close

‘Prenjak’ Garapan Wregas Bhatuneja Raih Kemenangan di Cannes

Prenjak

Wregas_Bhanuteja

Kalau tahun lalu The Fox Exploits The Tiger’s Might garapan Lucky Kuswandi masuk jajaran film pendek yg diputar di ajang La Semaine de la Critique Cannes Film Festival, tahun ini film karya sineas Wregas Bhanuteja berjudul Prenjak dan Marlina the Murderer in Four Acts milik Mouly Surya dapat slot pemutaran. Berita yang tak kalah baiknya, Prenjak dengan durasi 12 menit berhasil dapat penghargaan dari Leica Cine Discovery Prize untuk kategori film pendek. Leica Cine Discovery Prize adalah penghargaan bagi film dengan durasi pendek dan menengah yang dianugerahkan langsung oleh juri-juri La Semaine de la Critique Cannes Film Festival.

Prenjak diberangkatkan sebagai wakil Indonesia oleh Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kemendikbud. Jauh-jauh mengudara dari Indonesia, film ini berhasil memantapkan posisi di antara film internasional lainnya, antara lain Arnie (Taiwan-Filipina), Ascensão (Portugal), Campo De Viboras (Portugal), Delusion Is Redemption to Those In Distress (Brasil), L’Enfance D’Un Chef (Prancis), Limbo (Yunani), Le Soldat Vierge (Prancis), Oh What A Wonderful Feeling (Kanada) dan Superbia (Hungaria). Sebagai hadiah kemenangan, Wregas berhak menerima dana hibah sebesar 4.000 euro.

Prenjak mengokupasi ruang pemutaran di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival sebanyak tiga kali. Di Indonesia sendiri, Prenjak pertama kali dipertunjukkan untuk umum sehari sebelum pengumuman Cannes di ruang alternatif Kinosaurus, Kemang.

Prenjak

Film ini bercerita soal perempuan yang tengah membutuhkan uang lalu menawarkan korek api kayu pada teman lelakinya seharga 10.000 sebatang. Dengan harga semahal itu sang pembeli boleh melihat bagian paling pribadi si perempuan selama api korek masih menyala. Narasi ini mengesankan Direktur Artistik Cannes, Charlie Tesson. Menurutnya, film karya sineas muda ini begitu puitis sekaligus mengejutkan, memaparkan kebanalan kelam soal bagaimana upaya mencari nafkah dihargai hanya sebagai permainan korek api.

Proses pengambilan gambar film ini kabarnya memakan waktu dua hari dan dikumpulkan ke Cannes tepat tiga hari sebelum tenggat jatuh tempo. Tim Prenjak terdiri dari teman Wregas semasa SMA dulu. Adalah Henricus Pria sebagai line director, Rosa Winenggar dan Yohanes Budyambara didaulat sebagai dua tokoh utama, berikut Ersya Ruswandono–yang juga kekasihnya–sebagai pengarah fotografi. Kelimanya menyertai Prenjak menuju kemenangannya di Prancis.

Di usia muda, Wregas sudah berhasil meloloskan ketiga filmnya ke festival internasional. Sebelum Prenjak, film Lembusura tembus ke Festival Film Berlin 2015 dan Floating Chopin diputar di Hong Kong Film Festival 2016. [WARN!NG/ Adya Nisita]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response