close

Semangat Kolaborasi yang Kembali Diusung Batiga

IMG_9805
Dok. Batiga

Semangat kolaborasi, hal itulah yang terus dipertahankan dan dijunjung tinggi oleh Batiga, band sweet pop asal Yogyakarta yang digawangi DC (bas), Yunan (keyboard), Riosa (vokal), Luke (gitar), dan Talcha (drum). Salah satu contohnya ialah ketika mereka menggarap movie clip untuk salah satu single terdahulu, “Hey Jomblo,” yang dirilis pada tahun 2016 lalu.

Dan hal itupun kembali dilakukan oleh mereka, lewat single terbarunya berjudul “Cinta Bertuan” yang dirilis pada Jumat (21/7/2017). “Cinta Bertuan” sendiri mengisahkan tentang bagaimana lika-liku sejoli yang sudah memiliki komitmen di awal hubungannya, namun ternyata menjalani komitmen tersebut bukanlah hal yang mudah. Ketika sejoli itu memutuskan untuk melakukan hubungan dengan komitmen, pasti selalu ada ujian serta tantangan yang mesti dialami bagi mereka yang menjalaninya.

“Setiap apa yang kita jalani dalam kehidupan ini pasti berujung pada keindahan. Tergantung pada sudut pandang kita dalam memandang dan menerima sesuatu yang kita alami. Seperti yang kami coba sampaikan dalam potongan lirik “Cinta Bertuan” yang menyebutkan bahwa ketika langit tak berawan, atau ketika langit tak menampakkan pelangi setelah hujan, semua itu masih tetap terlihat indah jika kita menganggapnya demikian,” tutur Yunan, pencipta dari lagu yang telah digarap menjelang tahun 2016 lalu itu.

Ada beberapa bentuk kolaborasi yang dilakukan dalam single “Cinta Bertuan” ini salah satunya lewat keterlibatan beberapa pihak untuk penggarapan video klipnya. Di sini Batiga memberi kepercayaan kepada Stefanus Andre Nugroho, seorang filmmaker asal Yogyakarta yang pengalamannya dalam membuat karya visual sudah tidak diragukan lagi. Selain itu, adalah Acintyaswasti Widianing dan Adfent Risang, dua orang koreografer sekaligus penari berprestasi asal Kota Gudeg yang didaulat untuk menyampaikan isi pesan Cinta Bertuan dalam bentuk gerakan.

DC mengungkapkan, ada beberapa alasan Batiga melibatkan ketiga orang tersebut untuk video klip “Cinta Bertuan.” Selain orang-orang itu telah memiliki prestasi di kancah nasional maupun internasional, Stefanus Andre Nugroho, Acintyaswasti Widianing, dan Adfent Risang memiliki sesuatu hal yang bisa dibilang unik dan sejalan dengan sesuatu yang ingin dicapai oleh Batiga. Sebagai contohnya ialah seperti prinsip yang dimiliki oleh Stefanus, di mana yang terpenting bagi dirinya bukanlah alat apa yang digunakan dalam proses penggarapan sebuah karya, melainkan pesan apa yang ingin disampaikan kepada khalayak luas.

Dan hal itupun diwujudkan dalam video klip ini, yang mana Batiga bersama Stefanus melakukan proses pengambilan gambar yang berlokasi di Bromo, Jawa Timur dengan menggunakan perangkat handphone. “Ini gila! Sebuah band melibatkan seorang videografer untuk syuting dengan menggunakan handphone, padahal mereka sendiri punya handphone. Batiga ini orang gila,” tutur Stefanus.

Sambung DC, dalam video klip “Cinta Bertuan” ini, para personil Batiga tidak ada di dalam frame seperti halnya beberapa karya video musik mereka sebelumnya. Di sini mereka Acintyaswasti dan Advent yang beradu peran, dan merepresentasikan pesan ke dalam berbagai bentuk gerakan.

“Konsep video klip “Cinta Bertuan” ini kami ingin coba menerangkan pesan melalui semiotika gestur, bukan dari cerita, berbeda dengan movie clip (“Hey Jomblo”) kami kemarin yang menitkberatkan pada cerita. Melalui semiotika gestur ini, kami mencoba untuk menerangkan setiap perspektif permasalahan yang diceritakan dalam lagunya. Sama halnya dengan gestur-gestur tarian, yang selalu memiliki banyak makna dan pengartian oleh penikmatnya. Seperti halnya setiap permasalahan yang kita hadapi, memiliki arti dan pemaknaan yang banyak pula. Harapannya, kami di sini dapat memberikan perspektif lain terhadap setiap permasalahan kehidupan yang kita alami, agar kita selalu berpikir positif dalam menghadapinya,” jelas DC dalam rilis pers kepada WARN!NG. [WARN!NG]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.