close
WARNING_MAGZ_ANDITYA_EKA_28

Artikel sebelumnya, klik – > Soundrenaline 2013 : Representasi Band Mainstream Berkualitas

Lantunan “Tanah Airku” karya Ibu Sud merasuk ke suasana malam dengan lembut. Lampu panggung di A Stage semakin lama semakin terang, pertanda bahwa musisi selanjutnya akan mengokupasi panggung. Semua orang tentu sudah tahu waktu itu: Gigi akan membuka pesta reuni akbar di Soundrenaline 2013

Nostalgia akrab ala Gigi

Gigi © Warningmagz
Gigi © Warningmagz

 

Nomor “Nakal” langsung diluncurkan beberapa saat setelah “Tanah Airku” berhenti berkumandang. Dengan stomp-along-music itu, Gigi langsung menghentakkan Maguwoharjo. Armand Maulana cs sukses membawa warga Soundrenaline 2013 untuk bernyanyi dan bergoyang sejak awal penampilannya.

Masih dilanjutan dengan musik dengan beat menengah, Gigi membawakan salah satu nomor lawas,”Jomblo”. Sembari menyapa penonton, Armand Maulana juga meneriakkan kata-kata yang ditujukkan pada para jomblo. “Siapa yang setuju kalau lagu ini lagu untuk jomblo? Hidup jomblo!” Setelah para penonton turut menyahut, Armand melanjutkan lagu “Jomblo”, baru kemudian semakin meledak lewat hits “Ya Ya Ya”.

Di tengah-tengah aksi mereka, frontman Gigi turut memperkenalkan formasi-formasi awal band tersebut. Mantan anggota Gigi memasuki panggung satu persatu dan ikut berkolaborasi. Mereka adalah Aria Baron, Ronald Fristianto, Opet Alatas, dan Budhy Haryono. Tak sadar, semua personil Gigi dari formasi awal hingga sekarang telah naik ke atas panggung. Nomor selanjutnya adalah “11 Januari”. Lagu yang mendayu itu  berhasil membuai para audiens untuk terus bernyanyi dan melambaikan tangan.

“Konsep Soundrenaline 2013 ini keren banget. Acara ini menggambarkan harmoni perjalanan musik Indonesia. Berkat acara ini, Gigi bisa reuni kembali, ini saat bersejarah bagi Gigi,” ungkap Armand Maulana sembari berterima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan acara tersebut. Gigi langsung menyambung aliran Soundrenaline 2013 dengan “Terbang”. Lagu-lagu yang mereka bawakan itu merupakan representasi perjalanan mereka dari tahun 1994 hingga 2013.

Ada penampilan yang luar biasa malam itu, kolaborasi tiga drummer yang pernah terlibat langsung dengan Gigi. Hendy, Ronald, dan Budhy memainkan kolaborasi dengan apik. Gebukan drum yang berkelas, dihadirkan saat mereka memainkan satu set drum untuk bertiga. Sinergi tiga drummer tersebut sekaligus menunjukkan betapa berkualitasnya personil-personil Gigi.

Satu hal yang khas dari kolaborasi kali itu, interaksi yang terjadi di atas panggun amatlah akrab. Mereka tampak nyaman satu sama lain. Ada pula satu hal menggelitik yang terjadi, yakni saat semua personil Gigi mengerjai Baron dan bersama-sama berkata,”Baron manuke mendelep!” Gelak tawa langsung terjadi, baik di atas maupun di depan panggung. Keakraban itu poun menjad hal positif dalam reuni Gigi kali ini.

Reuni berkelas

Dewa 19 © Warningmagz
Dewa 19 © Warningmagz

Grup Band yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Ketika mereka naik panggung saja antusiasme sudah tersedot ke arah mereka. Belum lagi, mulai pertunjukkan Dewa19, hanya satu demi satu panggung yang beroperasi. Semua mata  tertuju pada Go Ahead Stage yang menyala terang waktu itu.

“Pangeran Cinta” membuka penampilan reuni dari Dewa19. Namun, pada lagu pertama Ari Lasso masih belum turut serta naik ke atas panggung. “Restoe Bumi” menjadi nomor selanjutnya dan tanpa sadar, venue telah menjadi lautan manusia. Sejauh mata memandang hanya manusia yang tampak.

Berbeda dengan reuni akrab gigi sebelumnya, reuni Dewa19 tampak kurang interaktif antar personil. Namun siapa yang peduli, musik yang mereka bawakan tetap saja musik berkelas. Kualitas musik mainstream karya Ahma Dhani cs memang telah lama menjadi kiblat.

Ada satu kejadian yang agaknya mampu membuat bulu kuduk berdiri. Lautan manusia waktu itu mengangkat dan melambaikannya kedua tangannya. Mereka terbuai oleh alunan lagu “Kangen” yang dibawakan Dewa19. Malam itu sejauh mata memandang hanya tampak lautan manusia yang mabuk irama. Sebuah pemandangan langka telah terjadi di utara Stadion Maguwoharjo. Semua orang turut benyanyi dan menari.

