close

Printemps Francais 2015 Dibuka dengan “Upacara Kematian”

CFI89PbUUAAUZZX
hanya kematian yang setia menunggu
hanya kematian yang setia menunggu

Rangkaian Printemps Francais 2015 resmi dibuka Jumat (15/5) lalu. Pertunjukan teater musikal berjudul Proyek Peristiwa Teater: Hanya Kematian yang Setia Menunggu sukses diselenggarakan di Auditorium IFI-LIP, Sagan. Gelaran teater ini disutradarai oleh Agung “Leak” Kurniawan, berkolaborasi dengan Frau sebagai penata musik dan Gunawan Maryanto sebagai penata teks.

Melalui pertunjukan ini, Agung Kurniawan ingin mengubah perspektif kita tentang kematian. Ia mempersiapkan kita untuk menghadapi kematian dengan cara yang paling wajar, seperti segala sesuatu yang memang seharusnya terjadi. Ide ini ia wujudkan dengan membuat sebuah ‘gladi resik’ upacara kematiannya sendiri. Melalui plot cerita yang menyerupai tata cara upacara kematian, penonton dilibatkan sebagai ‘umat’ atau kerabat yang datang untuk memberikan perpisahan terakhir kepada yang tercinta. Intim dan puitik.

Pertunjukkan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut dibagi jadi dua sesi. Sesi pertama adalah sesi latihan dimana 200-an penonton yang sudah memenuhi venue sejak pukul 7 diarahkan untuk melaksanakan peran mereka. Sedangkan sesi kedua adalah pertunjukkan yang sesungguhnya.

Agung Kurniawan muncul di awal untuk membuka ‘upacara kematian’ dengan pidato singkat. Secara bergantian, puisi-puisi dari Gunawan Maryanto dibacakan oleh Budi Dharmawan, Yosep Anggi Noen dan dirinya sendiri. Sementara itu, Frau dengan indahnya menyuarakan beberapa lagu seperti “So Long Marriane”, “Menunggu” dan “Berhimpun untuk Berpisah”. Di masing-masing adegan, penonton menyahuti sebait puisi atau menyanyikan reff lagu bersama Frau. Puncaknya adalah ketika Agung Kurniawan mulai mencopoti baju yang ia kenakan satu persatu dan menaruhnya ke dalam kotak. Dalam keadaan hampir telanjang, Agung membuat penonton mengucapkan janji untuk hadir di upacara kematiannya yang sesungguhnya suatu hari nanti. Di akhir acara, Agung Kurniawan juga membagikan 47 original sketch nya secara gratis.

Mewujudkan kolaborasi Agung Kurniawan, Gunawan Maryanto dan Frau yang notabene adalah tiga nama penting di skena kesenian Jogjakarta, serta dengan konsep pertunjukkan yang meanrik, pertunjukan ini rasanya pantas menjadi salah satu pertunjukan wajib tonton tahun ini. Hanya Kematian yang Setia Menunggu merupakan karya yang sangat personal, tapi juga menjadi umum karena ia juga akan terjadi kepada semua orang. Pertunjukan ini juga direkam dan akan dirilis dalam bentuk piringan hitam oleh Nirmana Records.

Rangkaian Printemps Francais 2015 masih akan berlangsung sampai tanggal 20 Juni mendatang. Berbagai acara diselenggarakan. Untuk info acara lebih lengkap, silahkan cek di www.ifi-id.com/yogyakarta. [WARN!NG/Titah AW]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response