close

Sages Of The Haze, Rangkaian Tur Sederhana Nan Berkualitas

SONY DSC

Di sini siapapun dapat melihat bahwa seperti inilah jiwa ugal-ugalan yang tetap menegakan nilai-nilai kebersamaan. Terlihat dari bagaimana rangkaian tur ini dipersiapkan secara kekeluargaan dan apa adanya, salut!

Kaitzr © Warningmagz
Kaitzr © Warningmagz

Sages of The Haze merupakan rangkaian tur yang digagas oleh Orange Cliff Records yang bermarkas di Kota Bandung dalam rangka mempromosikan grup dan album kompilasi mereka. Rangkaian perjalanan pertama mereka telah sukses digelar di negara tetangga, Rumah Api Kuala Lumpur dan Aliwal Arts Centre Singapura pada (24-25/1) lalu.

Pada rangkaian tur bagian kedua ini, Orange Cliff Records menyiapkan perjalanan ke kota-kota di Pulau Jawa dan Bali dengan membawa Vrosk, Somnium, Sigmun, Matiasu, Kaitzr, Heast dan Kief. Namun, nantinya akan ada kebijakan dengan hanya membawa beberapa band pada setiap gelombang dan satu band lokal dari setiap kota yang didatangi untuk merasakan atmosfer hura-hura ala stoner rock dan doom metal yang kental dibawakan oleh para punggawa Sages Of The Haze Tour. Kali ini Yogyakarta, pada (15/3) mendapatkan kesempatan menjadi kota kedua setelah sehari sebelumnya Semarang menjamu kedatangan mereka.

Malam yang sejuk di daerah pedesaan Bantul mendadak menjadi riuh dengan orang-orang berbaju hitam dan berambut gondrong. Pertunjukan dimulai tepat pada pukul 19.30, Vrosk menjadi band pembuka dengan menyajikan tempo cepat dan vokal kasar yang identik dengan sludge, meski sound yang terdengar cukup bising diawal, tetapi harus diakui penampilan Vrosk yang apik langsung meningkatkan atensi pengunjung kala itu.

Muka-muka lokal selanjutnya yang siap beraksi dengan Maur yang memainkan doom metal, menjadi lebih menarik ketika sang vokalis terlihat terus memegangi buku catatan kecil seraya mengeluarkan sumpah serapah seakan doa. Terbukti sangar pada bagian reff dengan membawakan track andalan mereka “Elegy” dan “Portrait Of The Old Souls”. Lalu diteruskan dengan penampilan YkxDK yang menawarkan musik berbeda dari dua band sebelumnya, yaitu hardcore dan punk era 80-an yang kental dengan sentakan dan teriakan sarat akan makna perlawanan terlihat dari aksi sang vokalis yang energik dan membawa gelak tawa setelah mengkover lagu Something Wrong “Tak Wangsuli Prek Asu..”.

Salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu pun tiba, Kaitzr. Grup yang baru saja meluncurkan mini album perdana perdana yang bertitel Myht and Deceit langsung menggebrak dengan membawakan “The Riverman” yang disajikan memukau dengan perpaduan vokal serentak dari dua gitaris, Bob Edrian dan Rajin sihombing seakan menancapkan mata para penonton untuk terus terpaku kuartet desert rock asal Bandung ini.

Matiasu © Warningmagz
Matiasu © Warningmagz

Klimaksnya adalah ketika duo asal Jakarta, Matiasu. Muncul menyiapkan segala keperluan yang tampak ingin tampil optimal menghibur para penonton yang meskipun jumlahnya hanya sekitar 40 pada malam itu. Tak mau berlama-lama, Iqra Nur Rizky dan Haris setyawan mengokupasi panggung dan sangat terasa aura sebuah grup yang sangat serius digarap dengan apik sebagai sebuah band stoner doom metal yang unggul di tanah air. Dengan membawakan lima lagu yang pastinya membawa para penonton hanyut ber-headbang ria dengan nomor-nomor seperti “Hallucination” dan “After the Dark”.

Arpappel tampil sebagai band penutup pada malam itu. Hadir sebagai band lokal membuat para personil tampak sangat enjoy menikmati panggung. Menghadirkan musik eksperimental, dan yang menarik adalah terdapat dua bassist yang bermain dengan chord yang berbeda menambah kesan positif dari yang disajikan oleh Arpappel.

Secara keseluruhan penyelenggaraan Sages of the Haze Tour chapter Yogyakarta memperlihatkan secara nyata bahwa musisi independen tanah air dapat memproduksi pertunjukan yang berkualitas meskipun dengan anggaran yang tampak terbatas. “Tour lintas kota dari satuan rezim doom dan stoner rock akhir zaman, berhasil memuaskan dahaga pendengar yang haus akan beat repetitive,” ungkap Akbar salah satu penonton malam itu. Patut ditunggu keseruan apalagi yang masih akan tersaji di kota-kota selanjutnya. [WARN!NG/ DadanRamadhan]

galeri foto untuk liputan ini lihat di sini

Event by : Orange Cliff Records dan YK Booking

Venue : Baby Blues Cafe, Bantul

Date :Minggu, 15 Maret 2015

Man Of The Match :menampilkankualitasmeskipunbiayamasuknya gratis.

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response