close

Hari Raya Metalhead Indonesia

485477_4852891048633_604430382_n

Hammersonic fest day 2

Hari kedua ritual barbar ini dimulai kembali, serupa tapi tak sama. Mungkin itulah kalimat yang dapat menggambarkan perbedaan helat satu dan dua ini. Di Hari kedua ini Hammersonic menghadirkan band-band yang tidak kalah buas dari hari pertama kemarin. Hari ini menampilkan banyak band luar biasa pula dari dalam dan luar negeri semacam, Cannibal Corpse, Cradle of Filth, As I lay Dying, Destruction, Suckerhead, Seringai, dan band lainnya yang tidak kalah ganas.

Memulai hari kedua, salah satu band hasil audisi Road to Hammersonic yaitu Rising the Fall menyalakan api semangat di atas panggung Hammer. Namun seperti biasa, kutukan untuk main pertama,yaitu moshpit yang sepi. Dilanjutkan dengan band metalcore asal Makasar, Unremains, yang juga tidak kalah ganas namun juga tidak kalah kesepian. Rezume, gore metal dari Bali pun juga kurang mendapat sambutan yang atraktif. Mungkin para metalhead ini masih kelelahan dengan show hari pertama yang begitu ganas.

Band impor pertama yang memanaskan hari kedua, adalah Saturnian. Band yang menamai genre mereka extreme symponic metal, menyahdukan lagu-lagu apik dengan backing vokal dari aditional cantik dengan suara soprano yang menggugah. Menggunakan corpse paint diseluruh badan, membuat mereka terlihat semakin disegani di atas panggung. Tak mau kalah dengan band impor, band selanjutnya yaitu Hellcrust beranjak ‘menghancurkan’ panggung Hammer dengan death metal blastnya. Band yang merupakan side project dari Ghorust,Boni (Dead Squad), Wirsky (Death Valley), Nyoman (ex Siksa Kubur), dan Ario (Carnivored) ini sudah tidak dapat diragukan lagi kualitasnya. Menghentak metalhead di depannya dengan alunan death metal brutal tanpa ampun kepada setiap orang yang terjangkau sound system. Melirik ke panggung sebelah (sonic), Inanimacy dari Australia juga siap pula menghentakkan venue dengan alunan death metal mereka.

Kini giliran Down For Life menghangatkan panggung Hammer. Alunan metalcorenya sedikit meredakan radiasi death metal yang sedari tadi mendera. Membawakan lagu-lagu andalan semacam, “Pesta Partai Barbar”, “Pasukan Babi Neraka”, dan tentu saja lagu pamungkas mereka “Tertikam dari Belakang”, Down For Life sedikit menurunkan tempo untuk sekadar merecover tenaga lagi. Namun belum lah selesai mengisi tenaga, kita dihentakan lagu dengan death metal yang dipadukan dengan symponic black oleh para jenius dari Australia, Advent Sorrow dan Ouroboros.

Tak lupa, band tuan rumah, Sucker Head juga ikut ambil bagian memanaskan venue dengan hentakan trash groove metalnya. Krisna Sadrach sang bassist juga vokalis, masih sangat energik dan tampak gagah meladeni para metalhead yang terlihat antusias di depannya. Disambung dengan penampilan Shaun LaCanne sebagai Putrid Pile, sebuah band death metal solo yang unik dengan skill mumpuni. Hanya dengan sendirian saja dibantu dengan gitar elektrik dan sebuah alat untuk menghasilkan simponi dari alat musik lainnya. Meskipun sendirian, Shaun (Putrid Pile) ini cukup membuat moshpit gila dengan kecepatan musiknya. Tak kalah pula menyusul The Amenta di stage sampingnya yang datang jauh dari Australia untuk menguji nyali para metalhead dengan kekerasan musiknya.

Seringai tampil tak kalah ganas juga dengan band-band sebelumnya. Mengusung pesta heavy metal, Arian dan kawan-kawan nampaknya memiliki basis masa yang cukup banyak disini. Meskipun kebanyakan hanya ikut bernyanyi dan sedikit headbang, namun suasana di venue itu sangat panas oleh musik-musik yang dilantunkan SERINGAI. Seperti biasa, Mengadili Persepsi (Bermain TUHAN) menjadi lagu pamungkas mereka sekaligus menjadi penanda dimulainya pesta kembang api di hari kedua.

