close

Sempat Dilarang, Belok Kiri Festival Jalan Terus

CcOQCVrUcAErZuV
poster belok kiri fest
poster belok kiri fest

Sebuah aksi intoleran terhadap usaha perayaan hak berekspresi dan demokrasi di Indonesia terjadi lagi. Kali ini Belok Kiri Festival, sebuah ajang pameran kritik terhadap Hak Asasi Manusia dan kekerasan yang menjadi korbannya. Acara yang rencananya dibuka pada 27 Februari kemarin di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki terpaksa dibatalkan karena dianggap berbau komunis dan mendapat tekanan dari beberapa pihak. Namun pihak panitia tidak tinggal diam, Belok Kiri Fest yang mengusung tagline ‘melawan propaganda orde baru’ ini tetap berjalan dengan memindah venue ke gedung LBH Jakarta di Jl. Diponegoro 74, Jakarta. Belok Kiri Festival sendiri tidak bermaksud menyebarkan paham komunisme, apalagi memecah belah generasi muda. Agenda Belok Kiri Fest adalah ajakan untuk melihat ulang sejarah yang selama ini disembunyikan oleh negara, juga mengkritisi propaganda orde baru yang ternyata masih begitu lekat di kepala banyak masyarakat.

konferensi pers pembatalan Belok Kiri Fest, doc belokkirifest.org
konferensi pers pembatalan Belok Kiri Fest, doc belokkirifest.org

Menurut siaran pers resmi yang dirilis oleh panitia Belok Kiri Fest, ada tiga sebab pembatalan acara ini di TIM, “pertama, tidak transparan dan tersosialisasi dengan baiknya mekanisme penggunaan Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki. Kedua, aparat yang juga mengindikasikan tidak mempunyai pengetahuan yang merata soal mekanisme peminjaman dan seakan ‘mempermainkan kami dari satu meja ke meja yang lain tanpa kejelasan’ ketika kami berupaya mendapatkan izin. Serta ketiga adanya pihak-pihak tertentu, yang melalui pemberitaan media online kemarin, menentang serta mengancam diadakannya acara ini.” Pihak panitia sebenarnya sudah mengantongi ijin sejak tanggal 18 Februari 2016 lalu, namun sehari sebelum acara dilangsungkan, aparat kepolisian mencabut ijin dan melarang acara karena tekanan dari beberapa ormas.

Mereka adalah sejumlah organisasi masyarakat seperti Pemuda Cinta Tanah Air (PECAT), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII Jakarta Raya), Kordinator Pusat Brigade Pelajar Islam Indonesia (Korpus Brigade PII), Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DUTA, (KOPMA), Front Aktivis Jakarta (FROAJA), Himpunan Mahasiswa Lombok (HIMALO). Kelompok tersebut menggelar jumpa pers pada 26 Februari kemarin. Mereka mengungkap alasan penolakan penyelenggaraan festival terkait dengan ancaman paham komunisme, Tap MPR No. 26 tahun 1996 juga disebut-sebut. Banyak pihak menyayangkan aksi ini, aparat dianggap lemah terhadap tekanan dari organisasi masyarakat, sementara usaha perayaan demokrasi dan pembelajaran untuk generasi muda justru dilarang.

suasana pembukaan Belok Kiri Fest. doc BelokKiriFest
suasana pembukaan Belok Kiri Fest. doc BelokKiriFest

Di Belok Kiri Fest sendiri akan dilangsungkan peluncuran buku Sejarah Gerakan Kiri di Indonesia untuk Pemula. Buku ini berisi sejarah gerakan kiri di Indonesia yang selama ini dihapus dari sejarah resmi Indonesia oleh rezim orde baru. Penyusunan buku ini melibatkan tak kurang dari 32 seniman visual dan grup seniman dari 27 lembaga. Selain itu juga masih banyak agenda lain, seperti diskusi, pemutaran film, workshop, hiburan dan lainnya. Belok Kiri Fest akan diselenggarakan sampai 5 Maret mendatang di gedung LBH Jakarta. Sampai berita ini ditulis, belum ada siaran pers lanjutan dari pihak panitia. Segala update terbaru tentang Belok Kiri Fest bisa dipantau lewat akun twitter @BelokKiri_Fest dan situs resmi mereka. [WARN!NG/Titah Asmaning]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response