close

Selebrasi All Out 40 Tahun Air Supply

_MG_0265
Air Supply © Warningmagz
Air Supply © Warningmagz

Umur yang tak lagi muda tak lantas membuat duo soft rock pencetak hits ini lembek. Buktinya, di depan penggemar lintas generasi yang memadati Ball Room Hotel Tentrem, duo Russel kali ini tetap mampu melibas lima belas nomor tanpa cacat. Selebrasi 40 tahunan yang menawan.

Setelah sebelumnya sukses melepas kerinduan penggemar di Malang, kini giliran Jogja yang menjadi sasaran selebrasi 40 tahun kegemilangan karir Air Supply, yang digawangi Russel Hitcock dan Graham Russel. Dua warga negeri kanguru ini sepertinya lupa bahwasanya usia mereka sudah mendekati kepala tujuh. Satu konser berdurasi 90 menit penuh mampu dilibas dengan suguhan hits-hits penuh cinta tipikal band ini.

Sejak awal, konser memang dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB. Akan tetapi animo penonton lintas generasi untuk menghadiri konser ini terbilang cukup tinggi. Setengah jam sebelumnya hall sudah dipadati dengan para fans yang dapat dikategorisasi dari posisi duduknya. Kalangan muda-mudi banyak mendominasi area festival, dan generasi orang tua yang kebanyakan membawa keluarganya menduduki barisan kursi yang dari depan hingga belakang.

Tanpa basa-basi dan tanpa korupsi waktu, tepat pukul 20.00 WIB, Duo Russel ini langsung mengokupasi panggung dengan menyuguhkan tiga nomor tanpa jeda. “Even The Night Are Better”, “Just I Am” dan “Every Women in The World” menjadi pembuka gelaran kali ini. Tak pelak sambutan meriah pun tercurah ketika Hitchcock mulai menyapa penggemarnya di akhir nomor ketiga. Setelan jas kemeja hitam berpadu dengan dasi berwarna hitam glossy menambah pesona pria 65 tahun ini. Di sisi lain, Graham justru terlihat lebih sederhana dengan setelan kemeja ungunya.
Sebagai pelengkap komposisi musik malam itu, diundanglah Helga yang didapuk menjadi pengisi melodi dengan electric violin. Hasilnya, nomor “Chance” dan “Sweet Dream” terasa begitu mewah. Apalagi dengan sokongan tata cahaya yang memukau, dua nomor ini menjadi pemanas konser yang mujarab. Suasana yag kian panas ini dimanfaatkan betul oleh penampil untuk segera menyuguhkan satu nomor yang menjadi mega hits di tahun 1993, “Good Bye”. Koor massal di lagu ini jelas tak terhindarkan.

Air Supply © Warningmagz
Air Supply © Warningmagz

Di nomor ke sepuluh, nampaknya kelelahan sudah mulai terasa oleh keduanya. Namun bukan Air Supply namanya jika tak punya siasat untuk mengakalinya. Didapuklah Graham untuk bermain solo akustik dengan terlebih dahulu memainkan satu teatrikal yang tak begitu jelas apa maksudnya. Agaknya headworn yang ia kenakan tak cocok untuk suaranya saat berpuisi.

Satu kejutan kemudian disuguhkan ketika Duo Russel ini turun dari panggung dan mendatangi area duduk penonton. Hit “The One That You Love” sukses mengajak penonton untuk sing along dengan begitu dekat. Beberapa penonton pun tampak tak menyianyiakan kesempatan ini untuk sekedar berjabat tangan ataupun berfoto bersama. Kemudian satu nomor legendaris band ini disuguhkan ketika suasana sudah sangat memanas. Ya, “Making Out of Nothing at All” menjadi pembuktian kualitas vokal mereka yang memang masih prima. Dari nada rendah di verse hingga naik dua oktaf pada bagian overtune mampu digilas tanpa cacat. Alhasil, penonton dengan koor massal pun digiring menuju klimaks.

Ketika sambutan begitu deras dilayangkan, satu skenario klasik coba mereka jalankan, yakni keluar dari panggung agar memancing permintaan encore. Benar saja, permintaan eencore pun tak bisa lagi ditahan. Teriakan “We want more!” menggema di hall yang mampu menampung sekitar 2000 orang ini. Lalu secara klasik pula mereka akan kembali ke panggung untuk mengajak penonton mencapai klimaks yang sesungguhnya. Namun sayang, satu nomor di encore mereka ternyata tak familiar dengan penggemar di Indonesia. Alhasil ajakan berjoget dengan musik disko lewat nomor ini menjadi sia-sia saja.

Namun klimaks sesungguhnya hadir setelah nomor ini. Satu lagu wajib “All Out Of Love” resmi menjadi penutup konser kali ini. Koor massal kembali menyeruak memenuhi hall. Satu klimaks yang tertebak namun tetap tak terhindarkan. Nomor ini sejatinya juga mampu merepresentasikan penampilan mereka kali ini, yakni all out dan penuh penghayatan.

Sedikit catatan, nyatanya konser ini tak bisa dikatakan mulus tanpa cela. Sebabnya, banyak penggemar yang membeli tiket silver yang kebagian posisi duduk paling belakang, mengeluhkan ketidaknyamanan dalam konser ini. Mereka kebanyakan terpaksa berdiri di atas kursi untuk bisa menyaksikan aksi panggung idolanya. Panitia sejak awal memang tidak memberikan informasi tata letak penonton konser. Ini dikeluhkan oleh Ardi Prabowo, ia menyebut jika pembelian tiket tak ubahnya seperti membeli kucing dalam karung, “Kalau kayak gini kan kita kayak beli kucing dalam karung, tahu seperti ini kan kita mending milih yang festival, biar jelas,” tuturnya saat dijumpai seusai konser.

Air Supply © Warningmagz
Air Supply © Warningmagz

Hal ini jelas berbeda dengan salah seorang wanita paruh baya bernama Erna yang mengaku sudah menggemari Air Supply sejak SMA. Raut kepuasan tampak tak bisa disembunyikan dari wajahnya. “Ini asik baget ya, akhirnya bisa nonton langsung. Saya nonton yang di Malang dan di sini, puas lah pokoknya,” terang ibu yang datang beserta anaknya ini.

Sekali lagi, ini menjadi bukti bahwasanya satu band kawakan ini memang masih pantas untuk dihargai dengan nominal tinggi di setiap konsernya. Kualitas suara mereka jelas tak jauh berbeda dengan pita rekaman yang sering di dengar di rumah. Sedikit perbedaan hanyalah gimmick yang kini lebih sederhana guna menghemat tenaga. Dengan dukungan tata lampu yang menawan, kesederhanaan artistik panggung jelas tak mampu mengurangi pesona duo kawakan ini. Satu selebrasi lintas generasi yang menawan.[WARN!NG/Umaru Wicaksono]

Event by: Rajawali Indonesia
Venue : Ball Room Hotel Tentrem Yogyakarta
Date : 11 Maret 2015
Man of the Match : All Out of Love Russel bersaudara dan penonton pada encore dengan judul lagu yang sama.
Rating : !!!.

 

Air Supply © Warningmagz
Air Supply © Warningmagz

 More Photos -> Air Supply Live in Jogja

 

Tags : air suplly
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.