close

[Album Review] Sigur Ros’ – Kveikur

What                     : Sigur Ros’ – Kveikur

   Genre                   : Post-Rock

   Label                     : XL Recordings

   Rilis                       :  2013


Beberapa waktu lalu, sebelum EP Brennsteinn rilis, saya pernah berbincang dengan kawan saya – yang notabene pecinta emotive dan post-rock – dan saya katakan, Sigur Rós sudah mulai membosankan sekarang.

Maksud saya bukan berarti musiknya jelek, tapi saya rasa Sigur Rós perlu sesuatu yang baru agar tetap fresh. Patokan saya berpendapat seperti itu  karena album terakhirnya, Valtari(2012), minim klimaks. Mendengar Sigur Rós akan mengeluarkan album baru, saya sengaja tidak mendengarkan EP Brennsteinn dan menunggu sampai LP rilis. Kawan saya tadi, yang sudah mendengarkan Brennsteinn, mengatakan bahwa musik Sigur Rós menjadi sangat berbeda, which is good, in my opinion.

Kveikur dirilis pada 17 Juni 2013, berisi 9 track, dan berdurasi total 48 menit. Selain 9 lagu tersebut, mereka juga menambahkan 2 lagu bonus untuk rilisan Jepang. Album ini merupakan album studio ketujuh dari Sigur Rós. Album ini merupakan album kedua mereka tanpa Kjartan Sveinsson, keyboardis mereka yang menyatakan keluar pada Januari tahun ini.

Perkataan teman saya memang benar, Sigur Rós membuat perubahan yang sangat besar di album ini. Album ini terkesan lebih dark, sedikit gloomy, ada tambahan efek electronic dan  tempo yang lebih cepat dari Sigur Rós biasanya. Brennsteinn, dengan sentuhan drum yang ramai, vokal yang tidak terlalu lirih, efek gitar yang kotor, juga tempo yang cepat, membuat album ini berkesan greget. Lagu kedua, Hrafntinna, masih dengan nuansa yang ramai, lagu yang lebih soft dan berirama. Ísjaki, single ketiga, merupakan single yang memiliki soul dan fokus yang kuat sehingga feel dari lagu ini sungguh terasa. Lagu ini cukup berirama dan easy listening sehingga terngiang-ngiang di kepala. Lagu berikutnya bertempo cukup slow namun dibumbui unsur techno yang membuatnya jadi tidak biasa, Yfirborð.

Track selanjutnya ialah Stormur, lagu yang mendekati karakter Sigur Rós sebelumnya. Lagu diawali dengan petikan gitar halusala post-rock, tapi instrumen tradisional yang melekat dengan Sigur Rós digantikan dengan efek electronic. Lagu berikutnya, Kveikur, saya rasa menjadi lagu simbolis dari album ini. Single ini diramu dengan nuansa electronic, fuzzy guitar, beragam distorsi, dark namun tetap pada jalur post-rock. Suasana kemudian dibuat sedikit tenang dengan Rafstraumur yang sangat kental kesan post-rock non-gloomy-nya dan disambung dengan Bláþráður yang enerjik. Album ini diakhiri dengan Var yang menimbulkan kesan mengalun melayang.

Jika dibandingkan dengan album-album sebelumnya, Kveikur tampak menampilkan Sigur Rós yang berbeda. Memang, mereka tidak sampai mengubah genre seperti halnya Linkin Park dengan album A Thousand Suns, namun perubahan ini merupakan hal yang baik agar Sigur Rós tetap fresh. Tidak seperti biasanya, di album ini Sigur Rós berani meracik musik bertempo cepat dan fully sound dalam satu instrumen, biasanya musik mereka cenderung menghanyutkan secara lembut. Penambahan nuansa electronic mengingatkan saya pada album Zatracenie dari Matryoshka yang memiliki kemiripan dalam sebagian lagunya.

Selain itu, lagu-lagu dalam album ini tidak seceria lagu-lagu seperti Inní mér syngur vitleysingur, Sæglópur atau Hoppípolla. Saya sempat berpikir bahwa album ini adalah album yang kurang bagus akibat terlalu berbeda, namun setelah saya mendengarkannya beberapa kali, akhirnya saya dapat berkata bahwa album ini merupakan seni yang menakjubkan. Saya tidak bisa bilang bahwa ini merupakan bentuk musik baru dari Sigur Rós atau hanya selingan untuk variasi.

Terakhir, saya merekomendasikan Brennsteinn, Ísjaki, Stormur dan Kveikur sebagai top list bagi yang ingin mendengarkan album ini.

Review dikirim oleh Revta Farisy (@farizy)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response