close

Sasabda Meracau Tajam Dalam Mini Album Perdana ‘Suara Rimba’

sasabda-artwork-suara-rimba
sasabda
sasabda

Meski terbilang pendatang baru, namun sebutan itu tidak serta merta menyurutkan misi yang coba diusung oleh grup kelahiran Palangkaraya Kalimantan Tengah yang menamai dirinya dengan Sasabda untuk berkarya dengan misi luhur. Sasabda yang dalam bahasa Swahili yang berarti berisik, merupakan nama yang diyakini oleh kedua personil yakni Arif Rosidhin (spoken) dan Theo Nugraha (musik) yang sebelumnya juga dikenal telah menghasilkan banyak proyek solo dan kolaborasi sebagai cerminan tema yang siap mereka gaungkan. Terhitung sejak tanggal 16 September lalu, Sasabda secara resmi merilis mini album perdananya yang bertajuk Suara Rimba.

Berisi lima nomor berbahasa Indonesia, sasabda menunjukan identitas dengan nomor-nomor ambient/ noise yang dipadukan unsur musik tradisional yang digarap sepenuhnya lewat spoken words dan racauan berbagai tema aktual, seperti kehancuran lingkungan, kritik atas media, banalitas internet dan fanatisme buta. Diproduksi di bawah naungan komunitas musisi di Kalimantan Tengah yaitu Rumah Berkarya, mini album ini juga turut melibatkan Yogie dari Nature Depravity (gitar pada nomor Nyanyian Sumbang), Zulfikar Muhammad Nugroho (kecapi dan Suling), serta mixing dan mastering oleh Vitra dan Rumah Teman Records.

Mini album yang kini telah dapat didengar dan bebas unduh di kanal Ripstore.Asia milik Sasabda, secara keseluruhan proses pembuatan mini Suara Rimba sesungguhnya tidak memakan waktu yang lama. Setelah kedua personil sepakat menentukan tema dan konsep yang memang sejak lama telah dipersiapkan, keduanya bergegas membuat lirik yang menjadi elemen utama dalam gubahan karya milik Sasabda tersebut.

Menurut rilis resmi yang diterima WARN!NG, Sasabda sendiri mengakui bahwa karya-karyanya terinspirasi oleh berbagai karya epic milik Homicide, grup hip-hop legendaris asal Bandung yang terkenal dengan lirik tajamnya dan beat yang mengehentak telinga. Kecintaan Arif dan Theo pada karya-karya Homicide inilah menjadi bahan bakar direkamnya lima nomor Suara Rimba sebagai ujung tombak perkenalan mereka kapada khalayak ramai. Tanpa perlu menjadi epigon, Sasabda mengambil jalur roots bermusik yang sejalan dengan Homicide sambil terus menggali berbagai elemen noise music yang dipadukan dengan elemen musik tradisional daeral asal mereka di Kalimantan Tengah. [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response