menangisi Akhir Pekan”, “Manifesto Postmodernisme”. Sedangkan sebagai penutup, mereka mempersembahkan “Hari Terakhir Peradaban” lengkap dengan aksi enerjik, seperti biasanya.

Sebelumnya di panggung luar terlebih dulu diisi oleh band-band pop seperti Koala, Everyday dan Javablacna. Sedang di panggung indoor, Gerap Gurita, Answer Sheet dan NOK 37 sukses menghibur penonton di tengah padatnya aktivitas belanja.

Headliner yang ditunggu-tunggu kemudian muncul. Tak lain, adalah Sore, yang memiliki daya magis menghilangkan rasa dingin akibat angin malam. Dengan sedikit sapaan, “Somos Libre” langsung didendangkan, praktis tepuk tangan dan teriakan gembira penonton seketika terdengar. Setlist di malam ini, didominasi nomor-nomor dari album Centralismo. Penonton yang semakin hanyut dalam lagu-lagu Sore, mencapai klimaks saat nomor legendaris, “No Fruit For Today” didendangkan. “ini lagu terakhir” ungkap Ade. Namun penonton tak terima dan meminta lebih. Apa daya, Sore menuruti dengan menyanyikan “Sssstt…”, penonton pun klimaks untuk kedua kalinya.

 

The sigit © Warningmagz
The sigit © Warningmagz

 

Day 3

Di hari penutup ini, terlihat peningkatan arus pengunjung. Band-band tuan rumah seperti Dirty Glass, Summer In Vienna, Belkastrelka, Individual life, Jalan Pulang dll, lebih dulu  menghibur penonton. Pun begitu pada saat penutupan, band jogja yang paling ‘bersinar’, Shaggydog didaulat menjadi penutup acara.

Momen menarik hadir, saat jeda sebelum penampil terakhir mengisi panggung. Enam MC kondang jogja, Alit, Gepeng, Gundhi, Fira, Gandos dan Donny berada dalam satu panggung, tentu, hasilnya pun mudah ditebak, bak Stand Up Comedy, mereka sukses membuat penonton terhibur dengan joke-joke yang sensual.

Shaggydog membuka pesta dansa lewat nomor lawas “Rudy Story”. Tanpa basa basi, langsung disambut para doggies untuk berdanska di pit yang cukup renggang. Tempo diturunkan sedikit, dalam romansa “Lagu Rindu” yang kemudian dinaikan lagi berturut-turut lewat “Jalan-jalan”, “Kembali Berdansa” dan “Sayidan”. Shaggydog menutup The Parade 5 dengan lagu “Kere Hore”

Sebenarnya penonton telah lebih dulu mencapai klimaks saat The SIGIT mengokupasi panggung. Berbeda saat terakhir kali perform di Jogja, kali ini The SIGIT mulai berani menyusun setlist dengan dominasi album Detourn. The SIGIT tampil maksimal sejak  lagu pertama “Detourne” dinyanyikan. Semakin liar saat “Black Summer” dan “Red Summer”.  Mungkin dengan semangat tahun baru, penampilan mereka di acara ini lebih energik, walau penonton tak seantusias seperti saat mereka perform di UGM, beberapa waktu silam. Di nomor terakhir, “Black Amplifier” yang diakhiri dengan jamming super ngebut, sukses mencapai klimaks dini di hari ketiga The Parade 5 ini. [WARN!NG/Tomi Wibisono]

 © Warningmagz
© Warningmagz

 

Gig Documentation ->

> The Parade 5 [Day 1]

>  The Parade 5 [Day 2]

> The Parade 5 [Day 3]

 

 

 

 

Event by: Kick

Date: 3-5 Januari 2013

Venue: Jogja Expo Center

WARN!NG level:•••1/2

Man of The Match: pesta segar mengawali tahun baru 2014

Tags : captain jackfstvlstparade 5sangkakalashaggydogsore
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response