close

rumahsakit Yang Belum Sakit

rumahsakit (7)
Rumahsakit  © Warningmagz
Rumahsakit © Warningmagz

Mungkin Selasa (24/3) malam itu, The Foundry Sudirman menjadi tempat nostalgia terutama bagi mereka yang besar di era 90-an, lebih tepatnya lagi masa dimana Poster Café berjaya. Mungkin juga sebagai ajang penuntas hasrat penasaran teruntuk mereka yang belum cukup besar ketika itu, untuk mengetahui seperti apa band indie-pop bernama rumahsakit yang banyak digandrungi anak muda 90-an. Ya, malam itu adalah milik rumahsakit sepenuhnya karna mereka baru saja melepas album keempat bertajuk Timeless. Barefood dan Morfem didaulat sebagai band pembuka.

Pandu Fuzztoni, gitaris Morfem, mengenang Rumahsakit sebagai band yang berhasil menyelamatkan dia dari aksi pemerasan preman kala masih berseragam sekolah. “Gue dulu pas masih SMU sempet ngebawain rumahsakit,” kenangnya di sela-sela set Morfem. “Sampai ketika gue pulang sekolah, pas di jalan gue dipalak preman. Tapi nggak jadi gara-gara si preman tahu kalau gue yang bawain rumahsakit, ‘Loh! lo yang bawain Rumahsakit itu kan?’.” Hal tersebut lalu disambut riuh oleh vokalis Morfem, Jimi, “Gila bener my friend! Sampai Preman tahu rumahsakit. Bener-bener ajaib my friend, band ini.”

Album terbaru mereka, Timeless ternyata diikuti oleh formasi baru pula. Ditinggal vokalis Andri ‘Lemes’ nampaknya tak membuat rumahsakit melemah begitu saja. Masuknya Arif sebagai vokalis baru tentu seperti angin segar bagi arah musik rumahsakit sekarang.

Meskipun rumahsakit terbilang band yang lumayan dikenal, terutama dalam kalangan penikmat musik indie. Penampilan mereka malam itu terbilang cukup dingin. “Gue sedikit nervous nih. Terakhir manggung kalau nggak salah satu tahun yang lalu,” tutur bassis Sadam. Penampilan yang dingin, komunikasi dengan penonton yang kurang, aksi panggung yang biasa saja, dan ditambah tampil dengan amunisi baru pula, lantas membuat crowd membeku pada lagu-lagu awal yang masih asing di telinga seperti “Tak Ada Yang Selamanya” dan “Demi Hari”.

Tentu hal tersebut menjadi tantangan terberat mereka untuk membuat penonton nyaman dan terhindar dari rasa bosan. Vokalis Arif pun sepertinya dilanda demam panggung, berulang kali ia mengusap dahi untuk membasuh keringat yang mengucur deras. Barulah keadaan mulai mencair setelah “Beku” dari album Nol Derajat digelontorkan.

Trek lawas yang dirilis tahun 2000 tersebut, sepertinya menjadi juru selamat rumahsakit untuk beberapa menit kedepan. Benar saja, penonton mulai menikmati pertunjukan. Bahkan seorang pemuda tiba-tiba merangsek ke depan panggung tepat saat “Bernyanyi Menunggu” dari album 1+2 dibawakan. Sembari menghisap rokok kretek dan sebotol bir, pemuda tersebut berteriak menyebutkan nama Arif berkali-kali seraya girang bukan kepalang.

Rumahsakit  © Warningmagz
Rumahsakit © Warningmagz

Kondisi semakin tak karuan ketika Jimi dan Pandu diminta untuk bergabung membawakan “Kuning” (lagi-lagi) dari album Nol Derajat. Suasana yang sedari tadi begitu manis selayaknya menyimak konser band pop pada umumnya, kini berubah drastis. Seorang penonton tiba-tiba melakukan crowd surfing dari belakang ke depan. Benar-benar mendadak menggila.

Kegilaan rumahsakit ditutup oleh tembang andalan, bila boleh dikatakan sebagai anthem mereka bertajuk “Pop Kinetik” dari album debut. Yang langsung disambut keriuhan penonton yang sama-sama menyanyikannya dengan penuh suka cita.

Secara keseluruhan, penampilan rumahsakit malam itu benar-benar menakjubkan. Walaupun di awal sempat membosankan, mungkin perlu adaptasi memang. Namun kehadiran Arif dalam formasi terkini mereka, benar-benar membawa vitamin penyegar dan tentu saja rumahsakit menjadi lebih harmonis bahkan sedap didengar daripada sebelumnya. Ditinggal seorang vokalis yang (katakanlah) ikonik ternyata membuat mereka tak benar-benar menjadi sakit. Persoalan aksi panggung yang terkesan biasa saja dan dingin, mari dimaklumi.[WARN!NG/Alfian Putra]

Galeri untuk event ini bisa dilihat di -> rumahsakit Timeless Launch Night

Date                         : 24 Maret 2015

Venue                      : The Foundry, Sudirman, Jakarta

Man of the Match : “Kuning” yang dibawakan bersama Jimi dan Pandu Morfem

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response