close

Semangat Alternatif Indonesia Net Label Union

no thumb
indonesiannetaudiofestival1posterinf1061024x724

Hingga hari ini pun industri musik nasional maupun global masih terus bergumul dengan fenomena pembajakan tanpa terlihat letak nyata solusinya. Sementara 5 tahun yang lalu seorang Wok The Rock telah membangun sebuah sistem alternatif yang memanfaatkan internet dalam distribusi karya musik lewat sebuah netlabel pertama di tanah air bernama Yes No Wave. Berdiri sebagai pelopor, Yes No Wave berhasil menumbuhkan eksistensi netlabel hingga terbentuklah Serikat Netlabel Indonesia. Setelah satu tahun lebih digagaskan, maka bertepatan dengan ulangtahun Yes No Wave yang ke lima digelar sebuah festival bagi para individu yang terkait dan berminat dengan ranah netlabel. Festival bertajuk Indonesian Netaudio Festival itu berlangsung selama 2 hari, yaitu pada 17 dan 18 November 2012 di Yogyakarta. Wok The Rock selaku salah satu pemrakarsa acara memaparkan bahwa acara yang didukung oleh belasan netlabel serta beberapa radio online ini utamanya diorientasikan menjadi ajang sosialisasi netlabel sebagai langkah berbeda untuk survive di pusaran budaya pembajakan.

Konsep acara Indonesian Netaudio Festival memang berbeda di masing-masing harinya. Pada hari pertama yaitu Jumat(17 November 2012), bertempat di Kedai Kebun (jl Tirtodipuran), acara ini menyajikan beragam materi sebagai sarana sosialisasi diantaranya berupa workshop dan diskusi dengan tema “Musik Sebagai Sharing Platform dan Budaya Bebas” yang diiisi oleh beberapa pembicara seperti Wok The Rock sendiri. Hujan! Radio dan PamitYangYangan juga memberikan wejangan mengenai proses produsi dan seluk beluk radio online. Disamping itu terdapat penggalangan dana untuk modal dan kas keberlangsungan Indonesian Netaudio Festival lewat gelaran rilisan dan merchandise. Ada juga pemutaran film dokumenter tentang budaya digital berjudul “PressPausePlay” serta yang terakhir, panitia juga menyediakan Offline File Sharing, dimana pengunjung dapat saling berbagi karya lewat perangkat komputer secara cuma-cuma.

Sementara untuk hari ke dua, Sabtu (18 November 2012), Indonesian Netaudio Festival mencoba memamerkan produk-produk dari netlabel itu secara live. Beragam band performer ditampilkan untuk mengisi acara yang mana kesemuanya merupakan band-band yang akrab atau memang pernah merilis karyanya lewat netlabel. Venue acara inipun dibagi menjadi dua, dimana pada jam 4 sore hingga 11 malam, pengunjung LAF Garden (Jl Suryodiningratan) dijejali oleh Terapi Urine, Creo Nova, Serigala Jahanam, Dream Society, Sangkakala, Belkastrelka, Frau, Bottlesmoker dari Bandung dan ditutup oleh band senior underground Yogyakarta, Seeksixsick. Kelar sesi tersebut, pengunjung dapat langsung memacu kendaraannya ke arah utara sekitar 10 menit menuju Oxen Free di jalan Sosrowijayan untuk menikmati menu berikutnya dari Indonesian Netaudio Festival yang diantaranya menampilkan Terbujurkaku dan Uma Gumma.

Baik hari pertama maupun kedua, Indonesian Netaudio Festival ini mampu meraup lebih antusiasme masyarakat, terutama mereka yang menggemari scene musik independen. Acara ini rencananya akan dilaksanakan dua tahun sekali. Diharapkan pada gelaran berikutnya, konten-konten yang ditampilkan tetap mampu memperkenalkan item-item alternatif dan lensa baru dalam memandang kotak industri musik di era nya.[Warning/Soni ]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.