close

Solidaritas ke Perjuangan Kendeng, JRX SID Tolak Tawaran Penggunaan Lagu untuk #jokowimenjawab

S_5826937059569
Satu lagi musisi yang menunjukan keberpihakannya kepada perjuangan petani di Kendeng

Bulan lalu, tepatnya Sabtu (18/2), presiden Joko Widodo membuat program #jokowimenjawab.  Program tersebut memberi ruang bagi anak muda untuk bebas mengirimkan pertanyaan apapun lewat kiriman video untuk nantinya akan dijawab oleh Presiden lewat akun media sosialnya.

Jelang dirilisnya program itu, salah seorang dari tim program tersebut meminta izin penggunaan lagu dan cuplikan video musik “Jadilah Legenda” dari Superman Is Dead—sebuah lagu yang kental dengan semangat nasionalisme.  Salah satu hit dari album Sunset di Tanah Anarki itu rencananya akan dipakai sebagai soundtrack untuk video #jokowimenjawab. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh JRX, penulis lirik dan lagu “Jadilah Legenda”.

But we all know, ini politik, untuk kepentingan RI 1, kita bisa saja menjual lagu tersebut, misalnya seharga 1 miliar dan saya yakin itu akan berhasil mengingat seberapa sering Jokowi menyebut nama SID dalam wawancara. Tapi saya menolaknya,” ujar JRX kepada WARN!NG.

JRX SID (dok. pribadi)

Penolakan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas drummer Superman Is Dead ini kepada perjuangan rakyat Kendeng. “Saat ini kasus Kendeng sedang memerlukan solidaritas penuh,” ujarnya. Musisi penuh tato ini kemudian menambahkan, “Saya menolak lagu ‘Jadilah Legenda’ dipakai alat kampanye dengan alasan tidak mau solidaritas saya terhadap Kendeng dikaburkan dengan dipakainya lagu yang saya tulis untuk kampanye Jokowi. Hal ini juga saya lakukan sebagai peringatan kepada beliau jika saya atau SID tidak selalu 100 persen mendukung kebijakannya. Saya bukan musisi istana.”

Aksi petani Kendeng ini sendiri bermula dari penolakan berdirinya pabrik semen di Kendeng, karena dianggap merusak alam dan mengancam kehidupan para petani. Protes ini sudah berlangsung sejak tahun 2011, dan sebenarnya telah membuahkan hasil positif. Pada tanggal 5 oktober 2016, Mahkamah Agung (MA) dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) memutuskan memenangkan gugatan petani Rembang dan Yayasan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Dengan dikeluarkannya putusan tersebut, izin lingkungan yang diterbitkan Gubernur Jawa Tengah untuk PT Semen Gresik (Persero) dibatalkan.

Namun, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali memberikan izin baru pendirian pabrik semen di Kendeng. Petani kembali melakukan berbagai aksi protes, mulai dari longmarch berjarak 150km selama tiga hari hingga aksi cor kaki di depan istana presiden. Selepas aksi cor kaki, salah satu petani Kendeng, ibu Patmi (48) meninggal dunia akibat serangan jantung.

Presiden sendiri telah menemui petani Kendeng yang beberapa hari terakhir melakukan aksi protes dengan cara mengecor kaki di depan Istana. Dalam pertemuan itu, Gunarti—salah seorang petani kendeng—seperti yang dikutip dari Kompas, mengaku sedih dengan jawaban Jokowi, “Kalau sekarang saya mendengar langsung dari Pak Jokowinya dan sedih,” ungkapnya.

“Pak Jokowi bilang, ‘ya itu kalau mengenai izin harus tanyanya sama Gubernur. Selama ini sudah komunikasi sama Gubernur atau belum?’ Jangankan, bukan hanya komunikasi, kami itu sampai melakukan apapun, jangan sampai Pak Ganjar itu mengeluarkan izin dulu. Tapi, gubernurnya sudah ngotot,” lanjut Gunarti.

Sikap JRX menambah jumlah deretan seniman di negeri ini yang bersolidaritas kepada perjuangan di Kendeng. Sebelumnya Marjinal dan banyak komunitas punk bersolidaritas dengan hadir di aksi protes bersama ibu-ibu Kendeng. [WARNING/Tomi Wibisono]

 

Mike Marjinal bergabung dalam aksi. [foto dari instagram @Marjinal]

******

Segenap keluarga WARNING Magz turut berduka atas gugurnya satu kartini kendeng. rest in pride ibu Patmi.

 

 

info lebih lanjut tentang perjuangan petani rembang melawan pabrik seman, simak klik-> omahkendeng.org

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response