close

Recollecting #2: Menari di Bawah Alam Sadar Sebuah Keintiman

phoo by bramaditya dimas (2)
recollecting #2
recollecting #2

Bagaimana jadinya apabila sebuah band mengadakan acara yang dikemas sedimikian rupa; melibatkan musisi tamu hasil dari kurasi yang panjang serta mengambil venue sebuah pelataran kedai kopi yang artsy di salah satu sudut riuh ibukota? Jawabnya hanya satu: mengesankan.

Bagi Sajama Cut—kolektif alternative-rock asal Jakarta, pemandangan seperti ini merupakan metode konkrit untuk mendekatkan musisi dengan penonton sehingga menimbulkan interaksi intens tanpa barikade, sekat ataupun hal lain yang biasa membatasi. Terlebih lagi juga sebagai wujud tanggung jawab moril untuk menyediakan tontonan yang berbasis kualitas namun dikemas dengan pelaksanaan sederhana. Di helatan edisi perdana Recollecting—tajuk yang dibawa Sajama Cut—mengundang Bin Idris (Haikal Azizi dari grup stoner-rock Bandung, Sigmun) dan Crayola Eyes. Sedangkan di edisi kedua yang datang pun tak kalah menarik. Sebut saja Ade Paloh x Billy Saleh (Sore, Marsh Kids, Polka Wars), Adrian Yunan (Efek Rumah Kaca) sampai aksi terbaru yang melibatkan kolaborasi Ken Jirapah x Bing (alter ego Poppy Efek Rumah Kaca & Pandai Besi).

Pukul delapan lebih, pengunjung mulai ramai memadati venue yang terletak di bilangan Kemang tersebut. Sunset Limited nampak minimalis dari sudut depan; ukurannya lima kali sembilan meter memanjang ke belakang dengan purwarupa dekorasi yang tidak terlalu banyak. Dari dalam lampu memancarkan nyala temaram seolah ingin menambah kesan hangat bagi setiap orang. Sejurus kemudian, duet Ade Paloh dan Billy Saleh mulai menyanyikan balada yang kebanyakan diambil dari komposisi Marsh Kids maupun Sore. Sesekali mereka berdua melemparkan lawakan tentang kondisi terkini; entah soal musik juga provokasi berkedok agama yang marak digunjingkan. Tak heran apabila aksi mereka yang pertama memberi rangsang tepat; menggugah atensi dan memicu koor massal.

Selajutnya sudah bersiap salah satu penampil yang saya tunggu yakni Adrian Yunan. Dikenal sebagai pembetot bass trio Efek Rumah Kaca, Adrian membawakan lagu-lagu hasil kreasinya sendiri. Walaupun mengalami keterbatasan yang mengakibatkan karirnya di Efek Rumah Kaca musti vakum sementara waktu, Adrian menyuguhkan totalitas tanpa batas. Diiringi beberapa personil Pandai Besi, ia menyanyikan sekitar tujuh sampai delapan balada. Topik yang dikisahkan tak jauh dari peristiwa sehari-hari semacam membujuk istri yang bermuram durja, ode untuk sepasang kekasih yang baru saja meresmikan jalinan pernikahan serta motivasi untuk terus berlari kencang menghadapi kenyataan. Yang perlu dilakukan sekarang hanyalah menunggu; menunggu bagaimana “Alzheimer”, “Lari”, “Tak Akan Ada Histeria” juga “Terminal Laut” dapat disusun ke dalam transkrip album debut di masa menjanjikan.

recollecting #2
recollecting #2
recollecting #2
recollecting #2

Di pamungkas acara, kolaborasi Ken Jirapah dengan Bing (alter-ego Poppy Efek Rumah Kaca/Pandai Besi) menawarkan sajian yang menarik untuk dicermati. Keduanya menggunakan perpaduan dawai dalam menciptakan atmosfer sendu, mendayu juga menggetarkan lara. Permainan melodi Ken yang mengagumkan tak henti-hentinya mengacak melankolia. Lantas Bing mengisi ruang kosong dengan kocokan ritmisnya yang menjelajah di balik sekat kontemplasi nada. Di sisi lain efek yang dikeluarkan dari mesin gitar Ken memicu daya ledak ke langit-langit atas. Penonton pun dibuai secara simultan; menebak akhir perjumpaan dua kawan yang sedang berinteraksi memakai perkakas andalan.

Recollecting #2 membuktikan suatu keintiman gig sebenarnya tak membutuhkan kompleksitas yang tersusun atas faktor teknis A sampai Z. Sediakan ruang yang komprehensif, undang kawan serta kolega, lalu bentuk harmonisasi rasa sembari bertukar kata satu sama lain. Tatkala musik diputar begitu menenangkan, jangan lupa obral bir segar untuk pelipur kerinduan. Seperti yang diungkapkan Marcel Thee dalam rilisan pers, bahwa sejatinya Recollecting merupakan proses perjalanan dalam menikmati konser tingkat keintiman tinggi. Dan selama dua kali penyelenggaraan, hal itu memang benar adanya. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

recollecting #2
recollecting #2

Date & venue    :               30 Juli 2016, Sunset Limited

Event by              :               Sajama Cut

Watchful Shot   :               Kelakar Ade Paloh di akhir babak serta teriak haru Adrian saat “Tak Akan Ada Histeria” dibawakan

Rating                   :               !!! ½

 

Photo Contributor:         Bramaditya Dimas

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response