close

[Album Review] Ra Ra Riot – Beta Love

6201-max

6201-max

What : Beta Love

Label : Barsuk Records

Genre :  Indie Pop

Watchful Shot : Binary Mind

[yasr_overall_rating size=”small”]

Album ketiga band chamber pop asal New York ini merupakan lanjutan dari album ‘The Orchard’ yang rilis pada 2010 silam. Beta Love yang dirilis 27 Januari 2013 lalu, diproduseri oleh Dennis Herring (Modest Mouse, Elvis Costello, Wavves). Ra Ra Riot meminta Dennis untuk membantu mereka keluar dari kekangan violin dan cello sejak rilisan pertama.

Beta Love direkam di Oxford, Mississippi. Grup ini mengaku bahwa berbagai lirik pada album ini banyak terinspirasi dari buku The Singularity Is Near garapan Ray Kurzweil dan William Gibson. Album ini menjadi rekaman pertama dalam formasi berempat setelah cellis Alexandra Lawn keluar dari band tahun lalu. Musik mereka pun bergeser, dari baroque pop menjadi elekro dengan bertemakan teknologi. Beragam sound dari synthesizer dan keyboard cukup banyak menghiasi album ini. Mereka mungkin merasa dibatasi oleh formula baru ini, tapi formula ini bekerja dengan baik pada Beta Love.Basically, album ini masih mempunyai jiwa dari ‘The Rhumb Line’ dan ‘sihir’ yang membuat kita ingin bergoyang. Melalui Beta Love, Ra Ra Riot telah berani keluar dari keadaan mereka yang stagnan.

Lagu pertama di album ini, “Dance With Me”, merupakan lagu yang sangat menyenangkan yang membuat kita ingin mendengarkannya lagi dan lagi. Keyboard mendominasi ini, membuat keseluruhan album lebih danceable dengan tempo yang cepat. Lagu selanjutnya, “Binary Mind”,salah satu lagu potensial dalam album ini.Menjadi lagu yang sangat pas jika kamu sedang ingin melupakan seseorang di masa lalu dan hanya ingin menjalani kehidupanmu saat ini. Gebukan drum pada lagu ini cukup catchy, bahkan bisa dikatakan menjadi puncak album ini. “Binary Mind” juga merupakan salah satu lagu yang berbicara secara langsung tentang perhatian Ra Ra Riot pada isu transhumanisme milik Kurzweil:“Why, tell me why/ I want to read you with this binary mind / ‘Cause if I do / I’m sure that we’ll be complete.”

Kemudian “Beta Love”, single pertama album ini, adalah kombinasi sempurna dari tema urban city dan percampurannya dengan teknologi. Mencari lagu-lagu dengan beat yang lebih mellow? Dapat ditemukan pula di album ini dalam lagu “Is It Too Much, When I Dream”, dan “For Once”. Pada lagu “Angels Please”, sound dan musiknya cukup mengingatkan pada band Passion Pit, namun minus pitch vokal yang tinggi. Lagu “Wilderness”menjadi lagu dengan tema sendu yang melengkapi album ini, sedangkan “What Do I Do” danShut It Offmenjadi lagu yang dapat didengarkan pada segala suasana. Album ini memang menjadi titik dan teritori baru bagi Ra Ra Riot. Sedikit membuat kening para pecinta Ra Ra Riot berkerut akibat pergeseran musik yang cukup dramatis. Namun, tak bisa dikatakan ranah baru ini tidak menarik. Nah, bagi kalian yang menginginkan mood booster untuk menceriakan hari, Beta Love adalah jawabannya. [ Warn!ng/Edwina Primananda]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response