close

Rolling Stage Hidupkan Lagi Geliat Musik Temanggung

sasas
rolling stage
rolling stage

Rolling Stage ke-2 sukses digelar pada Minggu malam, 14 Februari 2015 lalu. Panggung ini menjadi upaya menghidupkan kembali geliat musik di kota Temanggung.

Sukses dengan helatan pertama pada 20 Desember 2015, Rolling Stage digelar kembali. Kali ini bertempat di area Gedung Juang Temanggung. Panggung mulai diokupasi pukul 20.00 WIB dan selesai pada 23.15 WIB.  Meski sempat molor dari jadwal yang terpampang di poster acara, panggung ini tetap mampu menyedot cukup banyak penonton.

Sebanyak lima band yang terdiri dari dua band muda dan dua sisanya band dari era 80-90an bergiliran mengokupasi panggung. The Lucky Fingers, THETHETHE, dan Anggrek Boelan mengisi barisan band muda, sedang GILLAZ dan Agus Marshall and Gank menjadi dua band senior yang tampil. Format line up seperti ini dituturkan Eka Permata selaku ketua panitia sebagai upaya menyambung silaturahmi musisi lintas generasi. “Supaya generasi yang baru kenal sama yang lama. Sekarang ini kan istilahnya silaturahminya benar-benar putus antara yang muda dan yang tua. Nah ajang ini supaya tahu kalau Temanggung itu juga punya musisi keren” jelasnya.

Rolling Stage sendiri dihadirkan atas dasar kegelisahan terhadap minimnya sajian musik yang bergizi di Temanggung. Hal ini dianggap sebagai suatu kemerosotan mengingat ranah musik Temanggung sempat dihiasi dengan banyak unit rock dan heavy metal yang besar pada 80-90 an. Seperti dituturkan Eka kembali, “saya pingin mengembalikan Temanggung seperti era dulu lagi, selera musik yang bagus yang bergizi. Musiknya bergizi lagi seperti dulu ”.

rolling stage
rolling stage

Senada dengan yang diucapkan Eka, salah seorang musikus senior yang tampil juga mengatakan hal yang sama. “Kalau dulu band itu yang tampil ya memang udah mateng. Yang dimainkan kan classick rock dan heavy metal jadi sulit harus bener-bener belajar. Lha sekarang, anaknya baru bisa apa gitu aja udah berani tampil, kalau dulu nggak ada,” kata Agus Marshal, gitaris senior yang malam itu bermain bersama Agus Marshall and Gank yang dijumpai selepas acara.

Nama Rolling Stage sendiri digunakan untuk menjelaskan konsep lokasi panggung yang tidak menetap, dengan kata lain berputar atau “rolling”. Tanpa menggandeng sponsor, Rolling Stage diusahakan untuk terus digelar 1 atau 2 bulan sekali dengan mengandalkan dukungan dari berbagai pihak. Selain itu, kebutuhan dana juga ditutup dengan penjualan merchandise. Belum dapat dipastikan kapan akan diselenggarakan Rolling Stage #3, mari kita tunggu saja.  [WARN!NG/Umaru Wicaksono]

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response