close

Mahasiswa, Karyawan dan Pedagang Kantin Mengokupasi Rektorat UGM

IMG_1122
Ribuan mahasiswa dan tenaga pendidik mengokupasi rektorat
Ribuan mahasiswa,tenaga kependidikan dan pedagang kantin mengokupasi rektorat

Elemen UGM yang berasal dari Aliansi Mahasiswa UGM, tenaga kependidikan (tendik) nondosen, dan pedagang Kantin Bonbin mengokupasi Balairung UGM atau rektorat, Senin (2//5). Aksi damai yang diberi nama “Pesta Rakyat Gadjah Mada” ini dijadikan momentum untuk menyatakan persoalan yang selama ini menghantui UGM. Aksi ini dijadikan pula untuk memperingati Hardiknas.

Massa yang berjumlah sekitar 5.000 orang ini telah berkumpul di halaman bagian utara rektorat sejak pukul 10.00 WIB. Aksi ini tak cukup mengagetkan pihak rektorat yang sedang berkumpul di selasar guna melaksanakan acara pemberian penghargaan bagi mahasiswa berprestasi. Sementara itu, ribuan mahasiswa langsung melaksanakan aksi damai dengan duduk di halaman rektorat sembari berorasi tentang berbagai tuntutan. Setidaknya, menurut Umar Abdul Azis—juru bicara Aliansi Mahasiswa UGM, terdapat tiga masalah yang dituntut oleh aksi massa; tuntutan tendik untuk pencairan Tunjangan Kinerja (tukin) yang tidak dibayarkan tiga semester, masalah relokasi Kantin Bonbin, dan menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2016.

Sayang, massa yang telah menunggu 1,5 jam belum dapat menemui Rektor Dwikorita Karnawati yang keukeuh untuk tidak menemui massa secara langsung. Setelah diskusi yang cukup alot antara perwakilan mahasiswa dan rektor, pukul 14.50 WIB, rektor akhirnya bersedia duduk di halaman dan menemui mahasiswa.

Selama dialog berlangsung, pihak mahasiswa tak puas dengan jawaban yang dianggap tidak tegas lantas menyorakinya sambil berbalik badan. Mendengar hal itu, sontak pihak rektorat memilih untuk walk-out dari dialog. Massa yang tak menerima dengan aksi itu lantas mengejarnya untuk meminta rektor kembali ke panggung dialog. Gesekan pun tak terhindarkan meski dapat diredam dengan cepat.

Ditemui terpisah, Budi Harjono selaku perwakilan tendik mengatakan, “Kami sudah sepakat dengan teman-teman tendik kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan mogok.” Ia menambahkan bahwa tuntutan tendik, yang berjumlah 3.000 orang, selama tiga semester hanya akan cair dua bulan meski belum pasti.

Negosiasi di dalam gedung rektorat.
Negosiasi di dalam gedung rektorat.

Setelah berlarut dalam diskusi dan mediasi untuk meminta kehadiran rektor kembali, akhirnya pukul 17.45 WIB Rektor Dwikorita berkenan untuk hadir. Dialog kembali dilanjutkan dan membahas satu persatu tuntutan. Rektorat mampu menyanggupi sebagian besar dari tuntutan yang diajukan dan dilanjutkan dengan beberapa pertimbangan yang melibatkan mahasiswa dalam pemutusan kebijakan (terjalin komunikasi dua arah). Aksi ini sendiri baru selesai pada pukul 22.00 sesudah dilakukannya panggung pertunjukan seni  [WARNING/ Yesa Utomo]

 Photo: Tomi Wibisono

Berita terkait: Mahasiswa Tuding Rektor UGM Berbohong

Suasana di luar gedung

Meminta Rektor menemui ribuan mahasiswa di halaman rektorat
Meminta Rektor menemui ribuan mahasiswa di halaman rektorat
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response