close

Proyek Adaptasi Novel Eka Kurniawan Menang Busan Award 2016

img_5374
img_5374

 

Edwin, sutradara asal Indonesia memenangkan Busan Award di Asian Project Market (APM), yang berlangsung 9-11 Oktober 2016 di Busan, Korea Selatan. Edwin membawa proyek film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, yang diadaptasi dari novel ketiga karangan Eka Kurniawan. Dalam proyek film ini, Eka Kurniawan juga bertindak sebagai penulis skenarionya.

Dengan judul internasional Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash, proyek film adaptasi novel ini adalah kolaborasi pertama Edwin dan Eka Kurniawan. Keduanya adalah kreator yang sudah diakui karyanya di dunia internasional menggunakan medium masing-masing. Edwin dengan karya sinematik Postcards From The Zoo, berhasil mencatatkan nama Indonesia pertama kali masuk seleksi dan dinominasikan sebagai film panjang terbaik oleh Berlin International Film Festival (Berlinale 2012). Sementara Eka Kurniawan baru saja memenangkan OppenheimerFunds Emerging Voices 2016 Fiction Award untuk novelnya, Manusia Harimau( Man Tiger). Eka juga pernah dinominasikan untuk Man Booker Prize International dengan novel yang sama. Sebelumnya, dia juga telah memenangkan World Reader’s Award 2016 untuk novel pertamanya Cantik itu Luka (Beauty is A Wound). Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, adalah novel ketiga dan selain difilmkan, novel ini rencananya akan diterbitkan di Amerika Serikat, pertengahan tahun 2017.

 

 

Edwin bersama Palari Films, berhasil membawa hasil kolaborasi paling dinanti ini untuk bertemu dengan pendana, investor film, dan pembeli film dari berbagai negara lewat Asian Project Market 2016. Selama 19 tahun sejak pembentukannya, Asian Project Film Market selalu konsisten melahirkan film dengan kualitas artistik dan keragaman tema. Film-film blockbuster seperti Snowpiercer karya Bong Joon-ho, maupun film-film unik seperti Stray Dogs karya Tsai Ming Liang bisa terwujud karena film-film tersebut bertemu dengan pasarnya yang tepat. Snowpiercer berjaya di Hollywood, Stray Dogs memenangkan Grand Jury Prize di Venice Film Festival.

Menurut Edwin, buku Eka Kurniawan ini sangat visual. “Bahkan beberapa bagian cerita didalamnya, terasa ada baunya. Buku ini sangat kental dengan pengetahuan, dan segenap misteri yang mempengaruhi pembentukan kebudayaan modern masyarakat kita. Seperti jutaan anak laki-laki di Jawa yang  tumbuh di era tahun 1980an,  saya sangat mengenali Ajo Kawir dan dunianya. Dunia dimana dangdut pantura mengiri rasa rindu para supir truck yang bergelut sehari-hari dengan machismo dan adrenalin.”

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.