close
Hammersonic

“Awas ! Mereka kembali!!! Bahkan lebih berbahaya dari kedatangannya pertama kali satu tahun yang lalu!!” berikut adalah ungkapan yang disampaikan seorang metalhead kepada akun twitter @hammersonicfest. Hammersonic Jakarta International Metal Festival telah terhelatkan kembali 27-28 april 2013 lalu, setelah sukses dihelatkan pertamakali satu tahun yang lalu. Mengusung 38 band bergenre keras dari dalam dan luar negeri serta seorang DJ metal, festival ini menghentakan adrenalin para metalhead selama dua hari. Acara digelar disebuah taman asri di ujung utara kota Jakarta, yaitu Ecopark Taman Impian Jaya Ancol.

Dengan harga tiket normal Rp. 300.000, 00 untuk satu hari, dan Rp. 500.000,00 untuk terusan dua hari, festival ini menyuguhkan sebuah tontonan yang luar biasa dengan mengundang sejumlah banyak band-band metal kelas dunia seperti Obiatuary, Cannibal Corpse, Cradle of Filth, Epica, As I Lay Dying, Destruction, dan masih banyak lagi. Tak kalah juga band-band besar bahkan lagenda metal Indonesia sekelas Power Metal, Edane, Sucker Head, Seringai, Burgerkill, dan lainnya, ikut pula menghajar para penonton yang sudah lama menanti acara ini untuk hadir menghibur mereka.

Hammersonic festival day 1 !

Hari pertama dibuka dengan penampilan Kraken di atas Hammer Stage, band oldschool death metal asal Jakarta yang baru saja genap berumur satu tahun di bulan itu. Membawakan lagu-lagu mereka dari EP The Almighty Kraken, membuat suasana panas di atas panggung namun hanya debu di antara moshpit yang masih sepi. Begitupula dengan band-band selanjutnya yang bergantian memanaskan panggung Hammer dan Sonic yaitu Kapital, Sil Khannaz , serta duo Auatralia band groove death asal Auatralia, Sensory Amusia dan band slam death metal Whoretopsy. Namun aksi mereka hanya direspon segelintir orang untuk mendekat ke arah panggung. Mereka banyak terlihat menggeletak di bawah teduhnya pohon-pohon di taman Ecopark. Tempat ini memang bisa dibilang sejuk diantara rumor panasnya Jakarta, ditambah dengan pemandangan pinggir sungai di sebelah batas barat, membuat hanyut para metalhead untuk menikmati acara “metal piknik” ini.

Ketika Outright yang didaulat memanaskan panggung Sonic selanjutnya, cukup banyak yang mulai tergoda bergulat di moshpit bersama metalhead lainnya. Band Hardcore asal kota kembang Bandung ini langsung menghajar dengan lagu-lagu andalannya seperti “Broken Trust”, “My Truth”, dan “Never Give Up”. Suasana memanas di depan panggung, terlihat adanya kedekatan emosi antara para metalhead dan band yang dapat diperhitungkan di belantika Hardcore Indonesia ini. Dilanjutkan dengan performa dua band black metal impor, Belligerent Intent (Australia) dan Ethereal Sin (Jepang) bersambungan menghajar panggung Hammer dan Sonic sore itu.

Revenge! band ini melanjutkan pesta pora para metalhead di hari pertama Hammersonic Festival 2013. Dibuka dengan “Servant of the Myth”, suasana di depan panggung Hammer semakin panas. Suasana musikalitas teknikal death yang sangat cepat, membuat para metalhead lepas kendali mengikuti alunan melodi dan irama hyperblast dari Revenge. Mereka bak para gladiator yang beradu kekuatan namun dengan rasa senang dan tanpa dendam. Sementara itu terlihat rombongan Burgerkill sedang melakukan pemanasan di sisi panggung Sonic dengan para begundal yang sudah berdiri menanti Vicky dkk menghentakkan adrenalin mereka.

Setelah Revenge selesai dengan urusannya di panggung Hammer, tanpa basa-basi Burgerkill langsung membuka penampilan mereka dengan “Darah Hitam Kebencian” di atas panggung Sonic. “Saatnya kalian berpesta, begundal,” itulah sapaan hangat vicky sang Vokalis kepada para fans mereka yang menamai diri mereka “begundal”. Membawakan hits-hits seperti “shadow of sorrow”, “under the scars”, “age of versus”, band lagenda hidup asal Bandung ini sukses memanaskan venue Hammersonic yang teduh ini. Dipenghujung bagiannya, Burgerkill mengundang Ricky vokalis dari Outright untuk diajak berduet menyanyikan “Atur Aku”, lagu cover dari band Puppen.

Sambung menyambung di dalam venue ini tanpa di dampingi satupun MC, oleh karena itu setelah Burgerkill menyetuh not terakhir dalam tabulasi “Atur Aku”, Dead Vertical langsung menggerinda telinga para metal head dengan alunan grindcore khas juara Indonesia ala mereka. Memainkan lagu-lagu pendek namun cepat dan keras, ditutup dengan lagu andalan mereka “Benteng Tirani sukses memanaskan panggung Hammer sesuai prediksi.

