close

Senandung Tanah Basah Bonita and The Hus BAND

SONY DSC

Jumat malam di sisa-sisa bulan april (24/4), hujan turun mengguyur sejak sore hari membasahi kota istimewa, Jogjakarta. Namun, musik seakan tak mau luntur terkena aliran hujan yang membanjiri jalanan hari-hari belakangan. Adalah rangkaian tur bertajuk “Be Nice to Each Other” dari Bonita and the Hus Band yang malam itu mengisi sunyi senyap belahan selatan kota Jogja, lewat aroma folk jazz-nya.

Bonita and The Hus BAND  © Warningmagz
Bonita and The Hus BAND © Warningmagz

Datang jauh dari Jakarta, Bonita and the Husband untuk pertama kalinya menunjukan karya pada publik Jogja. Bertempatkan di area Teater Garasi, gelaran malam itu sangat intim dan tanpa batas. Dimulai terlambat, akibat tersesatnya para personil saat menemukan venue, Bonita membuka malam dengan rangkaian nada dari nomor “Mellow”. Para penonton yang sejak lama menunggu hanya terperangah tak mengikuti alunan nada ataupun lirik, seakan takjub dengan apa yang dilihat dan dengar malam itu. Melangkah pelan namun menanjak, nomor inipun seakan membawakan suasana kelabu nan lembut ke dalam ruang. Tak sejalan dengan mood pembukaan yang sendu, rangkaian nada dari nomor selanjutnya “Do What You Gotta Do”, tampil upbeat menghapus kelabu. Suara kental khas Boni sang vokalis, ditambah dengan ramuan suara tambahan dari suaminya Adoy (gitaris) dan Bharata (perkusi), juga permainan handal saxophone dari Jimmy, membuat sajian semakin apik nan epic. “Komedi Putar”, “ARI”, dan “I Believe” yang dibawakan selanjutnya, memunculkan sebuah cerita cinta yang kandas dari dongeng yang mereka katakan di depan backdrop bertemakan Titanic. “Kalo mantan itu enaknya disebut alumni, biar bisa reuni”, cakap Adoy bercerita mengenai latar belakang terciptanya lagu-lagu itu.

Suasana kembali menjadi sedikit magis saat nada-nada dari “God Come To Me” dipetik. Paduan gitar Adoy, tiupan klarinet Jimmy , dan suara Boni yang kala itu keluar tanpa lirik pada awalnya, membuat kita seakan segan memalingkan pandangan dan terus mendengarkan apa yang terjadi. Dua rangkain nada setelah itu, “Juwita Malam” milik Ismail Marzuki, digubah dengan pantas ala Bonita and the Hus Band, hingga mengikut para penonton yang sedari tadi hanya melihat untuk bersuara nada jua. Hujanpun terus turun hingga rangkaian nada ke-12 dimainkan. “Its Over Now” yang awalnya direncanakan menjadi akhir penampilan, harus rela digeser oleh dua encore (“Bangun”, “Keeping On”) yang dimainkan. Empat belas lagu malam itu dibawakan dengan halus hampir tanpa cela oleh Bonita and the Hus Band. Berakhirnya sajian epic malam itu pun tak pula menghentikan sang hujan untuk turun. Jogjakarta penuh air, namun pula penuh bahagia diiringi rangkaian nada dari berbagai sudut.[WARN!NG/Bayu Pratama]

Bonita and The Hus BAND  © Warningmagz
Bonita and The Hus BAND © Warningmagz

galeri untuk liputan ini bisa dilihat di sini -> Live At Teater Garasi: Bonita and The Hus BAND

Date : 24 April 2015
Venue : Teater Garasi
Man of the Match : Suasana intim yang terbangun di dalam venue

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.