Selang kemudian band technical progressive death metal asal Perancis, GOROD, memulai pertunjukannya dengan sangat apik dan rapih. Membawakan lagu-lagu luar biasa yang mampu membius moshpit meluapkan segala kebahagiaanya ditengah venue. Setelah puas bermain-main dengan GOROD, para metalhead bergeser menuju ke panggung Hammer untuk meladeni performance dari As I Lay Dying yang sudah ditunggu-tunggu. Band metalcore asal America ini pun memuaskan seluruh penggemarnya yang sedari tadi pula ikut bernyanyi bersama. Mereka lebih banyak membawakan lagu-lagu dari album teranyar mereka Awakened semacam “A greater Foundation” dan “Overcome”. Setelah itu, Destruction menjadi Runner Up kedua sebelum kita menuju Cannibal Corpse pada runner up pertama dan juara Cradle of Filth. Band ini merupakan salah satu founder trash metal Jerman bersama Kreator dan Sodom. Berkomposisikan tiga orang, om-om sangar ini masih cukup disegani di atas panggung Sonic.

Setelah tahun lalu sempat mampir ke Indonesia, Cannibal Corpse datang lagi tahun ini untuk memuaskan kembali para penggemarnya dalam perhelatan metal terbesar se-Asia Tenggara ini. Tanpa basa-basi mereka langsung menghajarkan tiga lagu, “Demented Agression”, “Sarchopagic Frenzy”, dan “Scourage of Iron”. Disusul dengan lagu-lagu andalan seperti “Priest of Sodom”, “Encased in Concrete”, “Make Them Suffer”, dan belasan lagu lainnya. Mereka tanpa lelah menggeber lagu-lagu mereka yang dengan tempo tinggi meluncurkan radiasi-radiasi death metal tua yang masih sangat luar biasa. Show mereka penuh dengan aksi-aksi atraktif para metalhead yang headbang, moshing, dan air diving. Sungguh show dan crowd yang luar biasa di bagian Cannibal Corpse ini.

Melangsungkan hentakan terakhir tahun ini, Cradle Of Filth didaulat sebagai headliner juara hari kedua. Band ekstrim dari Inggris terdiri  Dani Filth (vocals), Paul Allender (guitars), Charles Hedger (guitars), Dave Pybus (bass), Sarah Jezebel Deva (backing vocals), Rosie Smith (keyboards), and Martin Skaroupka (drums) dibentuk sejak tahun 1991. Mereka melayani para metalhead yang sudah tampak kelelahan dalam dua hari pertarungannya di ritual barbar hammersonic ini. Namun aksi Jezebel Deva yang cantik sebagai backing vokal yang mendesah-desah, nampaknya cukup membuat mata melek kembali dan terus menyaksikan mereka hingga akhir.

Dua hari sudah Hammersonic Jakarta International Metal Festival ini diadakan, pengalaman menonton berbagai macam band luar biasa pasti akan sangat membekas di benak para metalhead. Untuk itu panitia menyediakan merchandise yang dijual dalam berbagai bentuk seperti kaos, tas, topi, bandana, gelang, stiker dengan berbagai desain pula. Benda-benda ini patut dibawa pulang untuk menyempurnakan lawatan pesta barbar yang sudah berlangsung dua tahun ini. Selain itu panitia juga menyediakan photo both. Terlihat photoboth berbentuk band-band seperti Epica, Cannibal Corpse, As I Lay Dying dan yang lainnya, dipasang untuk mengobati keinginan berfoto dengan para idola yang asli. Diharapkan acara seperti ini dapat terus dikembangkan dan membesar lagi, agar dapat menjadi ajang hiburan yang berkualitas bagi para metal head di seluruh Indonesia, bahkan mungkin dunia. [Warning/Bayu]

 

Event by : Revision Live

Date : 27-28 April 2013

Venue: Ecopark Taman Impian Jaya Ancol

Man Of The Match : Stamina Metalhead yang taat pada barisan selama 2 hari

Rating : ●●●●

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response