Dan siapa sangka, para metalhead dibawa kembali ke era kejayaan glam metal tahun 80an, band lawas Power Metal yang diundang untuk membawa suasana itu. Mereka bermain sangat energik, meskipun usia sudah tak muda lagi. Jeda maghrib menghentikan acara sejenak, terlihat para metalhead menikmati makanan dan beer untuk duduk menghadap ke barat melihat sunset yang indah di river side view.

Malam menjelang, bulan mulai naik, matahari hilang di telan si ufuk barat, acara digeber kembali oleh Voyager di atas panggung Hammer. Band asal Australia ini membawakan campuran dari heavy dan trash metal dengan sedikit sentuhan progresive. Mereka cepat belajar, hal ini dibuktikan dengan seringnya mereka menuturkan kata-kata dengan bahasa Indonesia yang tentu saja membuat para metalhead di depannya terkejut dan kontan bertepuk tangan. Membawakan medley lagu-lagu dari ACDC, Metallica mereka cukup membuat riuh diantara metalhead yang hadir.

Menyambung selesainya tamu dari Australia tadi, band lawas Edane langsung menghentak panggung Sonic dengan lagu-lagu lawasnya.Dan lalu terdengar kata “Hail Edan !!” begitulah cara sang vokalis dari Edane mengajarkan para penonton untuk menyapa mereka. Perform maksimal Edane disambut berpesta pora penonton yang rindu akan musik-musik Edane.

Pukul 19.00 tadinya adalah jadwal untuk “fireworks showcase”, namun tak terlihat tanda-tanda adanya pecahan dinamit di udara hingga pada akhirnya trio death metal asal Inggiris, Dyscarnate menghajar kembali panggung Hammer dengan membabi buta. Disampingnya telah terlihat rombongan Italia, Hour of Penance, tidak sabar pula ingin menghajar dengan musik hyper death metal mereka. Tiba saat tentangga dari Inggrisnya tadi puas menganiaya telinga di atas panggung Hammer, para Italiano itu seketika mengangkat tempo menjadi sangat cepat di dalam moshpit. Tanpa selang waktu juga Dying Fetus melanjutkan tempo yang sama cepat dengan band tentangganya. Unit metal asal Amerika ini masih sangat energik membawakan lagu-lagu brutal mereka, seperti “Raping the System”, “Judgementday”, “We are your enemy”, dan banyak lagu hingga belasan lagu dengan tempo tinggi.

Putra mahkota Napalm Death, yaitu LOCK UP, yang berasal United Kingdom ini juga dapat dikatakan sukses memanaskan malam di Ecopark Ancol. Sebuah band side project keren, dengan line up Shane Embury dan Nicholas Barker (Napalm Death) pada bass dan drum, Tomas Lindberg (At the Gates) pada vokal, dan Anton Reisenegger pada gitar, membuat band ini cukup disegani di belantika grindcore dunia. Lock Up menghajar venue dengan lagu-lagu mereka dengan sound deathly grinding yang apik.

Performance selanjutnya mungkin adalah yang paling ditunggu-tunggu para lelaki di seluruh penjuru venue hammersonic, itulah EPICA lengkap dengan vokalisnya yang cantik menawan, Simone Simons. Menyenandungkan nada metal dengan suasana Opera, EPICA menyuguhkan tontonan metal yang luar biasa malam itu. Simone yang kabarnya sedang hamil muda pun masih saja lincah mengibaskan rambutnya mengikuti alur melodi. Para metalhead di depan panggungpun seperti dibuai oleh EPICA malam itu, lagu-lagu andalan mereka pun tak luput dinyanyikan bersama oleh penggemar-penggemar mereka yang antusias.

Hari telah berganti, namun acara belum usai, tepat tengah malam, pioneer death metal asal America, Obituary memulai memanaskan panggung yang sedari siang sudah dibakar pula dengan melodi-melodi ganas band-band sebelumnya. Di depan panggung terlihat banyak orang-orang yang sudah tidak muda lagi ikut menikmati alunan cepat Obituary, tentu saja, mereka adalah lagenda yang berdiri sejak 1984, cukup tua untuk juga digemari orang yang sekarang sudah tua. Kurang lebih 16 lagu ditampilkan oleh para tetua death metal ini. Kelelahan belum juga mendera, moshpit masih terus bergerak hingga lagu terakhir “Slowy we root” dikumandangkan, sekaligus menutup performance mereka malam itu. Acara dilanjutkan oleh DJ INDRA7 yang memainkan musik-musik metal dengan DJ setnya. Namun para metalhead cenderung meninggalkan venue ataupun memilih untuk tidur melepas lelah seharian. Hari pertama yang sungguh luar biasa, liar, ganas, keras !  [Warning/Bayu]

 

Event by : Revision Live

Date : 27-28 April 2013

Venue: Ecopark Taman Impian Jaya Ancol

Man Of The Match : cepat, keras tanpa MC

Rating : ●●● 1/2

 Liputan hari kedua bisa diakses disiniHAMMERSONIC-2013-RS

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.