Nomor galau seperti “Pupus”, “Cinta Kan Membawamu Kembali” pun menunjukkan sebagaimana berkualitas musik mainstream era dulu. Sing along dan gerakan seirama penonton dengan musik terus berlanjut. Agaknya reuni musisi bertajuk Soundrenaline 2013 ini benar-benar mampu mengingatkan akan hebatnya musik Indonesia.

Beberapa nomor dilantunkan oleh Dewa19, “Elang”, “Arjuna”, “Satu Hati”, hingga “Roman Picisan”. Sebagai penutup penampilannya, sekaligus mengantarkan pada penghujung acara, Dewa membawakan “Kamulah Satu-Satunya”. Malam itu, Dewa19 berhasil menyihir penonton dengan reuni berkelas, musik berkualitas yang mampu membuat orang merinding.

Liar dan menghipnotis

Slank © Warningmagz
Slank © Warningmagz

Gelapnya malam semakin memanaskan suasana. Asap mengepul ke atas, dinaungi cahaya merah dari panggung juga membuat suasana semakin panas. Mood semua warga telah dilambungkan hingga ke puncak. Reuni akbar  akhirnya mencapai klimaksnya. Terakhir, Slank mengokupasi panggung dengan elegan sekaligus liar. Bendera Slank pun dikibarkan dengan gagahnya. Pertunjukkan kali itu jadi tampak heroik, Kaka langsung membuka penampilannya dengan “Aku Ingin Damai”.

Animo penonton benar-benar terjerat kali ini. Tanpa diminta, semua warga Soundrenalin, yang dipancing oleh para Slankers, mengangkat tangan mereka dan membentuk symbol peace dengan dua jari. Tangan mereka pun berayun mengikuti irama. Lautan manusia mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi, turut serta menyuarakan kedamaian yang saat itu dipropagandakan Kaka cs melalui lagunya.

“Kilav” menjadi menu berikut yang dibawakan oleh Slank. Mayoritas manusia di sana turut bernyanyi dan berayun. “Tong Kosong” pun memecah gelap malam itu. Ditemani lighting yang semakin menggila, sesekali fireworks, dan watercanon untuk mendinginkan kepala, Slank terus beraksi dengan liarnya. Reuni Slank dengan Pay dan Indra membawa suasana akrab, baik di atas maupun di setiap sudut venue.

Slank membawakan banyak lagu pada klimaks itu. Namun, yang menjadi luar biasa adalah, lautan manusia yang memenuhi venue benar-benar terjebak dalam aliran emosi yang dihadirkan oleh Soundrenaline 2013. Setelah dimanjakan oleh band-band mainstream lain, Slank yang memegang kendali di akhir pun mampu memainkan perannya dengan baik.

Terjebaknya penonton itu tampak jelas dalam buaian yang terus mengikuti irama lagu. Inovasi untuk turut serta menyalakan korek dan mengangkat tangan, membuat suasana semakin mesra, mesra dengan keagungan musik berkualitas. Emosi pun dipermainkan oleh aksi panggung Kaka serta musikalitas yang dihadirkan Slank plus Pay dan Indra malam itu. Lantunan “Ku Tak Bisa”,”Terlalu Manis” juga terselip dalam pertunjukkan yang menghisap antusiasme itu.

Pada satu titik, Go Ahead Stage yang sempat meredup kembali menyala. Kali ini Ahmad Albar memasuki panggung itu. Kaka selaku frontman yang tengah memegang kendali kala itu langsung mempersilahkan dari panggung seberang. Satu demi satu legenda yang tampi hari ini naik ke atas panggung, baik A Stage maupun Go Ahead Stage, disusul musisi masa kini. Nomor “Rumah Kita” yang dipopulerkan oleh God Bless pun dilayangkan dengan agung oleh kolaborasi itu. Sayang, kolaborasi yang terjadi tersebut masih tampak kurang chemistry. Suasana kurang terbuai olehnya, namun tetap saja kolaborasi itu meninggalkan bekas.

Sebagai penutup, nomor “Kamu Harus Pulang” dari Slank diluncurkan. Lagu tersebut menjadi lagu pengantar pulang segenap warga Soundrenaline 2013 untuk pulang. Hari itu memang sudah pagi, sudah telat malam, sudah waktunya pulang. Sekitar jam 01.30 WIB, sudah saatnya mengukir reuni musisi itu dalam sejarah, paling tidak dalam ingatan. Mengapa? Karena hari itu kita diingatkan, band-band yang tampil itu merupakan band mainstream yang berkualitas. Dan hari itu menjadi memoar, bahwa band mainstream kita pernah tidak memprihatinkan, playlist 90-an masih menjadi kiblat. [Warn!ng/Yudha Danujatmika]

Gigs documentation here !> Soundrenaline 2013 

 

Event by: A Mild
Date: 29 Juni 2013
Venue : Utara Stadion Maguwoharjo
Man of The Match Disaat Ibu Kota sibuk dengan ragam band internasional, Jogjakarta sukses menyuguhkan generasi emas musik Indonesia.
Warn!ng Level: ••••1/2

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.