close

Ranting Street Art di Pohon Nandur Srawung

IMG_3515
IMG_3484

Sore (15/11), Taman Budaya Yogyakarta ramai oleh aktivitas persiapan, ada yang tengah asik mengambar tembok dengan kuas, ada juga yang memilih menggunakan cat semprot, kemudian menempel poster, lain-nya berbondong-bondong membawa lukisan dan patung yang kebanyakan masih terbungkus, beberapa orang sibuk mondar-mandir membawa selembar kertas berisi absen daftar karya untuk dicocokan pada setiap sisi aktivitas. Di depan pintu gerbang utama, telah berdiri papan nama seukuran besar berjudul “Pameran Ruparupa Senirupa ‘Nandur Srawung’”, tersaji informasi pameran diikuti oleh 500 seniman, dimeriahkan oleh deretan band seperti Kornchonk Chaos, FSTVLST, Sangkakala, The Arya, Belajar Membunuh, Mamahima, dan dilengkapi MC bernama Alit Jabang Bayi. Acara akan dilangsungkan pada tanggal 17 sampai 26, bulan November ini.
Di salah satu aktivitas seseorang tengah sibuk meng-organisir rekan-rekan seniman untuk mengatur posisi pembuatan karya. “Banyak karya sengaja dibuat di tempat, khusus-nya memilih media tembok di areal TBY, nantinya karya akan dipamerkan” begitulah ucap seorang sibuk tadi, kemudian dia memperkenalkan diri dengan nama Alex TMT. Dalam pergelaran ini, dia dipercaya sebagai Kurator Ranting Seni Street Art, sebelumnya mas Alex telah memiliki transkrip hidup sebagai seorang seniman graffiti, dalam melakukan bombing ia mengaku tidak se-intens dulu, namun kini ia tetap berusaha konsisten untuk berkarya di pelataran jalan seminimal sebulan sekali. Beliau adalah sosok di balik kibaran bendera bernama TMT Indonesia, yaitu ruang kegiatan seniman jalan dengan menghadirkan aktivitas menggambar bersama, membuat produk, diskusi, hingga pameran. TMT yang pernah hadir dalam sebuah Graffiti Shop sampai kembali ke ruang seperti Rumah hingga kini tak absen untuk tetap mensupport aktivitas rekan-rekan sejalan, perjuangan inilah yang dirasa menjadi pantas untuk seorang Alex didaulat sebagai pemegang ranting streetart di acara Nandur Srawung, gelaran perdana RupaRupa Senirupa oleh TBY.
Di gelaran ini, kita masih menemui berbagai cabang lain jika bermaksud membedakan streetart menurut teknis pembuatan, ada karya graffiti, stencil, poster, dan mural. Ranting streetart diikuti oleh 50 peserta yang sengaja diundang, kemudian titik mereka dalam mengerjakan karya-pun sengaja diseting random, oleh karena banyak sebagian dari mereka yang belum mengenal satu sama lain, dengan ini diharapkan mereka memulai perkenalan, percakapan, berbagi, belajar, hingga berkolaborasi. “Pada pelaksanaan-nya kita dapat melihat nuansa menanam interaksi tersebut, ini terlihat dalam serangkaian tahap, dimulai dari undangan, berkumpul, berdiskusi, hingga muara-nya berkarya bersama-sama” tambah Alex yang sedang mengerjakan gambar, “hal ini sesuai dengan tajuk yang diambil yaitu Nandur Srawung, selain mereka dapat mengerjakan karya terbaiknya, yang terutama adalah mereka dapat saling berinteraksi, sehingga terjalin hubungan yang luas, oleh karena aktivitas yang bersifat massive dapat memicu pergerakan dunia street art ke arah yang lebih maju”.
Kegiatan ini adalah momentum interaksi dalam mencari ruang yang lebih luas dari sebelumnya. Alex berharap agar para seniman streetart terus bisa srawung dalam upaya pengembangan kreativitas, melalui kegiatan ini para pelaku street art juga dapat srawung bersama ranting lain seperti seni grafis, seni rupa buku, komik, seni lukis, patung, kebudayaan populer, fotografi, desain, media baru, kriya, tato, dan seni performans. Khusus untuk nama Yogyakarta dapat tercipta karya yang asik dan ekletik, terlebih mengacu pada rasa lokal, sehingga tersebutlah identitas bernama streetart istimewa.

 

IMG_3479

IMG_3476

IMG_3515

IMG_3544

IMG_3549
Hari mulai petang, dan gerimis turut menemani aktivitas berkarya, semakin malam mereka justru terlihat lebih sibuk, inilah kegiatan Nandur/Menanam biji-biji Srawung/Interakasi, yang dalam waktu dekat akan tumbuh cepat dan lebat, menjadi sebuah Pohon Besar berama kesenian. Petiklah buahnya di tanggal 17 nanti, sampai bertemu! (Huhum Hambilly)

Tags : Alex TMTAnti-TankHereHereMethodosNandur SrawungRuparupa SenirupaYogyakarta Street Art
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response