close

Rampai Indah Musik dan Puisi AriReda

AriReda (3)
Arireda
Arireda

Sebentuk perpaduan indah musik dan puisi di atas panggung

Setelah mengawali di Jakarta, berlanjut di Malang dan Surabaya, duet Ari Malibu dan Reda Gaudiamo singgah di Jogja, Senin, (16/5). Bertempat di Kedai Kebun Forum, Deugalih dan Sisir Tanah mendapat kehormatan untuk mengisi slot pembuka di tur AriReda yang bertajuk #StillCrazyAfterAllTheseYears.  Hiasan awan di kanan dan kiri panggung, meski minimal, namun terkesan hangat. Seolah mengajak seluruhnya yang berada di ruang menuju awan-awan.

Deugalih mulai membuka konser dengan “Puraka”, “Buat Gadis Rasid” yang merupakan gubahan puisi Chairil Anwar, dan “Papua O Noukai”. Selanjutnya, Sisir Tanah juga menampilkan “Lagu Damai”, “Pidato Retak”, dan “Lagu Wajib”. Jika dua penampil lainnya menggubah puisi orang dan menyanyikannya, tidak dengan Sisir Tanah. Ia lebih membuat sendiri liriknya yang puitik cum absurd. Beberapa  puisinya berbicara tentang alam. Pada kesempatan kali ini, Danto Sisir Tanah juga berkolaborasi dengan Sinta Ridwan yang membacakan puisi “Kupangku Kau di Ambulu”, bercerita tentang pengolahan rajungan di Cirebon yang terancam oleh tambang batubara. Penampilan Sisir Tanah ditutup dengan “Lagu Baik”. Pada nomor pungkas ini, slot vokal lebih banyak diisi oleh penonton yang tak mampu menahan hasrat sing along.

Sisir Tanah
Sisir Tanah

Tepuk tangan mulai membahana saat duet Ari dan Reda mengokupasi panggung. Kerinduan akan romantisnya puisi-puisi Sapardi D. Damono, Goenawan Mohamad, dan Amir Hamzah bakal dibayar tuntas. Selama tiga dekade bermusik, AriReda baru mengeluarkan dua album, Becoming Dew yang rilis 2007 lalu, serta AriReda Menyanyikan Puisi (2015). Setelah beberapa waktu menyapa penonton, Reda membuka dengan “Mawar dan Bunga Rumput di Halaman: Gadis yang Kecil” puisi milik Sapardi. Lalu ada “Kuhentikan Hujan” dan “Hatiku Selembar Daun”. Kemudian ada “Di Restoran”, yang menjadi salah satu primadona dalam album kedua mereka. Penonton mulai malu-malu ikut bernanyi bersama Reda. Tampak menyelingi puisi-puisi milik Sapardi, “Gadis Peminta-minta” milik Toto Sudarto Bachtiar dimainkan. Lirik yang menyayat tentu sangat pas bila dinyanyikan dengan lengking indah milik Reda.

Melanjutkan repertoarnya lagi, kali ini Ricky Virgana, personel White Shoes and The Couples Company turut membantu dengan menggunakan cello. “Nokturno” dimainkan. Syahdu menjadi-jadi akibat sayat-sayat kecil pada cello dipadu petikan gitar Ari. Sungguh sebuah komposisi yang pas. Dengan sedikit chit-chat pada penonton tentu membuat suasana lebih intim. Maka “Akulah si Telaga” dan “Lanskap” menjadi dua nomor yang dipilih AriReda. Pada akhir nomor “Lanskap” milik Sapardi ini, Reda terlihat sesenggukan karena terharu. Di awal lagu pun ia telah mengatakan, “Semoga saya tidak menangis setelah menyanyikan ini.”

“Di Beranda ini Angin tak Kedengaran Lagi” dan “Tuhan, Kita Begitu Dekat” milik Goenawan Mohamad dan Abdul Hadi W.M. menjadi nomor sebelum dimainkannya “Hujan Bulan Juni”, “Pada Suatu Hari Nanti”, “Pada Suatu Pagi Hari”, dan “Ketika Kau”.  Keempat nomor terakhir juga mengisi Becoming Dew. “Hujan Bulan Juni” sendiri telah dikonversi dalam beberapa bentuk; novel, kumpulan puisi, dan komik. Serta, rencananya bakal diadaptasi dalam layar lebar dengan judul yang sama pertengahan tahun ini. Memang pada turnya di Jogja kali ini, AriReda menampilkan setlist dengan komposisi yang seimbang, antara album pertama maupun kedua. Dan banyak di antaranya merupakan puisi milik Sapardi. “Kami memang memiliki kedekatan dengan Pak Sapardi karena ia merupakan dosen kami. Saat itu, beliau meminta mahasiswanya untuk membuat musikalisasi puisi. Kenalah saya yang bernyanyi, juga Ari,” ujarnya pada penonton.

Ricky Virgana [Arireda]
Ricky Virgana [Arireda]
Arireda
Arireda

Rangkaian tur Jogja ini mereka tutup dengan “Sajak Kecil tentang Cinta” dan “Aku Ingin”. Meski musiknya terkesan minimalis, namun mereka bisa menciptakan keindahan dengan takaran yang pas. Konser berakhir, Ari Malibu dan Reda Gaudiamo melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama dengan penonton. Tampaknya, seluruh penonton mulai mencintai duo ini, meski hanya sederhana.[WARN!NG/Yesa O. Utomo]

Date: 16 Mei 2016

Venue: Kedai Kebun Forum

Event by: Kongsi Jahat Syndicate

Man of the match : “Aku Ingin” layak membuai pasangan yang baru saling cinta, sederhana.

[yasr_overall_rating size=”small”]

Gallery: Still Crazy After All These Years Tour [Yogyakarta]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.